Tuesday, December 20, 2016

Masa Depan

Masa depan.

Dua kata yang membuat banyak manusia jadi galau. Terutama kaum wanita. Karena wanita selalu ingin masa depan yang jelas.

Dua kata yang bisa mengubah hidup seseorang.
Entah itu menjadi lebih cerah, atau semakin suram.

Dua kata yang tidak pernah pasti, karena tak seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi di masa itu.

Dua kata yang menentukan pilihan seseorang, apakah terus bertahan dan berjuang, ataukah menyerah saja.

Apa yang kamu lakukan, jika masa depan yang kamu impikan, dihempas jauh-jauh?

Apakah kamu akan tetap berjuang meraih sesuatu yang tidak ada hanya karena hatimu tidak sanggup untuk melepaskannya, atau kamu akan menyerah?

Sunday, December 18, 2016

Hai C,

Apa kabarmu?

Sudah lama ya, sejak terakhir kita berkomunikasi? Aku berharap kamu baik-baik saja. Aku sungguh-sungguh, lho. Aku memutus komunikasi kita bukan karena aku marah atau benci, tapi itu semua demi kebaikanmu dan kita berdua.

Teruslah melangkah dan jangan menoleh ke belakang, C. Aku telah pergi. Aku tak lagi di sana. Aku bukan lagi sosok yang mendorongmu & menyemangatimu dari belakang seperti saat itu. Hatiku tak lagi berdetak untukmu & mulutku tak lagi menyebut namamu.

Oh iya, kalau kamu masih buka blog-ku & baca tulisan-tulisanku yang lainnya, lalu kamu menemukan seseorang disebut di sana, aku harap kamu tahu bahwa kamu bukan lagi seseorang yang aku maksud itu.

Aku mungkin terdengar kejam, ya? Maafkan aku. Sekali lagi, ini demi kebaikan kita bersama.

Teruslah melangkah dan jangan menoleh ke belakang, C. Jalani hidupmu dengan bahagia, & temukan seseorang yang lain untuk kau bagi kebahagiaanmu dengannya.

Sekarang aku di sini, tak lagi sama, tak lagi di sana untukmu.

Semoga kita berdua bahagia selamanya. Amin :)


                                                                                  S

Sampai kapan?

Pernahkah kau berada dalam situasi di mana berjuang menjadi sama beratnya dengan menyerah?

Ketika otakmu tahu bahwa kau harus berhenti, tapi hatimu terlalu sulit untuk melepaskan. Namun terlalu lelah dan menyakitkan pula untuk bertahan, apalagi berjuang.

Ketika semua logika dan teori yang ada mengajarmu untuk mundur dan berhenti menyakiti hatimu sendiri, tapi hatimu begitu keras kepala dan lemah untuk bisa melepaskan dia.

Mengapa mencintainya begitu berat?

Mengapa dipertemukan dan ada rasa yang begitu besar terhadap satu sama lain, bila tidak ditakdirkan untuk bersatu?

Ketika bersamanya begitu membahagiakan, tapi juga begitu menyakitkan.
Ketika mencintainya lebih besar daripada mencintai diri sendiri.

Aku memilih bahagia itu. Bahagia bersamanya, walau tiap detiknya sama dengan tiap goresan luka di hatiku.

Hanya satu yang ku tak tahu:
Sampai kapan hati ini sanggup bertahan, sebelum akhirnya berhenti dan mati?


Kapan Aku Mulai Mencintaimu?

Kalau kuingat-ingat lagi, aku tidak tahu kapan aku mulai mencintaimu.

Yang ku tahu hanya, awalnya aku kagum padamu.
Pada skill-mu yang di atas teman-temanmu.
Pada pengetahuanmu yang luas, tapi di saat yang bersamaan, kamu tetap menaruh respek dan kepercayaan pada orang lain. Padaku, tentu saja, yang tidak tahu lebih banyak darimu.

Kagum pada caramu bicara, yang tidak banyak, tapi sekalinya bicara langsung mengena.
Pada caramu bercanda, yang tidak pernah gagal membuat orang tertawa.
Pada auramu yang membuat semua orang menyukaimu.
Pada senyummu.
Wangi khasmu.
Hadirmu.

Ya..
Tanpa kusadari, aku menantikan saat-saat berjumpa denganmu.
Mencari hadirmu.
Tersenyum sendiri saat melihat ada pesan BBM darimu.
Pergi menghabiskan waktu berdua denganmu.
Mendengar cerita-ceritamu. Tentang keluargamu. Masa lalumu. Apa saja.

Apa saja, asal sama kamu.


Kalau kuingat-ingat lagi, aku tidak tahu kapan aku mulai mencintaimu.

Saturday, July 2, 2016

Tentang Cinta

"Cinta tidak harus memiliki."

Familiar sama kalimat di atas?

Aku sangat sering mendengarnya. Membacanya. Di mana-mana. Tapi aku nggak pernah ngerti. Aku nggak pernah bisa mempraktekkannya.


Aku nggak ngerti. Karena tiap kali aku mencintai seseorang, aku selalu ingin memiliki. Aku nggak tau bagaimana cara mencintai tanpa disertai dengan adanya keinginan untuk memiliki. Aku bisa melakukan hal-hal yang selayaknya dilakukan oleh orang yang sedang mencinta, aku akan berusaha melakukan apa yang aku bisa demi dia, dengan setulus hatiku, kecuali melepaskannya. Lalu, apakah itu artinya aku nggak benar-benar mencintainya?

Aku nggak tau caranya melepaskan orang yang aku cintai. Wellunless he doesn't feel the same way, of course. Itupun pasti didahului dengan rasa ingin memiliki, tapi karena disertai dengan penerimaan bahwa dia nggak punya perasaan yang sama terhadapku & pemahaman bahwa cinta tidak bisa dipaksakan, akhirnya aku merelakan. Aku bisa melepaskan. Kemudian membiarkan perasaan itu pergi. Dan hilang.

Ya, bagiku, baru bisa benar-benar melepaskan seseorang ketika aku sudah tidak mengharapkannya & sudah merelakan cinta itu untuk pergi.

Benar, cinta tidak bisa dipaksakan. Cinta tidak bisa disalahkan. Tapi bagiku, cinta selalu ingin memiliki. Does it make my love any less? Does it mean that my love isn't true?

Setelah bertahun-tahun berpikir - sambil setengah menyalahkan diri sendiri karena aku "tidak bisa benar-benar mencintai dengan tulus karena aku selalu ingin memiliki orang yg aku cinta" - I finally came to a conclusion.

