Tuesday, July 27, 2010

mupeng, atauu ... ?

Setiap manusia punya kekurangan, setiap orang pasti sadar akan hal itu. So do I. Dan salah satu dari banyak kekuranganku adalah : mupengg. Bingung? Haha..

I LOVE dancing. Very much. It is the part of my life. Tapi, sikonku yang sekarang ini benar-benar ga memungkinkan buat aku untuk nari. Sikon ini benar-benar menjauhkan aku dari yang namanya nari. Unless aku cari-cari kesempatan buat nari, culture night atau acara-acara lain, misalnya. Nggak heran, tiap kali aku liat foto atau orang yang lagi nari, especially kalo orang itu orang yang aku kenal, aku pasti ngiri. I can't stand seeing their pictures with ballet poses, or watching them dancing is even worse.

Aku dari kecil belajar ballet & modern dance di Marlupi Dance Academy. Cucu si empunya, itu lebih kecil setahun ato dua tahunan gitu dari aku, aku kenal sama dia, kita suka pentas bareng, bahkan karena lebih kecil, dia kelasnya di bawah aku. Sejak aku keluar dari Marlupi and join sanggar tari sepupuku, kita udah ga pernah ketemu lagi. Apalagi, dia pindah ke Jakarta. Belakangan, gara-gara Facebook, aku jadi tau perkembangan dia, yang sekarang ternyata lagi di States (ga tau di kota mana, lupa, kayanya LA). Dia ambil art gitu I guess, pokoknya yang berkaitan ama dancing gitu pastinya. So pasti dia banyak upload foto-foto dia ballet dll dong. Sumpahhhhh, liatnya mupeng abiss! Trus ga mau liat-liat lagi deh jadinya.

Barusan, aku buka blog seseorang yang aku ga kenal, iseng-iseng aja, aku dapet linknya juga dari blog orang lain. Aku tertarik buka gara-gara judul blog dia yang berbau dance2 gitu, ketebak orangnya harusnya sih suka dance. And I was right. Ternyata dia juga di States and kaya ikut dancing classes gitu. Baru baca dikiiit blog dia yang tentang dia ikut ballet class, aku udah ga mau lanjutin baca lagi. Mupeng.

Sebenernya, mupeng itu cuma alibi ga sih? Bilang aja kalo sebenernya aku tuh IRI, dan ga bisa menerima kelebihan orang lain? Soalnya yah, kalo orang itu jago di bidang music ato especially bidang teknik2 gitu, aku sih sama skali ga masalah dan bisa dengan gampangnya bilang, "Duhh jagonyaa!" tanpa ada hard feeling apa-apa. Tapiii, kalo di bidang yang aku kuasai, such as dancing, aku agak susahh buat mengucapkan kata-kata itu. Bisa sihh ngucapinnya, apalagi kalo lagi nonton So You Think You Can Dance, tapi pasti diikutin dengan kata-kata dalam hati kaya misalnya "Kok aku ga bisa sejago dia yah?" atau pokoknya ada perasaan iri. Ada juga sedikiiitt perasaan ga terima kalo ada yang lebih jago dari aku. Anjiiirrr, sombong banget kan kedengerannya? Padahal aku juga jauuuuuhhhh dari jago, makanya jelas aja pasti banyak banget yang jauh lebih baik dibanding aku.

Atau mungkin sebenernya aku cuma iri sama mereka karena mereka bisa dengan enaknya, dengan bebas dan bahagianya nari sampe sekarang, sedangkan aku ga bisa? Mereka bisa terus doing things they love, sedangkan aku di sini harus struggle for dancing? Looking for every opportunity to dance, and struggling for my dad's permission to let me dance? Ya, papaku ga suka aku nari. It was my mom who let me dance, she made me join my first ballet class, because she loved dancing too! Yeah, I got it from my momma! (kaya lirik lagu, hehehehe..)

No matter what, maybe this is my way. I've made choices, and I have to do all the consequences.
But still, nobody can ever fade my love to dancing. Because, again, it's the part of my life, and once you take it, it will leave a hole forever.
Dancing completes me.

No comments:

Post a Comment