Monday, April 4, 2011

The 5 Languages of Apology

Barusan aku abis ngomongin tentang "Bahasa Cinta" ato "The 5 Love Languages".

Ternyata, selain bahasa cinta, ada juga "The 5 Languages of Apology"! Nah klo yang ini saya baru tau juga, sodara-sodaraa.. En what makes it fun & interesting, kita bisa tes bahasa maaf kita juga! Cukup klik SINI to find out what's your main language of apology.

Apa sih, "languages of apology" ituu? Sama kayak "bahasa cinta", kita juga punya "bahasa permintaan maaf" yang berbeda-beda tiap individu. We need to know what is/are OUR & OTHER PEOPLE'S languages of apology to gain their apology better. Tapi bukan berarti setelah kita tau "senjata" untuk minta maaf ke orang itu, trus kita cuma "sekedar" minta maaf sesuai dengan bahasa permintaan maafnya dia lho, Guys! Meminta maaf tetap harus SELALU dilakukan dengan sungguh-sungguh, tulus, dan sepenuh hati. Gak asal "pokoknya gue udah minta maaf, dia senang, dia maafin gue, gue senang, dunia gembira". Hahaha.. Permintaan maaf tanpa disertai ketulusan & kesungguhan sama aja NOL BESAR. Setujuuu? =)

Sekarang pertanyaannya adalah, apa aja sih "The 5 Languages of Apology"? Mari kita bahas satu-satu di sini:


1. Expressing Regret


Bahasa maaf yang satu ini, cukup menunjukkan & bilang that you're sorry by simply saying "I'm sorry". Titik. Tanpa perlu ada embel-embel janji ato seribu satu alesan why you did that. Embel-embel begitu malah akan terkesan "cari excuses", membela diri, cari alibi, dll. Orang yang bahasa maafnya "expressing regret" cukup mendengar permintaan maaf yang TULUS. Ingat, tanpa embel-embel apapun, ketulusan bisa terpancar dari mata, dari cara kita mengungkapkan permintaan maaf kita, that we REALLY ARE SORRY for what we've done.


2. Accept Responsibility
"I know what I had said was wrong and that I hurt your feeling."


Buat bahasa maaf yang satu ini, cuma sekedar kata-kata "I'm sorry" won't work. They need you to really know WHAT or WHY you're sorry to show your sincerity. Kalo orang dengan bahasa maaf "expressing regret" puas dengan kata-kata "I'm sorry", orang dengan bahasa maaf "accept responsibility" needs the words "I was wrong". Tau kan bedanya, cuma sekedar bilang "Maaf ya," ama bilang "Gue tau gue salah."? ADMITTING that we were wrong is even harder than just SAYING sorry.


3. Make Restitution
"I promise that will not happen again in the future!"
"I promise I'll do everything the next time you need me."


Orang dengan bahasa maaf ini berpedoman pada "sorry alone is never enough". Buat nunjukkin & ungkapin ketulusannya, mereka merasa perlu untuk DO SOMETHING REAL. Kasi bunga, misalnya. Atau dengan JANJI-JANJI gak akan ngulangin hal yang sama di kemudian hari. Demikian juga waktu orang lain minta maaf sama mereka. Words won't work. They need actions. Mereka perlu diyakinkan lewat tindakan nyata untuk bisa percaya bahwa orang itu beneran sungguh-sungguh & tulus minta maaf sama mereka.


4. Genuinely Repent
"Is it too late to do it? Is there anything I can do to make up for what I did?"


Ini juga berhubungan sama tindakan NYATA. Buat bahasa maaf "genuinely repent" ini, permintaan maaf harus diikuti & dibuktikan dengan adanya PERUBAHAN. Dalam sifat, dalam tingkah laku, dalam apapun yang bikin dia tadinya marah ato ga suka. Kalo dia gak melihat adanya perubahan, dia menganggap "Si Pelaku" gak sungguh-sungguh dan cuma "omdo" alias "omong doank", hehe..


5. Request Forgiveness
"You have a right to be upset, but I hope you can forgive me & remain me as a friend despite of your disappointment."