Cinta adalah sebuah perasaan. Cinta itu untuk dirasa, bukan untuk dimengerti. Cinta tidak perlu penjelasan, deskripsi, ataupun aturan-aturan yang dibuat oleh manusia. Karena Cinta itu sendiri adalah hukum. Hukum Cinta Kasih. Cinta memiliki banyak rupa, banyak cara, banyak jenis, yang tidak mengurangi atau mengubah arti dari Cinta itu sendiri. Perhatian, mengatur, cuek, melepaskan, memiliki; Setiap pribadi manusia memiliki caranya sendiri untuk mencintai. Selama masih menganut Hukum Cinta Kasih dan tidak menyakiti orang yang kita cintai, maka Cinta adalah Cinta.

Dan beginilah caraku mencintaimu. Ingin selalu bersamamu. Ingin berbagi denganmu. Ingin menjadi bagian dari hidupmu. Menjadi yang terbaik untukmu. Tanpa sedikit pun keinginan untuk melepasmu.. Selama kau pun begitu.

Namun.. Bila kau tak lagi melakukan yang sama, atau bila suatu hari nanti, aku sudah terlalu lelah, mungkin.. MUNGKIN, aku akan melepasmu. Yang jelas tidak sekarang. Karena aku masih belum sanggup. Entah sampai kapan.

Dari seseorang yang mencintaimu dengan tulus dan tak sanggup melepasmu.


Inspiration: #AboutLove by Tere Liye

Thursday, April 30, 2015

Part 3: Overwhelmed and Beyond Blessed!

Ini adalah lanjutan dari 2 post sebelumnya:
Part 1
Part 2


Beberapa hari sebelum hari pemilihan wahana, aku ketemu sama temenku yang sebenarnya tinggal di Bali, tapi waktu itu lagi datang ke Surabaya untuk daftar sekolah spesialis. Menurut temennya dia yang dulu internsip di Bali, akan ada beberapa RS swasta yang akan menjadi wahana baru PIDI. Tapi mereka ga tau detail persisnya, apakah memang benar mau buka atau baru gosip, bila memang benar beritanya, apakah sudah buka atau belum.

Dari 2 RS yang disebutkan, salah satunya sudah masuk di daftar wahana internsip yang sudah buka. Jadi, aku berasumsi bahwa RS tersebut sudah terisi dan tidak akan buka lagi untuk periode ini. Aku menaruh harapan yang sangat besar pada RS yang satunya lagi.

Gambling, memang. Sangat gambling. Aku ga punya informasi apa-apa mengenai wahana yang akan dibuka di Bali periode ini dan apakah RS yang aku harapkan ini memang sudah ditetapkan menjadi wahana internsip atau belum.

Akhirnya, daftar wahana yang dibuka untuk periode ini pun keluar. Hatiku bersorak saat melihat nama RS Bali Royal Hospital ada di dalam daftar tersebut. RS yang selama ini memang aku harap-harapkan. And you know what? Bali cuma buka 1 wahana, ya cuma RS Bros ini.

Sebagai informasi, RS ini adalah sebuah RS swasta yang terletak di Renon, cukup di tengah kota Denpasar. Banyak makanan di sana, pokoknya lokasinya sangat bagus. RS nya pun terlihat masih cukup baru.

Segala usaha yang bisa aku lakukan, sudah aku lakukan, yaitu meminta bantuan doa dari teman-teman dan keluarga. Aku sendiri tak henti-hentinya berdoa, pastinya.

Sehari sebelum hari H, perutku udah mules-mules seharian. DEG2AN BANGET! Malamnya ga bisa tidur. Tapi akhirnya aku paksain tidur juga. Entah kenapa, despite of the stress dan deg2an, deep down aku merasa cukup optimis bahwa aku bisa dapetin di Bali. Tapi tetep aja, selama belum betul-betul dapet, ya belum bisa tenang.


Pas hari H, aku udah mulai siap-siap mau login dari jam 7 pagi, tapi ternyata baru boleh login jam 7.55. Aku udah cocokkin jamku sama jamnya server, hehehe.. Niat amat ya. Daftar internsip mah emang harus niat.

Alhasil, begitu 7.55 aku sukses login, dan langsung ikutin step2nya. Tapi pas sudah sampai di daftar wahana yang bisa dipilih, tulisannya masih belum ada wahananya.

 Keluarnya kayak gini:

Padahal harusnya kayak gini:
Gimana ga stress???

Trus aku coba refresh, udah ga bisa, mulai error2 gitu website-nya. Mulai deh, kekacauan server terjadi.

Websitenya down. Refresh-refresh terus tapi tetep ga bisa masuk. Ehhh, wifi rumah juga sempet ngadat, tau-tau ga bisa connect. Gimana ga stress berat?!!! Sampe hampir mau ke S'bucks terdekat. Tapi bingung juga, emangnya pagi-pagi gini udah buka yah?

Tapi ga jadi, karena akhirnya wifi rumah kembali jalan. FIUH!!

Hampir sejam aku berusaha nembus servernya tapi ga bisa-bisa. Yang membuat aku akhirnya jadi agak tenang adalah karena temen-temenku yang lain juga mengalami hal yang sama. Tapi bukan berarti jadi ga stress. Ga bisa ga stress.. Setiap menit begitu berarti.

Akhirnya setelah sukses menembus server, muncullah tabel seperti di atas yang aku nanti-natikan itu. Rupanya tadi aku kecepetan masuk mungkin, hahaha.. Gila banget, telat salah, kepagian juga salah -.-"

Puji Tuhan, tepat pukul 8.55, aku sudah selesai memilih wahana. Dan aku sukses ditempatkan di RS Bros!!!




Sungguh rasanya bahagia, terharu, overwhelmed sama kebaikan dan mujizat yang diberikan oleh Tuhan untukku. Aku nggak lebay. Itu bener-bener apa yang aku rasain. Yang kepikir cuma bersyukur sama Tuhan dan embrace that moment. Hahaha..

Setelah itu, aku bantuin temen-temenku yang pada belum bisa nembus servernya, tapi sampe siang, ga berhasil juga. Jadi bener-bener cuma 1x itu aku berhasil. Tanpa bermaksud ingin bersenang-senang di atas penderitaan dan ke-stress-an temen-temenku, tapi Tuhan sungguh baik. Tuhan sungguh luar biasa. Aku nggak perlu stress lama-lama.. Setelah jam 9 pagi, aku udah boleh lega dan kembali menjalankan hidupku dengan normal setelah satu jam sebelumnya aku stress sampe marah-marah sama orang rumah n pengen nangis rasanya >.<

Bener-bener, stressnya pemilihan wahana internsip itu bikin orang gilaaaa..

Dan ternyata, sampai hari kedua, semua wahana sudah habis hanya dalam waktu 30 menit. Dan masih banyak calon peserta yang kehabisan wahana :(

Thanks to God, and to all the people who prayed for me. It's only by God's Grace.

All of the tears and sweats me and my friend - my partner in crime, Fenny - have been through, we finally made it here. God has been too good to us both. Pas ngejalaninnya stress, harus bolak-balik Surabaya-Bali dan Surabaya-Jakarta, ga boleh capek nelponin sana-sini, tapi ketika sudah sampai sini dan menoleh ke belakang, everything is awesome. Sebuah pengalaman iman yang luar biasa.

