Monday, May 16, 2011

Cinta Tidak Harus Memiliki

Kamu yang ngajarin aku tentang hidup.. Iya kamu! Yang bisa bikin aku belajar, bahwa cinta tuh nggak harus memiliki.. Gue nggak mau kehilangan loe tapi gue lebih nggak mo loe kehilangan segalanya.. Gue rela kehilangan loe, asal loe nggak kehilangan hidup loe, kebahagiaan loe.. Gue pengen loe bisa nemuin cinta sejati loe.. Dan gue rasa, orang itu bukan gue…

Mint Chocolate Chip

Gara-gara abis buka blog di Tumblr, en nemuin quote ini, aku jadi teringat sama pertanyaan yg I've been questioning selama ini..

"Cinta tidak harus memiliki."
"爱不一定要拥有。爱就是给她自由" (translate: Cinta tidak harus memiliki. Cinta berarti memberi dia kebebasan).

Jujur, aku ga setuju sama 2 quote di atas. Padahal ampe ada dua bahasa ya, yg artinya at least ada dua bahasa yg menyetujui prinsip itu. Tp so far, setelah semua pengalaman & perjalanan panjang dlm urusan hati, aku masih belum bisa setuju. Mungkin karena aku belum pernah bisa mencintai seperti itu?

Bener nggak sih, ada cinta yg seperti itu? Sebegitu tulus & besarnya cinta itu sampai2 dia rela menderita ngeliat orang yg dicintainya bahagia, meskipun sama orang lain? Apa itu berarti selama ini perasaan yg aku rasain di sepanjang hidupku belum cukup tulus, makanya aku masih selalu ingin memiliki orang yg aku sayangi? Belum cukup besar untuk bisa liat orang yg aku sayangi tersenyum untuk orang lain, instead of me, and got jealous easily?

Bahkan di saat aku pikir aku udah mulai merasakan & tau yg namanya "mencintai/menyayangi dengan tulus", di saat aku pikir, "Mungkin ini yah yg dimaksud dari cinta tidak harus memiliki," pun, ternyata aku masih ga rela tiap kali inget kenyataan bahwa gue & dia ga mungkin make it happen. Masih jealous berat tiap kali liat dia deket ama orang lain.

Bukan, ini bukan curcol - curhat colongan - tentang kejadian masa sekarang. Ini adalah rangkuman dr semua pengalaman-pengalamanku selama ini, yg mana kesimpulannya buat aku adalah, aku masih belum bisa percaya bahwa cinta itu tidak harus memiliki. Tapi bukannya trus aku bilang bahwa quotes itu salah lho! Mungkin emang bener ada cinta yg seperti itu, dan berbahagialah kamu yg pernah ato bisa mengalami cinta yg seperti itu, karena menurut aku, itu berarti kamu udah pernah mengalami cinta yg pure. Kalo aku, belum. Kalo aku udah bisa melihat dia dengan orang lain tanpa merasa apa-apa (jealour or sakit hati), itu berarti, di saat yg sama, perasaanku buat dia memang udah hilang. Udah get over him. Jd itu bukan "cinta yg tidak harus memiliki".

Aku cuman pengen tau aja, for REAL, apakah memang ada cinta yg seperti itu? You know what I mean? I mean, kalo one of people you know or people surrounding you ada yg pernah mengalaminya, then kita bakal baru bener-bener percaya bahwa itu emang ada & bisa terjadi. So, how about you? Have you ever experienced that kind of love, or you feel the same way with me?

No comments:

Post a Comment