Sunday, March 20, 2011

Re-post: Pregnancy: The Battle of Life

Hi! For this time, I'm just gonna re-post someone's note. Pada tau ga buku "Tuhan, Mengapa Aku Harus Ke Cina?"? Aku tau, soalnya temen aku ada yang punya, dan pas ngebaca tuh buku, yang terlintas di pikiran tuh, "Anjirrr, sama banget kayak yang aku alamin!!". Bener-bener merefleksikan kehidupan kita-kita yang merantau di Negeri Cina inii! Masa-masa happy, lucu, ampe struggle-struggle yang harus kita hadapi. Mantab lahh.

Ternyata, dunia memang selebar daun kelor, Saudara-Saudari! Apalagi dunia maya, hahaha.. Penulisnya, Grace Suryani Halim, ternyata punya blog juga & she is a friend of Ci S, too! Ci S, the one who inspires me to do many things, such as blogging and scrapbooking, whose blog's link can always be found on my blog, hehehe..

Trus, jadi tau tulisan-tulisan Ci Grace yang laen deh.. Belakangan, si cc lagi hamil *congrats!! :)* jadi dia lagi banyak posting-posting tentang pregnancy gituu.. Nah, this time I wanna share one of her posts about pregnancy. I think it's a very good reminder for those future moms, karena me, myself juga berpikiran yang exactly the same with her. I re-post this from http://www.facebook.com/notes/tuhan-masih-menulis-cerita-cinta/pregnancy-the-battle-of-life/10150116483557962


Pregnancy : The Battle of Life

by Tuhan Masih Menulis Cerita Cinta on Monday, 07 March 2011 at 09:01

Yup! That's confirmed!! : D now I'm 7 weeks pregnant! WUHUUUIIII ... Praise the Lord!!! :D

*sttt Grace, kalo hamil muda jangan kasih tau org2 dulu ... ntar iya kalo jadi, kalo ngga gimanaaa ...*

Well itu yang biasanya kita denger kan hehehe. En tadinya gue juga mikir begitu but I can't handle anymore!! I've got a lot of blessings since I knew that I'm pregnant and I don't want to hinder God using me to bless other people krn takut nanti kalo ada 'apa-apa' gimanaa ... so here I am hehehe. :D

Kehamilan itu suatu mukjizat. That's truly God's grace. But selama hamil beberapa minggu ini, gue juga jadi menyadari satu hal. Kehamilan itu menyebabkan setiap ibu masuk ke dalam peperangan rohani. : O *ibu hamil berjalan saja cape ini apanya mo perangg?!!?!* Well, guys, untuk setiap janin yang hidup di setiap rahim itu Tuhan punya rencana. En kita tau bahwa rencana Tuhan itu pasti rencana yang baik, but jangan lupa, ada setan yang akan selalu berusaha menggagalkan rencana Tuhan.



We don't like to talk about this ... but that's the truth. Terutama kalau ortu dari janin yang dikandung itu anak Tuhan yang sudah percaya Yesus, maka keturunan yang dilahirkan itu keturunan ilahi!! Maka akan ada peperangan rohani yang harus dihadapi setiap ibu ... perjuangan untuk membawa benih ilahi lahir ke dalam dunia ini ...



Salah satu yang harus sangat ibu hamil waspadai adalah Pikiran.


Begitu gue tau gue hamil, selaen rasa senang yang muncul, muncul juga begitu banyak ketakutan. What if what if ... dari what if yang wajar sampe what if yang hiperbola. Nah sudah banyak tulisan-tulisan science yang membahas tentang bahwa bayi sejak dalam kandungan itu terpengaruh dengan kondisi pikiran maupun perasaan ibunya. Kita juga pasti pernah denger cerita tentang orang yang waktu hamil sering bete, moody, marah2, eh pas lahir anaknya juga kayak gitu. malah lebih parah! >.< Kenapa bisa begitu?? well krn yah itu apa yang dipikirkan maupun yang dirasakan oleh ibu dirasakan juga oleh anaknya.

Krn setan juga tau akan hal itu, maka cara pertama untuk menyerang benih ilahi yang Tuhan tanamkan adalah dengan menyerang 'ibu'nya dengan jutaan kekuatiran.



That's happen to me evern before I knew that I'm pregnant!! 2 minggu sebelon gue tau gue hamil, asma gue sangat memburuk. Jauh lebih buruk dari biasanya. Lalu muncul pikiran2 "Gila loe belon hamil aja asma loe begini apalagi ntar kalo loe hamil?!!?! Wah bisa tambah parah ... loe ntar kudu minum banyak obat ... kalo minum banyak obat ntar baby loe bisa kenapa-kenapa" en so on en so on en so on. But thx God bgt hari sebelonnya Tuhan ingetkan gue utk jangan kasih kesempatan kepada pikiran "what if". So ketika pikiran itu muncul, gue cepet2 bilang, "I believe God will blessed me with a healthy pregnancy." gue langsung doa, "Tuhan, Kau tau ketakutanku. Aku berdoa dan mohon supaya kalau aku hamil Tuhan akan berikan kehamilan yang sehat dan menyenangkan." Trus gue cari info soal asma dan pregnancy en menurut info tersebut ada 28% ibu hamil yg punya asma yang ketika hamil, asmanya MEMBAIK. gue langsung doa lagi, "God, please kalau sekiranya mungkin, izinkan gue jadi salah satu dari 28% ibu yang ketika hamil asmanya MEMBAIK. but I know that You will give the best for me. Amen." en sehabis itu, asma gue, sampe detik ini, FINE-FINE saja. Praise God!!