I know, this is NOT the end of the road. This is the BEGINNING of our career as a doctor. I'm thankful to God that He's given me an amazing journey of faith. And all this time, He never leave me. He is always with me. He always shows the way. He makes everything perfect in His time.

Sungguh, teman-teman. Bersandarlah pada-Nya. Hanya pada-Nya.

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Now, I'm hoping and praying that wherever we are, we can do our best for the people who need us.
Semoga kami dapat sungguh-sungguh berguna bagi orang-orang di sekitar kami, dimana pun kami ditempatkan.

Pray for us, too, my friends! :)

Part 2: Program Internsip Dokter Indonesia


Lanjutan dari Part 1


Lanjut yaa guys.. Aku bikin bersambung karena I think, cerita tentang program internsip ini (mulai sekarang disingkat jadi PIDI, yaa) deserves a whole post for itself, saking hebohnya, hahahaha..

Jadi, setelah melewati seluruh tahapan yang ada di postingan yang LALU, kita masih harus magang di RS/RSU/RSUD dan puskesmas daerah selama satu tahun (8 bulan di RS/RSU/RSUD, 4 bulan di puskesmas). Nah, untuk mengikuti PIDI ini, diperlukan STR Sementara.

PIDI dibuka dan diberangkatkan setiap tiga bulan sekali. Tadinya aku berharap bisa ikut PIDI yg periode I tahun 2015, yaitu bulan Januari-Februari, tapi ternyata nggak keburu. Karena waktu itu, boro-boro STR Sementara, Serkom aja belum jadi. Belum disumpah pula. Sempat kecewa karena harus tertunda lagi, tapi akhirnya bisa menerima kenyataan dan pasrah. Dan sudah cukup bersyukur sekali akan timing Tuhan yang pas banget tentang Sumpah Dokterku kemarin itu. Aku sudah bisa menerima kenyataan bahwa aku baru bisa internsip bulan Mei.

Sambil mengisi waktu luang, aku banyak bantu-bantu di gerejaku. Pengen banget balik ngajar Bahasa Mandarin lagi kayak kemarin waktu nunggu dipanggil adaptasi, tapi juga nggak pengen kejadian kemarin terulang lagi. Di saat udah dapet murid-murid yang enak dan mereka juga udah cocok sama aku, aku harus pergi ninggalin mereka :(

Ada cerita menarik lagi waktu proses mau daftar internsip ini.

PIDI sekarang semuanya sudah pakai sistem online, mulai dari pendaftaran, pengumpulan berkas-berkas yang diperlukan, sampai memilih wahana (tempat) internsip. Bahkan berkas-berkasnya harus di-scan dan cukup di-upload di website KIDI (internsip.depkes.go.id) - untuk penjelasan secara lengkap tentang pendaftaran PIDI, buka aja Cara Mendaftar Internsip Dokter Secara Online.

Pada waktu pemilihan wahana, pemilihan wahana hanya bisa dilakukan dalam rentang waktu yang ditentukan, yaitu pk 08.00-16.00 WIB. Jadi, bayangin aja, ribuan calon peserta akan beramai-ramai masuk secara bersamaan dan berusaha menjadi yang tercepat supaya bisa mendapatkan wahana yang diinginkan. Siapa cepat, siapa dapat. Silakan dibayangkan apa yang terjadi pada website-nya yang denger-denger masih menggunakan server jadul itu. Error-error gitu lah pastinya ya kann.. Dan, perbedaan waktu beberapa menit - atau bahkan detik - bisa membuat perbedaan yang sangat besar. Mulai dari terdampar ke pulau terpencil, sampai-sampai kemungkinan terburuk adalah tidak mendapat wahana dan harus jadi pengangguran menunggu selama 3 bulan lagi. Jadi, koneksi internet dan amal baik kita kemarin-kemarin sangat menentukan nasib kita di sini :D

Sebelum hari H pemilihan wahana, pihak KIDI memberikan simulasi pada saat pemilihan wahana nanti, supaya sudah nggak bingung-bingung lagi.
Pada saat simulasi, daftar wahana yang diberikan adalah daftar wahana periode sebelumnya (periode Januari-Februari, yang adalah periode yang sebelumnya aku harapkan bisa aku ikuti, tapi nggak keburu). And, guess what? Ternyata di periode itu, Bali tidak membuka wahana. Padahal aku pengen pilih wahana di Bali, selain karena sudah tidak asing sama tempatnya, juga karena aku diprioritaskan di Bali (karena kemarin adaptasinya di Udayana).

Aku langsung merasakan sesuatu yang nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hanya rasa syukur pada Tuhan. So, this is it, Lord. This is the reason why you didn't let me register last period, isn't it? :')

Kelihatannya Tuhan menunda rencanaku. Padahal aku pengennya cepet-cepet berangkat, supaya cepet selesai. Tapi kok malah ditunda sama Tuhan. Serkom nggak keluar-keluar, masih harus pakai disumpah lagi segala.

Tapi ternyata Tuhan punya rencana lain. HE KNOWS.

Aku terharu. Sebenarnya, tepat pada saat itu, aku merasa bahwa Tuhan mungkin memang mau menempatkan aku di Bali. Mungkin aku memang bakal dapat wahana internsip di Bali. Hatiku jadi agak tenang.

Tapi, hal itu tidak berlangsung lama.

Beberapa hari kemudian, aku ngobrol sama adik kelasku waktu di Bali kemarin di BBM.
"Meme A**l, kamu ikut internsipnya yang periode III (Agustus) ntar yaa?" (karena dia lulus UKDI periode berikutnya setelah aku)
"Nggak,Ce, aku ikut yang bulan November.."
"Loh, kenapa gitu? Kan harusnya keburu ikut yang periode sebelumnya?"
"Iya Ce, soalnya sekarang wahana di Bali masih penuh, masih ada senior 2008 yang belum selesai internsip. Nanti mereka selesainya November, jadi wahana2-nya baru buka November juga, karena baru November itu mereka kosong.."

DEG! Aku langsung lemes. Tapi pasrah. Ga mau juga kalo harus nunggu lagi demi bisa internsip di Bali. Lebih baik ke tempat lain, tapi yang nggak terpencil-terpencil amat, hehe.. Tapi jauh di dalam hatiku, aku masih tetap berharap bisa di Bali.

LANJUT? Atau bersambung ke post berikutnya biar ga kepanjangan?
Bersambung dulu kali ya? Huehehehe.. Stay tuned! ;)


Lompat ke Part 3

First Post in 2015: Part 1

大家好!