Mungkin ini bahasa permintaan maaf yang paling susah. Paling susah untuk dijelaskan, paling susah untuk dimengerti, dan paling susah untuk diwujudin. Bahasa ini menuntut pengampunan yang absolut dan nyata. Maksudnya, orang seringkali "memaafkan", tapi gak bener-bener "mengampuni". Kita bisa bilang, "Yaudahlah, gak papa, buat apa marah-marah terus, toh dia juga udah minta maaf." tapi sebenernya deep down mereka masih menyimpan sesuatu ato belum bener-bener memaafkan, belum bener-bener mengampuni. Dan for a while, hal itu mungkin akan sedikit berpengaruh sama hubungan mereka. Kan untuk benar-benar mengampuni butuh proses. It takes time. Tapi untuk orang-orang dengan bahasa maaf "request forgiveness", mereka butuh untuk benar-benar diampuni & restore everything back kayak sebelum kesalahan itu terjadi. Mereka bakal pasrah sama apapun yang diminta oleh pihak "korban" asalkan mereka beneran diampuni & hubungan mereka bisa balik seperti dulu lagi.

Aduuh, bingung ngejelasinnya.. So far sih begitu yah pengertian aku tentang bahasa maaf yang satu ini. As I've said, bahasa ini susah banget buat dimengerti.. Coba baca sendiri aja penjelasannya di SINI & see if you have different understanding with me. Kalo aku salah, please please let me know okayy!


Sekarang udah ngerti, kan, why we need to know & understand other people's languages of apology? Terutama di dalam suatu hubungan. Misalnya, orang yang bahasa permintaan maafnya "make restitution". Dia akan meminta maaf plus kasi bunga ke cewenya, padahal si cewe yang bahasa maafnya beda ("accept responsibility", misalnya) gak butuh itu. Dia cuma butuh si cowo sungguh-sungguh minta maaf & mengakui kesalahannya. Ato sebaliknya, kalo si cowo cuma sekedar bilang "Sorry", sedangkan si cewe menuntut tindakan nyata untuk ngebuktiin kesungguhan si cowo, kan syusyahhh tuh buat si cowo ngedapetin maaf dari si cewe & membuktikan kesungguhan dia. Gitu lhoooo Guys, hehehe..

By the way, setelah ikut tes-nya, hasil dari tes-ku adalaah:

Your Scores

6Expressing Regret
7Accepting Responsibility
3Making Restitution
3Genuinely Repenting
1Requesting Apology

Bener sih hasilnya. Buat aku, orang itu udah mau bilang "Maaf" atau bahkan sampe mengakui kesalahannya, aku udah appreciate itu banget. Aku tau, even saying "I'm sorry" is not that easy. Buat aku, syaratnya cuma satu: TULUS. As long as I can capture the sincerity through the eyes or the way they say it, I appreciate it a lot. Aku bener-bener ga butuh janji. Kalo bisa malahan aku gak mau denger janji-janji. Karena, who knows what will happen in the future? Janji-janji itu malah terdengar agak bullshit buat aku. Dan malah akan semakin menyakiti aku, kalo next time ternyata dia ngulangin kesalahan dia, karena selain mengulangi, dia juga melanggar janjinya itu. Kayak dikasih janji & harapan kosong, kan? So, for me, you'd better not making any promises.


Setelah tau semua languages of apology di atas, berasa ribet banget yah! Ga sesimpel bahasa cinta yang mudah dimengerti. Memang, "minta maaf" dan "memaafkan" adalah 2 hal yang susah untuk dilakukan, karena itu menyangkut perasaan serta harga diri. Yang terpenting dari segalanya adalah, ask for God's guidanceAsk for His help, baik untuk memaafkan maupun meminta maaf. Inget, Tuhan mengajarkan kita untuk mengampuni, again, again, and again. Yuk, kita sama-sama belajar bertumbuh di dalam Kristus, karena gak muna, aku juga manusia, yang suka susah untuk mengakui kesalahan, apalagi untuk mengampuni :( Tapi aku mau untuk keep on trying, keep on learning, to do what God asks us to do. Karena Tuhan pun mengampuni. Tuhan Maha Rahim. Kalo Tuhan, Sang Pencipta, bisa mengampuni, why can't we? Ayo kita belajar untuk mengakui kesalahan & mengampuni sesama kita =)

Tuhan, kami mau belajar untuk mengampuni
Bantu kami, Tuhan
Ajar kami untuk mau mengakui kesalahan serta mengampuni sesama kami
Seperti Engkau mengampuni kami
Kami mau ikut Engkau, Tuhan
Kami mau terus jadi Anak-anak Terang-Mu
Bantu kami, Tuhan..

No comments:

Post a Comment