Tuesday, May 24, 2011

Cinta Tidak Harus Memiliki - The Conclusion

Topiknya masih lanjut topik sebelumnya: Cinta Tidak Harus Memiliki.

Setelah beberapa komen & post-post yg dibikin oleh teman2ku tercinta regarding to that post, I finally got the conclusion. Tp baru sekarang sempet nge-post setelah tertahan selama berhari-hari, hehe..
Sebelumnya, aku pengen emphasize bahwa "cinta" yg aku maksud adalah cinta antara lawan jenis, bukan cinta orang tua ataupun jenis2 cinta yg lain. Sorry that I didn't mention it before, hehe..

Kesimpulannya adalah: Cinta SELALU INGIN memiliki, tapi cinta TIDAK HARUS memiliki.

Selama ini aku salah kaprah sama kalimat ini. Salah antara kata "ingin" dan "harus". Bohong kalo cinta tidak ingin memiliki. Kalo kata Ci S, kalo cinta tidak ingin memiliki, gak ada yg namanya pedekate, hehehe.. Bohong kalo cinta ga sakit waktu ngeliat orang yg dicintai ato disayangi diambil orang lain. Tapi ada saatnya cinta harus rela melepas, dengan berbagai macam alasan. Budaya, prinsip, situasi, kondisi, dll. Banyak banget yg bikin sometimes we have to give up on love, for the sake of other people, not only for us & the person we love.

Misalnya, cinta yg terhalang restu dr orang tua karena perbedaan yg ga mungkin diubah atau disatukan. Restu dr orang tua adalah segalanya - menurut aku - jd kalo ga dapet restu dr orang tua apalagi dgn alasan yg masuk akal, masa kita harus give up orang tua kita sendiri, orang yg uda ngelahirin, merawat, membesarkan & membiayai kita selama ini? Atau contoh lain lagi, waktu kita uda putus ama mantan, tp kita masih sayang. Nonononoo, we can't just "stay" there. We have to move on, sesakit apapun itu, sebesar apapun rasa sayang & cinta kita ama dia.

Yg aku sekarang udah ngertiin adalah, bahwa cinta memang tidak selalu harus memiliki, tp BUKAN TANPA RASA SAKIT. BUKAN TANPA PERJUANGAN, BUKAN TANPA PROSES untuk MERELAKAN. Selama ini aku merasa kalimat "Cinta Tidak Harus Memiliki" cuma sekedar sebuah kalimat indah yg ga realistis karena entah kenapa, aku membayanginnya sebagai sesuatu yg tanpa proses & tanpa rasa sakit. Bisa dengan sebegitu ikhlasnya merelakan their beloved ones go with other persons. Bahkan aku ngebayanginnya mereka tersenyum waktu ngeliat org yg mereka cintai tersenyum meskipun senyum itu untuk orang lain, lhoo *kebanyakan nonton film nehh!! Hahahaha* Well, mungkin pada akhirnya mereka memang bisa ikut tersenyum untuk orang itu, tp aku yakin itu setelah "proses berdarah" terlebih dulu, dan bahkan mungkin, meskipun mereka tersenyum, tp mereka ttp tersenyum dgn luka di hati yg masih tetep akan ada bekasnya.

Thank you for all of you yg udah buat aku finally understand & berakhir pada kesimpulan ini, hehe.. Sekarang aku ga melihat kalimat "Cinta Tidak Harus Memiliki" sebagai kalimat yg ga realistis, cuz it doesn't say "Cinta Tidak Ingin Memiliki" =p Gak peduli se-complicated & sesakit apapun cinta itu, tetep kita harus punya cinta di hati. Terus memupuk cinta buat sesama & most most importantly, to Our Creator. Tetep percaya that He knows the best, & He'll make it happen in HIS time, not ours. Stay in faith, stay with God, & He'll give us strength no matter how bad life treats us. Guaranteed! It's been proved!! =)


P.S.: "Letting go doesn't mean the love becomes less. It simply means that we have to turn loose of some of apron strings and let them fly on their own" --> LOVE it :)

No comments:

Post a Comment