Apa kabar nih semuanyaa? ^^

Gila juga yah, first post in 2015-ku jatuh di akhir April. Hehehehe..
Merry Christmas, Happy New Year, Happy Chinese New Year, and Happy Easter to you all!
Telat banget yakk hahaha.. Aku rapel semuanya jadi satu =p

Well.. Meskipun "baru" memasuki bulan ke-4 tahun ini, tapi aku sudah dapat banyak sekali berkat dan mukjizat dari Tuhan. Dan postingan pertamaku di tahun 2015 ini aku dedikasikan untuk menceritakan tentang segala Kebaikan dan Penyertaan-Nya kepadaku.

I'm bringing you good news! :)

*Anyway.. Jangan bosen yah dengerin cerita perjalananku memperjuangkan karirku sebagai dokter.. Please do tell me if I bore you! Hehehe..*

Seperti di beberapa post yang lalu, aku lebih suka menguraikan dalam bentuk poin-poin, demi menghindari paragraf-paragraf panjang that might bore you guys, hehe..

So, these are the steps of the process:

1. Adaptasi

Di negara manapun, bila mau jadi dokter tapi bukan lulusan negara tersebut, harus melalui yang namanya proses adaptasi. Biasanya dalam bentuk mengikuti dan lulus BOARD EXAM (Ujian Kompetensi dari negara) negara yang bersangkutan. Postingan-postingan berisi cerita tentang perjuanganku untuk adaptasi di Indonesia bisa dilihat di label "adaptasi dokter luar negeri".

2. UKDI (Uji Kompetensi Dokter Indonesia, board exam-nya Indonesia)

Singkat cerita.. Dengan perantaraan Tuhan, aku lulus UKDI. Yay! =p
Januari 2013 lulus dari Tiongkok, Desember 2013 mulai adaptasi di Universitas Udayana, Bali. September 2014 selesai adaptasi, dan November 2014 lulus UKDI.

Tapi, perjalanan nggak berhenti di sana.. Masih panjang, malah.

Setelah lulus UKDI, kita masih harus nunggu Sertifikat Kompetensi (Serkom) yang menyatakan bahwa kita sudah lulus ujian. Serkom itu nanti dibawa kembali ke universitas sebagai syarat untuk disumpah sebagai seorang dokter. Awalnya agak kesel juga karena masih harus disumpah lagi, padahal dulu di Tiongkok kan aku udah disumpah. Tapi apa daya, karena untuk mengurus surat-surat berikutnya, dibutuhkan surat bukti sumpah dokter dari universitas. Nyambung terus pokoknya prosesnya. Kalau ga dilewatin tiap tahapnya ga akan bisa.

3. Sumpah Dokter

So.. Aku telepon pihak universitas untuk menanyakan jadwal Sumpah Dokter. Karena aku dan temen2 dokter adaptasi cuma bertiga, kami berharap bisa ikutan Sumpah Dokter bareng junior2 yang lain. Agak ribet dan mahal kalau harus ngurus Sumpah Dokter sendiri bertiga.

Akhir Januari aku telepon Universitas Udayana, dengan posisi Serkom kami masih belum keluar. Padahal udah nungguin dari awal Desember. Pihak universitas menyuruhku untuk telepon lagi awal Februari, karena kemungkinan Februari ada jadwal sumpah.

Sampai awal Februari, Serkom kami akhirnya siap untuk dikirim ke alamat rumah kami masing2. Kemudian aku telepon universitas lagi. Dan ternyata memang ada jadwal Sumpah Dokter tanggal 11 Februari. Dan aku telepon itu tanggal 4 atau 5 Februari! Bener2 hectic banget, mepet banget tapi timingnya pas banget! Langsung ngurus semua berkas, dan tanggal 9 nya harus sudah ada di Bali untuk GR. Sedangkan tanggal 8 Februari ada weddingnya temen baikku dan aku jadi bridesmaid.

Semuanya diurus dalam waktu yang super singkat. Kebaya pun pakai kebaya lama waktu Sumpah Dokter di Tiongkok dulu. Untung masih ada, hahaha.. Tinggal dipermak dikit karena sekarang kurusan dibanding dulu hihihi..



Note: Ternyata sebenernya, kita ga perlu nunggu Serkom jadi untuk bisa disumpah. Sambil nunggu Serkom jadi, IDI kasih kita SKTL (yang kemungkinan merupakan singkatan dari Surat Keterangan Tanda Lulus). SKTL itu bisa dijadikan bukti bahwa kita sudah lulus UKDI dan bisa disumpah oleh pihak universitas. Tapi waktu aku kemarin, entah kenapa aku ga dapet SKTL itu dan bener-bener nungguin sampe Serkom jadi. Kok untung timingnya pas. God is good, indeed!!

Setelah disumpah (lagi), aku ngurus yang namanya STR (Surat Tanda Registrasi) Sementara.
Sekali lagi, jangan dikira perjalanan sudah selesai.Kami masih harus mengikuti tahap berikutnya, yaitu:

4. Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI)

Yup, aku ga salah ketik kok. Memang "internsip" instead of "internship", hahaha.. Maklum, ini versi Indonesia-nya. Tapi artinya sama, yaitu "magang".

Ceritanya bersambung ke next post yaaa, biar nggak kepanjangan dan kalian jadi bosen bacanya, huehehhe..


Part 2
Part 3

Thursday, October 2, 2014

All About Bali

Hey Guys! :)

Maaf yaa kalau selama 9 bulan belakangan ini aku jaraaangg banget nge-blog. Udeh kayak cuti hamil aje! =p Selama 9 bulan kemarin, aku lagi di Bali untuk melaksanakan tugasku, sebagai bagian dari proses untuk aku bisa menjadi dokter yang bisa bekerja di Indonesia. Sebagai dokter lulusan luar negeri, aku harus menjalani program "Adaptasi Dokter Umum" kalau aku ingin mendapat ijin untuk bekerja di Indonesia. Dan karena Bali lokasinya "kepleset aja nyampe" dari Surabaya, dan karena di Surabaya belum ada programnya, makanya aku pilih di Bali aja. Dengan harapan, bisa sambil liburan tentunya. Huahahaha.. Nggak dink, kalo bisa liburan/jalan2, aku anggap sebagai bonus aja, soalnya kan tujuan utamanya emang bukan buat itu. Mending serius kerja, cepet kelar, cepet beres semuanya. Umur udah nambah terus, euyy :p

Di Bali, aku ga ada koneksi internet di kost. Sebenernya bukan alasan sih karena kan bisa nge-blog pake HP, tapi, yaaa... Gitu deh! Hahaha..