Lalu sehabis itu, dia gantian serang gue dgn kekuatiran tentang mata. Wah pokoknya banyak banget deh. Tapi intinya setiap ada what if negatif yang muncul, gue cepet2 berdoa kepada Tuhan dan menyerahkan kekuatiran itu.



Ini yang namanya peperangan rohani. Bukan kita perang pake senjata atau bom, tapi kita melawan ketakutan-ketakutan dan kekuatiran2 yg masuk ke dalam pikiran kita dengan janji-janji Tuhan. :) Kita menolak memikirkan hal-hal yang negatif dan fokus kepada yang diajarkan Filipi 4 : 8-9. Memikirkan semua yang baik, semua yang benar, semua yang suci. :)



Yang kedua yang harus kita jaga adalah, "Perasaan" kita. Emank abis hamil gue juga berasa mood swing gue itu rada parah. Gue jadi gampang kesel, mudah irritated, cape, moody, gampang merasa down. En itu normal. Wajar karena hormon  berubah yang menyebabkan tubuh berubah sehingga ibu hamil merasa ngga nyaman lalu jadi sensi. Tapi inget, kita bisa merasa kesal tapi akhirnya kita memutuskan untuk ngomel atau ngga itu krn PILIHAN kita.  Hormon bisa berubah, tubuh bisa kerasa sakit semua, tapi akhirnya kita mau cemberut atau mau tersenyum itu PILIHAN kita.



Sekalipun tubuh kerasa kayak diinjek-injek, mual kagak karuan, tiap makan muntah lagi, kita mau ngomel atau mau tersenyum itu PILIHAN kita. we DO HAVE A CHOICE. Di sinilah gue belajar untuk makin bergantung sama Tuhan dalam menghadapi mood swing gue. En salah satu cara menjaganya, itu gue sering bersenandung lagu rohani. Pagi2 begitu bangun, either pasang CD lagu atau gue nyanyi2 lagu rohani.



Gals, kita semua tentunya senang melihat anak-anak yang banyak tersenyum, mudah tertawa. Kita tentu juga berharap kalau punya anak jangan sampe anak kita moodnya jelek sekali, kalo sekali dia marah dia bakal ngomelin org serumah atau teriak2 atau banting pintu, atau lempar semua mainannya. Ngga ada org suka dgn anak2 yang seperti itu. Nah, kita bisa mendidik mereka jadi anak yang gampang tersenyum atau gampang marah bisa dari sejak mereka masih dalam kandungan. Yaitu dgn kita sebagai ibu, juga melakukan hal yang sama.



Ketika kita mual setengah mampus, kita tetep bisa bilang ama anak kita, "Dek, Bunda rasanyaaa nggaaa enaakkkk bgt. Tapi kita tetap nyanyi memuji Tuhan yuk. Karena Tuhan itu bae dan selalu bae. Yuk kita hitung berkat Tuhan. emank badan bunda ngga enak tapi Tuhan bae kasih bunda suami yang baaeee sekali."



Atau ketika mood kita melonjak, bisa kok bilang sama dia, "Dek, Bunda rasanya keseeelll en pengen ngamuk tapi Tuhan Yesus bilang kita jadi orang harus lemah lembut dan lambat untuk marah."

Ketika ada orang yang ngeselin kita bangeeeettt en bikin kita sedih kita bisa bilang, "Dek, Bunda ngerasa sedih kok org itu begitu sama Bunda. Tapi Tuhan Yesus bilang kita harus mengasihi orang-orang yang menganiaya kita dan berdoa bagi mereka yang menyakiti kita. Tuhan Yesus juga bilang kita jangan membalas kejahatan dengan kejahatan tapi harus membalas kejahatan dengan kebaikkan. Yuk kita berdoa buat org yang bikin Bunda kesel itu."



Is that WONDERFUL that our children learn Godly values even before they were born! :D

En itu mungkin. Itu tergantung sang ibu :) Ketika dia mengalami begitu banyak ketidak enakkan, ketidak nyamanan, mengalami banyak hal yang membuat emosi kita melonjak ups and down, kita mau pilih mana? Ngomel tiada henti, atau tetap memuji Tuhan? Ketika kekuatiran melanda, en kita tergoda untuk marah, kesel, apakah kita mau bergantung sama Tuhan dan tetap memilih apa yang berkenan di hadapan Tuhan atau kita mau menyerah kepada keadaan?  Apakah kita mau ikut berperang dengan Tuhan, melawan pikiran-pikiran jelek, serangan2 kekuatiran dari setan yang ingin melemahkan iman kita dan bayi kita, atau kita berpikir serangan2 itu terlalu kuat en gue ngga bisa atasi?



The choice is yours ...



to all bumil yang sedang berjuang juga. :D maupun tuk pakmil (suaminya bumil) yang juga berjuang :p


As a medical student, I can't agree more. Meskipun aku masi jauuuuuuhhhhhhh dari yang namanya hamil, tapi alesan kenapa aku re-post tulisan ini adalah karena aku prihatin sama bumil-bumil yang belum tau tentang efek suasana hati & pikiran sang mama ke bayi mereka.. Yang masi belum mau untuk berusaha untuk gak keep the same thoughts or way of thinking waktu mereka belum hamil. Misalnya, mereka yang biasanya ngambekan, suka ngomongin orang, sll dsb dst, bisa-bisa ntar anaknya jadi gitu dehh.. *cuy3, ketok-ketok kayu 3 kalii >.<* Bukannya mendoakan, cuma giving advice & reminder ajaa, okeyy! Jadi, para bumil, stay calm & be in peace, for it can affect your baby, too. Good luck & enjoy your pregnancies! :)

No comments:

Post a Comment