Sunday, October 3, 2010

Another "Jadoel" Poem =D

Beberapa hari yang lalu, pas lagi "bongkar2" isi hape, aku nemuin sebuah puisi. *Berasa seluruh harta bendaku adalah gudang puisi yakk, pas bongkar2, liat2, sering beneeerr nemuin puisi, bahkan di HP pun ada puisi yang terlupakan, hahahaha* Yupp, jujur aku lupa aku pernah nulis & nge-save puisi ini di HPku, hehe.. Pas baca, baru inget dehh..

There is another story about this poem. I wrote it for my ex, tapi bukan yang bikin aku sakit hati, malah sebaliknya. I hurt him. Lebih tepatnya, ini orang sebelum mantanku yg terakhir. Orang ini ampe sekarang - 3.5 years after we broke up - masiii aja, kalo ngomong suka nyerempet2, ngajakin ketemuan lah, balikan lah, dll. Padahal dia sekarang uda punya cewe, lho. Bikin aku jadi selalu berusaha menghindari dia ato males contact ma dia lagi, padahal aku pengennya ga gitu >.< Pengen temenan biasa, tapi tiap kali ditanggepin dianya selalu kayak gitu, jadi males, kan.. Takut kasi harapan.

Nahh, the day when I wrote this poem was the day after I had a quick chat with him on MSN.

Maaf

Hanya satu kata terucap

Atas segala yang tlah terjadi di masa lalu
Ku tahu segalanya berubah begitu cepat
Begitu tiba-tiba
Tapi apa daya
Ku tak mampu lagi
Membohongi dirimu dan diriku sendiri
Membohongi perasaan ini
Yang tlah hilang tak bersisa


Hanya satu kata terucap
Atas rasa sakit yang tertinggal
Atas luka yang membekas mungkin 'tuk slamanya
Kini luka itu pun ada di hatiku
Kurasa apa yang kau rasa
Luka yang sama
Luka karena mencintai seseorang yang tak baik 'tuk dicintai
Tapi apa daya
Hati tidak pernah memilih, hati dipilih
Hanya satu kata terucap
Maaf...

No comments:

Post a Comment