Selama di Bali, aku hampir ga pernah cerita tentang gimana aku di sana. Kali ini aku mau share, karena kan udah selesai staynya di Bali. Aku uraikan dalam bentuk poin-poin aja ya :)

1. Tinggal di Bali itu asyik, liburan setiap saat.
Kalimat pendapat di atas itu sebenarnya antara benar dan tidak benar. Emang sih harus diakui bahwa kerja di Bali itu menyenangkan. Karena merupakan tempat wisata, jadi suasananya ya suasana liburan, suasana nyantai gitu lah.. Kalo lagi suntuk, nyari tempat resfreshing gampang & suasana santainya dapet banget.
Refreshing di Bali sebenarnya nggak jauh berbeda kok dari kota2 lain. Paling2 pergi ke pantai, atau nongkrong di kafe or mall. Paling bedanya, ga semua kota punya pantai, dan di Bali nggak begitu banyak mall. Mallnya ya gitu2 aja, yg hits palingan ya Beachwalk, Galleria, Discovery. Nonton di Bali aja mahal bow, hari biasa aja 50rb, belom lagi kalo weekend. Paling enak ya nyantai ke pantai.

Nah, bedanya adalah, kita bisa mendatangi tempat2 yang biasa orang2 datangi kalau lagi liburan ke Bali. Ya secara orang2 jaman sekarang kalo ke Bali (terutama turis domestik) kan udah ngga nyari ke Ubud, Tanah Lot gitu2.. Turis2 domestik jaman sekarang yang diburu adalah wisata2 kuliner & villa2 or kafe2 yang lagi hits di kalangan kaum sosialita. Alhasil, kalo aku pergi ke tempat2 itu, orang jadi mikir, "Enak banget yaa, liburan terus.." Padahal itu juga paling sebulan 1x. Hari2 lainnya cuman mendekam di Rumah Sakit dan kost2an. Hahaha.. Beneran bisa nggak kemana2 loh seharian kalo abis balik dari RS. Lebih sering bawaannya males keluar2 & pengen menikmati "me time" di kamar :D

Pantai Kuta
Paling asyik kalo refreshing di Pantai Kuta: murah meriah! Cukup beli minuman 1 botol udah bisa duduk2 menikmati pantai hohoho..



Sampe udah lupa nama-nama pantainya apa aja =p Tapi biasanya paling ya pergi ke Pantai Batubelig, Pantai Balangan, atau Pantai Sanur.

Potato Head
Tapi selama 9 bulan di Bali aku cuma pernah 2x kok ke Potato Head, yg ini waktu pacarku dateng, trus sama 1x lagi waktu temen2 se-gankku dateng hihi..

Komune Beach Club di Pantai Keramas, Gianyar
Ini fotonya candid banget yak hahaha..

The Edge

Unique Rooftop Bar, Rimba - Ayana

Resto seafood di Jimbaran
(PS: Kotak rokoknya bukan punyaku! :p)

Somewhere in Sanur (lupa nama restonya hahaha)

Ruth's!
Salah satu tempat makan favoritku di Sanur. Desserts-nya the bestt, makanannya juga enaak2 dengan harga yang sangat terjangkau untuk ukuran western food.


2. Di Bali banyak teman2 berdatangan buat liburan.
Selama 9 bulan di Bali, udah lebih dari 5x didatengin sama temen sekalian buat liburan. Seneng banget, yang tadinya di Surabaya aja ga sempet buat ketemu mulu, akhirnya malahketemu di Bali. Dari kota atau negara lain, juga ketemunya di Bali. Jadi gampang ketemu temen2 ato nyuruh temen2 buat main ke Bali, soalnya siapa yang ngga cinta ama Bali ya ga ya gaa? :p

Temen2 se-gank dari Surabayaa..
(The Mulia Hotel, Nusa Dua)

Bobby jauh-jauh dari China

Temen2 SD dari Surabaya
Kita membabi bersama di Iga Babi Wahaha :D (Lebih recommended daripada iga babinya Nuri's yang di Batubelig! Yang di Ubud sih aku belom pernah cobain, katanya yang enak yang di Ubud..)

At Alila Villas

3. Orang di Bali super ramah2!
Ini yang paling aku cinta dari tinggal di Bali. Orang2nya ramah2, pikiran mereka terbuka, nggak membeda2kan, nggak rasisme, nggak pandang bulu. Segalanya mudah di sini, nggak pake ribet & ga ada yang dipersulit. I love the working environment too. Pokoknya I love Bali deh! ❤



4. Banyak libur hari raya Hindu
Yupp, di Bali banyak liburan tambahan yang nggak ada di kalender nasional, hihihi.. Semua hari raya kayak Galungan, Kuningan, dll, pasti libur. Bahkan ada yg kiburnya sampe 3 hari. Cihuii banget kann.. Biasanya liburan2 itulah yang aku pake buat pulang ke Surabaya. Apalagi kalo liburannya nyambung sama hari Minggu. Jadi makin panjang deh waktu buat di rumah :D

5. Pengendara sepeda motor sangat amat dimudahkan dibanding pengguna mobil.
Di Bali, jalanannya itu sempit2. Banyak yang 1 lajur tok, jadi kalo macet, yaudah pasrah aja, silakan menanti dengan sabar. Ga bisa nyelip2 dari lajur lain kayak di Jakarta or Surabaya gitu (atau mungkin juga di kota2 lainnya). Jadi, naik motor jauuuh lebih cepet dibandingin naik mobil, apalagi kalo macet. Belum lagi gara2 banyak jalan2 kecil, banyak jalanan yang nggak boleh dilewatin sama mobil, tapi boleh dilewatin sama motor. Jadi otomatis lebih cepet en ga ribet, ga perlu muter2 atau menempuh jarak yg lebih jauh.

6. Rumah-rumah di Bali nomernya ga beraturan!
Jangan cuma tanya nomer rumah kalo mau berkunjung ke rumah di Bali. Tanya persisnya dimana, perkiraan lokasi rumahnya, di deket mana ato pagarnya warna apa. Soalnya rumah2 di Bali banyak yang nomer rumahnya ga berurutan. Nomer 15 belum tentu di sebelah rumah nomer 14 atau 13 atau 16 atau 17. Bisa aja nomer 18 ada di sebelah rumah nomer 88X. Nah loh! Hahaha.. Ini emang gara2 di Bali banyak yang memperbolehkan nomer rumah nggak mengikuti urutan lokasi rumah. Jadi, banyak orang yang memberi nomer rumahnya sendiri. Mungkin berdasarkan angka favoritnya, atau biar sama ama nomer rumah yang lama supaya ga bingung, dll dsb dst.

7. Kost2an di Bali rata2 bersifat sangat privasi, kayak tinggal di rumah sendiri, nggak berasa kayak tinggal bareng sama orang lain.
Kalau rata2 kost2an di kotaku Surabaya ini bentuknya sebuah rumah yg punya banyak kamar dan banyak kamar mandi yg bisa dipake bareng2, dengan satu dapur dan ruang tamu yg dipake bareng2 juga, di Bali nggak kayak gitu. Masih ada juga sih kost2an yg seperti itu, tapi kebanyakan udah ada kamar mandi di dalam kamar. Ada jg yg ada dapur kecilnya. Buka pintu udah langsung halaman. Jadi nggak berasa kayak tinggal sama orang lain. Temen2 satu kost kayak tetangga aja gitu.

