Monday, September 13, 2010

Perahu Kertas

Perahu Kertas.

Itu adalah judul salah satu novel karya Dewi Lestari, atau yang lebih dikenal sebagai Dee di dunia novel. Aku tau tentang novel ini gara-gara referensi dari salah seorang temen - Evan - yang akhirnya juga minjemin novel yang dia bawa jauh-jauh dari Indonesia itu ke aku.



Aku cuma butuh sekitar dua hari untuk nyelesaiin novel ini. Jalan ceritanya bener-bener bikin kita ga bisa berhenti baca en pengen terus baca sampe abis. Baru aja aku baca beberapa review tentang novel ini yang dibuat oleh beberapa pembaca lain novel Perahu Kertas ini. Ternyata, pendapatnya bervariasi, ada yang suka banget, tapi ada juga yang nggak. Biasa, itu hukum alamnya. Ada yang pro, dan ada yang kontra. Tapi buat aku dan Evan, novel ini TOP abis.


(Buat yang belum baca en pengen baca, jangan lanjutin baca post ini, ya, biar seru =) )

Mungkin konsep ceritanya memang klise. Namanya juga cerita cinta, happy ending pula. Tapi, dengan gaya bahasa yang santai & penggunaan kalimat yang biasa kita pakai di kehidupan sehari-hari, bikin kita juga enak dan enjoy bacanya, ga berat & ga perlu mikir, hehe.. Bisa bikin kita ngakak ama kecuekan & ke-ngocol-an si Kugy, juga bisa dibikin nangis gara-gara kisah cinta di antara para tokohnya, en tertusuk ama kata-katanya yang dalem banget. Meskipun kelihatannya klise, tapi bikin deg-degan juga & cukup bisa bikin emosi kita naik-turun, plus penasaran ama endingnya. Aku sih sempet takut bakalan sad ending, tapi untungnya nggak :)

Salah satu yang bikin novel ini beda & bagus adalah kalimat-kalimat atau quotes di dalemnya. Bener-bener inspiring! Ada yang supporting, ada yang romantis abis. Dia bisa menggunakan kalimat sederhana, singkat, tapi mengena. Maksudnya langsung dapet. Plus, ga maksa. Beberapa quotes favoritku adalah:

"Tanpa kekosongan, siapapun tidak akan bisa memulai sesuatu" -Luhde.

Kalimat yang menurutku bener-bener kasih kita support & spirit di tengah-tengah kebuntuan.

"Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih" -Luhde.

Buat aku, ini juaranya. Singkat, sederhana, padat, jelas, mengena. Dan kalimat ini bener banget. Kita nggak pernah bisa mengatur perasaan, mau suka sama siapa, tapi ketika kita sayang sama seseorang, kita ga tau alasan kenapa kita bisa sayang sama dia. We just love them.

Sebenernya masih ada beberapa kalimat "sakti" yang lain, but those are my Top Two. Aku merasa, cara Dee mengungkapkan sesuatu itu keren. Ga perlu penjelasan panjang & bertele-tele.

Intinya, I highly recommend this novel to you. Pada akhirnya, apapun pendapat kalian tentang novel ini, terserah. Namanya juga masalah selera. Cuma ingin berbagi sesuatu yang bener-bener inspires me.

Good job, Dee. Thank you!

No comments:

Post a Comment