8. Bentuk rumah-rumah gaya Bali unik.
Rumah2 orang Bali asli style-nya khas: halamannya luas, dan banyak bangunannya. Masing2 ruangan/kamar jadi kayak satu bangunan rumah kecil. Atau ada lebih dari satu rumah di dalam satu pekarangan besar. Jadi bisa ada 3 keluarga yang tinggal dalam satu pekarangan tapi tetep punya rumah sendiri2. Tetep ada privacy, tapi juga deket sama keluarga besar. Asyik kan! :) Tapi kekurangan dari style rumah ini adalah, gara2 rata2 punya halaman/pekarangan yg luas, jadi kita nggak bisa kontrol binatang2 yg ada di halaman rumah.. Banyak pasien yg datang ke UGD karena gigitan ular di pekarangan rumah mereka. Serem juga sih..



Kayak gini nih rumah2nya.. Ini aku ambil waktu lagi kunjungan ke rumah2 penduduk, nemenin adik2 dokter muda yang lagi survey untuk bahan penelitian gihihi..


Bahagiaa banget dan bersyukur banget karena sekarang masa tugasku di Bali sudah selesai. Sekarang aku udah 1,5 minggu balik ke kampung halaman di Surabaya. Lagi2 bittersweet, karena meskipun tinggal di Bali itu terlihat menyenangkan (dan memang menyenangkan, meskipun, sekali lagi, nggak setiap hari aku menjalani kehidupan seperti yg terlihat di foto2 itu hahaha), tapi perjlanan masih panjaaangg.. Jadi, setiap langkah kecil yg berhasil aku lewatin itu berarti banyak buat aku :)

Abis ini aku masih harus ikut ujian kompetensi, trus masih ada internship selama setahun. Semoga semuanya bisa kulalui dengan mulus yaaa.. Semoga ujiannya bisa langsung lulus ga perlu ngulang2 lagii huhuhu.. Just wanna enjoy every step of the (very long) way meskipun banyak rintangan yg harus dilalui.

Sebulan ini (bulan Oktober) aku bakal tinggal di Malang untuk mengikuti persiapan ujian. Lagi2 tinggal di kota yang baru, jadi anak kost lagi, padahal baru pulang ke rumah selama 2minggu hehehe.. Aku anggap aja jadi bisa dapet banyak pengalaman di kota2 ini, nanti aku share2 di blog lagi hihi ;)

Doain aku yaaa teman2.. God bless! o:)

Wednesday, June 25, 2014

Golput?


Ini surat suaraku, mana surat suaramu?

Pengen nyoblos tanggal 9 Juli nanti, tapi lagi di luar kota asalmu? Bisa kok! Gini caranya:

1. Datang ke KPUD kota tempat kamu berada saat tanggal 9 Juli nanti, sambil membawa KTP. KPUD Surabaya ada di Jl. Adityawarman, KPUD Denpasar ada di Jl. Puputan, Renon. Buat kota2 lain, kamu bisa tanya ke kantor desa setempat. Paling lambat H-10 ya!

2. Di KPUD tsb, NIK kamu akan dicek apakah kamu sudah terdaftar di TPS lain. Kemudian kamu akan diberi formulir untuk pindah ke TPS yang baru di kota tsb.

3. Bawa formulir dari KPUD ke kantor desa setempat untuk mengetahui di TPS mana kamu bisa nyoblos. Ini paling lambat H-3 yaa!

Nah, gampang kan? Ayoo, ikutan pesta demokrasi ini! Say no to golput! Jangan sampai hak pilihmu disalahgunakan oleh pihak2 yang tidak bertanggungjawab. Mari jadi generasi yang peduli dan cinta tanah air, suara kita menentukan nasib bangsa ini selama 5 tahun ke depan, lho! :)

Tuesday, June 24, 2014

Aku Ndeso :p

Hello to OHP!

Masih ingat dengan alat presentasi OHP, yang harus ditulis di plastik pakai bolpen OHP juga?

Kemarin pergi ke Sn*py buat print bahan presentasi di plastik (untung sekarang udah bisa di-print!), ada koko2 nanya, "Itu plastik OHP ya? Masih jaman ya ternyata? Saya kira jaman saya kuliah aja.." Kemudian hening seketika dan saya hanya bisa nyengir :D

Thanks to SMF THT-KL RSUP Sanglah yang masih menggunakan OHP, jadi saya yang ndeso ndak pernah pakai OHP pas jaman sekolah maupun kuliah jadi bisa merasakan bikin bahan presentasi di plastik OHP ^_^

Presentasi sukses! Salam dua jari! ✌😉

Sunday, June 1, 2014

Happy Holiday! (Bali Trip)

Hola! Apa kabar? Semoga semua orang sedang having a good time ya, because I am! This month has been very good to me, banyak kebahagiaan dan perayaan di bulan ini :) Selain 4th annniversary dari blog ini - ga berasa udah 4 tahun nge-blog! - dan my anniversary with my bf, di bulan ini ga cuma aku aja yg berbahagia kok. Bulan ini banyak libur! *Semua orang bersorak* Huehehe.. Apalagi kalo kamu tinggal di Bali kayak aku. Liburnya nambah 5 hari dari jatah libur nasional (3 hari libur Galungan & 2 hari libur Kuningan, harusnya Kuningan juga libur 3 hari tapi hari ke-3nya tahun ini kebetulan jatuh di hari Minggu), hihihi.. Trus, di bulan ini, semua umat beragama di Indonesia juga merayakan hari rayanya masing-masing. Ada Waisak, Galungan, Isra' Mi'raj, Kenaikan Isa Almasih, trus terakhir ada Kuningan di akhir bulan. What a month! ^__^ Jadi, selamat hari raya yaaa buat kita semuaa! :)

I'm so happy because I'm in a holiday mood. Akhir bulan ini aku bisa pulang kampung lumayan lama - dibanding biasanya - karena libur Kenaikan Isa Almasih nyambung langsung sama Kuningan, yaay! Tapi sebelum pulang pun, I started my holiday early, karena temen2ku liburan ke sini, double yaayy!! :p Ga nyangka jalan2 bareng di Bali bisa kewujud dalam waktu dekat dan tanpa direncanain sebelumnya. Itulah kehebatan gank kita, makin direncanain makin banyak batalnya, jadi mendingan langsung tancap aja, hahaha.. Di sini aku mau cerita tentang liburan kita beberapa hari ini, buat dokumentasi pribadi - moment langka! - dan juga it may be helpful for you if you wanna come to Bali, too - meskipun ga butuh usaha besar buat bisa have fun & nemuin tempat2 bagus di Bali, everywhere is beautiful here!

Let's get started!

Day 1: 24 May 2014

Liburan dimulai dengan mengantri beli pia Legong langsung setelah dari airport, huahahaha.. 2 minggu ini Bali lumayan lagi high season gara2 banyak libur & semua orang datang ke Bali, jadi antrian pia Legongnya lumayan panjang, tapi itu tidak menyurutkan hasrat kita buat ikutan ngantri, mumpung masih semangat & banyak tenaga karena baru nyampe :p

Setelah semua orang tersenyum puas dengan masing-masing menenteng 1 kantong pia Legong, perjalanan dilanjutkan ke Pantai Pandawa. Sengaja pagi-pagi ke pantainya biar ga panas. Tapi ternyata ya tetep aja panas terik, namanya juga Bali.



Baru pertama kali belajar pake tongsis =P

Setelah makan dan puas berfoto2, juga karena ga tahan sama panasnya dan jadwal padat menanti - jadwal tour di Bali ala Sylvia dan kawan2 :p - kita cabut dari Pandawa ke Alila. Perjalanan ke Alila diwarnai dengan deg-degan gara2 jalanannya yang menanjak tajam - mobilnya cc-nya kecil sedangkan isinya lumayan full, masih ada koper2 dan berkantong2 pia Legong hihihi - plusss BBM sekarattt dan ga ada pom bensin soalnya lokasinya di jalanan kecil gitu.. Bermodal nekat dan iman, kita nyampe juga di Alila. Pandawa & Alila emang ga jauh sebenernya, cuma waktu itu BBM-nya lagi bener-bener sekarat & mobilnya dipake buat kerja keras soalnya tanjakan.




Habis dari Alila, sebenernya langsung ke Ayana buat liat sunset di Rock Bar, tapi kita udah lumayan capek & gerah karena panas banget & paginya bangunnya subuh buat naik pesawat pagi, jadi pengen langsung ke villa & nyantai2 di sana sambil berenang. Akhirnya acara berubah. Dari Alila, kita ke villa yg udah kita sewa di daerah Canggu, tapi mampir dulu ke Krisna di Sunset Road.




Villa Baliku at Canggu

Tadinya mau ke Echo Beach buat sunset & makan malam karena dari villa ke Echo Beach cuma 5 menit, tapi lagi2 rencana berubah karena kita masih belum puas menikmati private pool-nya, hehehe.. Trus pengen masak2 aja buat dinner-nya, kan di villanya ada dapur lengkap dengan peralatan masaknya. Jadi deh kita ke supermarket beli bahan2 trus masak2 di villa. Seruu! Dapurnya bagus & peralatannya lengkap abis, jadi kita betah banget di dapurnya :p

Kalo punya rumah pengen punya dapur kayak gini beserta perlengkapan masaknya, jadi betah deh di dapur :p
Mulai dari kompor sampe toaster, microwave, dan oven pun ada

Our very own homemade dinner, yumm!

Review:
1. Pia Legong
Price: 80K/box (isi 8 biji/box)

2. Pantai Pandawa
Good view, banyak foto2 tapi justru bukan di pantainya, melainkan di tebing2nya. Personally - dan juga menurut beberapa teman lainnya - , pantainya sendiri sih biasa aja. Aku nggak enjoy di pantainya malah, karena panas, obviously, namanya juga pantai, dan juga rame banget, jadi agak sumpek, hehehe.. Tapi makanannya oke, apalagi ada makanan wajibku saat ke pantai yaitu kelapa muda :D Eh, jangan salah, di Sanur nggak ada kelapa muda lho, hiks </3
Expenses:
- Entrance fee 15K for 6 people (nggak jelas biaya masuknya berapa, dihitungnya tergantung jumlah orang, dan masih bisa ditawar dikit, huahahaha)
- Makan siang reasonable price

3. Alila Villas - Uluwatu
Baaaaguuusss.. Just like what people say. Good view, nice pool, sampe pada pengen nyebur ke kolam renangnya karena cuacanya emang lagi panas banget dan pool-nya "mengundang" banget, sayang none of us brought swimwears :p
Expenses: +-400K

4. Villa Baliku - Canggu
Harga sewanya nggak valid soalnya aku kenal baik sama manajernya jadi dapet harga spesial :D But if you are interested in staying at the villa, you can contact/email me ;)


Day 2: 25 May 2014

Hari kedua dimulai dengan bermalas2an di villa dan sarapan spaghetti sisa dinner semalam :)))) Setelah itu kita makan siang iga bakar di the famous Naughty Nuri's Batubelig. Lucky us, Nuri's lagi sepi, jadi gausah antri *senang :D* Kenyang, kita lanjut ke Kuta Square. Sebenernya Kuta Square tuh ga masuk di jadwal "tour" kita, tapi karena Jenita mau beli sandal & Arline mau beli baju "laskar pelangi" yang ga ada di Krisna, jadi kita "selipin" deh Kuta Square. Rencananya cuma bentar aja, trus ke Beachwalk, karena awalnya emang cuma rencana ke Beachwalk. Ternyata oh ternyata, inilah hasil dari Kuta Square:


Yang tadinya cuma Jenita yang mau beli sandal, akhirnya ended up kita SEMUA beli, dan kita menghabiskan lumayan banyak waktu di Kuta Square padahal cuma ke satu toko sandal itu tok - ama beli baju "laskar pelangi"-nya Arline tapi itu cuma bentar banget - , hahahaha.. Emang dasar cewe yah :p Akhirnya malah ga sempet ke Beachwalk & langsung ke Ayana.

Karena nyampe lebih awal dari jadwal & Rock Bar katanya masih satu jam lagi baru buka (which is jam 4 sore), kita mampir dulu foto2 di Rimba.



Gegara keasyikan foto2 di Rimba kita jadi agak telat dari jadwal ke Rock Bar huehehe.. Nyampe di Rock Bar, ternyata udah antri masuknya --" Puanas buanget boooo di Rock Bar. Setelah perjuangan yang melelahkan dan basah karena keringat, kita berhasil duduk di Rock Bar.




Malemnya kita ke Beachwalk. Karena udah malem & capek, kita cuma sempet makan trus menjelajahi tiga toko: Bershka, Pull & Bear, Stradivarius. Belanja, yang juga ga ada di jadwal "tour" pun, akhirnya tak dapat dihindari :)))

Review:
1. Naughty Nuri's
Expenses: +- 400K (pork ribs @90K)

2. Rimba - Jimbaran
I've been here before, dan spot fotonya sih lumayan mainstream, karena emang cuma satu itu tapi bagus bangeet.. Kalo turun ke bawah, pool-nya juga bagus kok. Bisa foto2 gratis dan nggak usah duduk2 pesen apapun hahaha.. *buka kartu :p*
Expenses: Free

3. Rock Bar
Semua orang bilang Rock Bar bagus terutama buat liat sunset. Dari semua tempat yang dijadwalin dalam liburan kali ini, cuma Alila & Rock Bar yang aku belom pernah datangin. Dan ternyata... Mengecewakan, Saudara-saudara :( Memang sih bagus apalagi dilihat di foto, tapi tempatnya puanaaassss buangeeeett, bener2 kayak lagi di sauna. Tempatnya terbuka, di tebing gitu, menjorok ke laut. View-nya sih bagus bangeet, deket banget sama laut - bahkan sampe bisa kecipratan air laut dari ombak yang kebawa angin ke atas - tapi panasnya itu ga sebanding. Ga ada atapnya, cuma disediain payung-payung hitam untuk berlindung dari sinar matahari yang menyengat. Waitress2-nya pake baju super ketat warna item, mereka bener2 terlihat kayak lagi disuruh diet pake hot wrap itu, pantesan kurus2 yah, hahaha.. Trus menu makanannya juga mengecewakan. Mereka hanya menyediakan snack semacam onion rings dan chicken popcorn dengan harga yang nggak worth itCocktails-nya sih enak, tapi jus buahnya juga mengecewakan. Overall, kami sama sekali nggak enjoy di sana, nggak bakal mau balik lagi ke sana, bahkan mungkin bisa dibilang cukup menyesal udah ke sana >.< Tapi nggak papa, yang penting udah pernah ke sana hehe..
Expenses: more than 1M


Day 3: 26 May 2014

Karena 26 Mei ini adalah hari Senin, aku harus masuk kerja, huhuhu.. Pagi2 pake acara telat bangun pula >.< Untung nyampe rumah sakit ternyata masih kepagian - sindrom hari pertama di stase (bagian) yang baru, jadi takut (dan ga boleh) telat sama sekali. Siangnya pergi beli Pie Susu Asli "Enaaak" di Jl. Nangka. Untung boleh beli 200 biji tanpa pesan sebelumnya, karena mereka libur Galungan seminggu. Biasanya kalo mau beli sampe ratusan keping harus pesan dulu, kalo nggak, nggak ada stocknya. Ruarrrr biasa!! Soalnya pie susu Jl. Nangka ini memang yang pertama & yang paling enak menurutku *promosi gratis* dan memang yang paling laris.

Berikutnya kita ke The Mulia di Nusa Dua. Aku udah 3 kali ke sini, hihihi..




We ordered almost all of the desserts they have - kecuali bread puddingnya soalnya musti nunggu sekitar 20 menitan katanya, sama Panna cotta nya, tapi aku dulu udah pernah pesen dan enak, cuman asem aja but I love sour - dan semuanya enyaaakk!

Next: Potato Head!
Aku udah pernah ke sini 1 kali sebelumnya.Pertama kali ke Potato Head, we got lucky. Kami dateng awal (sekitar jam 4), masuknya masih nggak ngantri, cuma nungguin sofa bed di dalam. Yang kemarin ini, mungkin karena kita datengnya agak telat (setengah 5an) dan Bali lagi high season, pas kita dateng, masuknya udah antri. Sofa bed pun udah full. Akhirnya kita dapet tempat di bagian restoran Lilin. Ternyata, Lilin ini punya menu makanan sendiri, beda sama waktu aku pertama kali ke sini, karena Lilin ini menyediakan makanan seafood & Asian. Bingung mau pesen apa, kami memilih2 makanannya berdasarkan insting & cari yang harganya agak lebih bersahabat, hahaha.. Maklum ya, kami ini rakyat biasa yang sedang mencicipi kehidupan sosialita, halah! =)))

Beautiful sunset at Potato Head
Photo courtesy: Rafika

Waktu pertama kali ke Potato Head & dapet tempat di sofa bed

Waktu dicoba, ternyata makanannya enak banget semuanya! Harganya pun masih masuk akal untuk tempat sekelas Potato Head. Nggak kayak yang kemarin itu *pasang tampang bete*

Asik banget kann viewnyaa pas sunset!

Review:
1. Pie susu asli "Enaaak"
Tipis, enak, manisnya pas. The best pie susu, they said.
Price: 2,5K/keping

2. The Mulia - Nusa Dua
Gede, keren, service mantap, desserts yahud! Puas banget sama kunjungan kita ke The Mulia. Nggak cuma tempatnya yang bagus, tapi juga kualitasnya patut diacungi 4 jempol. Desserts-nya enak with reasonable price & beautiful plating, pegawai & pelayannya juga ramah2.
Expenses: all desserts are around 50-60K each

3. Potato Head - Seminyak


Another good place, another good food. Makanannya enaaakk, cocktails & mocktails-nya the best!
Expenses: makan segitu "cuma" +-500K lho! (Psstt.. Aslinya 700K-an tapi ada promo discount dari Bank Niaga, cihuiyy banget kan :D)


Day 4: 27 May 2014

Kita sarapan di Mak Beng. Apa tuh Mak Beng? Mak Beng adalah rumah makan kecil di Pantai Sanur yang kecil-kecil cabe rawit: meskipun kecil & cuma punya 1 jenis menu tiap harinya, tapi warung ini terkenal banget! Banyak artis ibukota yang ke sana. Banyak yang tergila2 sama Mak Beng terutama karena sambalnya yang mantap pedasnya. Makanannya per porsi terdiri dari 1 ikan goreng & 1 sup ikan, tiap hari (katanya sih) beda-beda ikannya, tapi intinya sama, 1 ikan goreng, 1 sup ikan.

Abis dari Mak Beng kita ke Domino'd Pizza buat dibungus dibawa ke Surabaya, soalnya one of us lagi ngidam berat sama Domino's Pizza. Kita temenan bertujuh, tapi yg 1nya ga bisa ikut karena lagi hamil gede & due datenya persis pas hari terakhir liburan kita :D

Akhirnya ga terasa liburan pun usai sudah. Saatnya kembali ke kehidupan nyata. Bisanya aku kalo abis dikunjungi pacar ato keluarga ato temen, waktu mereka pulang aku bakal sedih banget & kesepian, berasa banget ilangnya :'( Tapi untungnya kali ini setelah mereka pulang, besoknya aku ikutan pulang, jadi ga kesepian deh ^__^

Senangnyaa kemarin bisa liburan sama temen2, soalnya bentar lagi udah makin banyak yang married, makin susah - kalo ga mau dibilang ga mungkin bisa - buat jalan2 bareng2 lagi kayak gini, apalagi sekarang udah ada yang punya anak.. Ah, time flies.. Dulu yang temen belajar bareng, ribut bareng di kelas, temen kerja kelompok, temen stress bareng pra-UNAS, sekarang udah ngomongin tentang masa depan, pacar/suami, kerjaan, dan anak.. But I'm glad and lucky that even after all these years, even though we are often separated by distance and don't get to see each other very often, but we know that whenever we need a friend, we will always have each other's back, and they are always the girls I can call "bestfriends" :)



Side by side or miles apart,
true friends are always close to the heart.