Wednesday, August 31, 2011

Bulan dan Bintang



Lg mellow nih, mungkin jg karena bawaan PMS, hehehe..

Anyway..
Entah mengapa, kebanyakan orang lebih suka bintang daripada bulan. Mungkin karena jumlahnya yang banyak, menghiasi langit malam yang hitam dengan sinar mereka yang indah. Kecil-kecil, tapi banyak. Layaknya taburan permata di langit. Atau mungkin juga karena bentuk2nya yang unik. Well, aku nggak terlalu tau tentang dunia per-astronomi-an, aku juga ga tau tentang berbagai macam bentuk bintang yang orang-orang bicarakan, tapi harus kuakui, aku pun lebih suka bintang daripada bulan. Karena alasan yang aku sebutkan pertama kali tadi. Melihat bintang di malam hari, rasanya menyejukkan hati. Apalagi kalau ada seseorang yang istimewa bersama kita. Melihat bintang bersama di atas genteng *imajinasi mulai aneh, hehe.. ini sebenernya mau ngomong serius, mellow, ato bercanda sih?* Haha, selingan dikit gak dosa lah ya =p

Tapi.. Kalau dilihat dari sisi yang lain.. Mungkin dari sisi Si Bulan itu sendiri, hehehe.. Bulan lah yang tetap setia ada di sana, menerangi bumi kita tercinta. Dia yang tidak iri terhadap bintang-bintang, meski manusia lebih mengagumi mereka daripada dirinya.

Bahkan ketika Bintang tak terlihat di langit, kamu tak akan menyadari dan mensyukuri keberadaan Bulan di sana, karena kamu masih terlalu sibuk mencari Bintangmu.

Entah kalian memahami makna dari kalimat di atas atau tidak, tapi kalimat ini cukup menohok bagiku. Aku jadi mulai menyukai Sang Rembulan, dan tidak meng-anaktiri-kannya. Terutama lagi setelah aku baca Supernova-nya Dee yang pertama,  Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh.


Ksatria jatuh cinta pada Puteri bungsu dari Kerajaan Bidadari.
Sang Puteri naik ke langit.
Ksatria kebingungan.
Ksatria pintar naik kuda dan bermain pedang,
tapi tidak tahu caranya terbang.
Ksatria keluar dari kastil untuk belajar terbang pada kupu-kupu.
Tetapi kupu-kupu hanya bisa menempatkannya di pucuk pohon.
Ksatria lalu belajar dari burung gereja.
Burung gereja hanya mampu mengajarinya sampai ke atas menara.
Ksatria kemudian berguru pada burung elang.
Burung elang hanya mampu membawanya ke puncak gunung.
Tak ada unggas bersayap yang mampu terbang tinggi lagi.
Ksatria sedih, tapi tak putus asa.
Ksatria memohon pada angin.
Angin mengajarinya berkeliling mengitari bumi,
lebih tinggi dari gunung dan awan.
Namun Sang Puteri masih jauh di awang-awang,
tak ada angin yang mampu menusuk langit.
Ksatria sedih dan kali ini ia putus asa.
Sampai satu malam ada Bintang Jatuh yang berhenti
mendengar tangis dukanya.
Ia menawari Ksatria untuk mampu melesat secepat cahaya.
Melesat lebih cepat dari kilat dan setinggi sejuta langit dijadikan satu.
Namun kalau Ksatria tak mampu mendarat tepat di Puterinya,
maka ia akan mati.
Hancur dalam kecepatan yang membahayakan,
menjadi serbuk dan membedaki langit, dan tamat.
Ksatria setuju. Ia relakan seluruh kepercayaannya pada
Bintang Jatuh menjadi sebuah nyawa.
Dan ia relakan nyawa itu bergantung hanya pada
serpih detik yang mematikan.
Bintang Jatuh menggenggam tangannya.
"Inilah perjalanan sebuah Cinta Sejati," ia berbisik,
"tutuplah matamu, Ksatria. Katakan untuk berhenti begitu hatimu
merasakan keberadaannya."
Melesatlah mereka berdua.
Dingin yang tak terhingga serasa merobek hati Ksatria mungil,
tapi hangat jiwanya diterangi rasa cinta.
Dan ia merasakannya... "Berhenti!"
Bintang Jatuh melongok ke bawah,
dan ia pun melihat sesosok puteri cantik yang kesepian.
Bersinar bagaikan Orion di tengah kelamnya galaksi.
Ia pun jatuh hati.
Dilepaskannya genggam itu.
Sewujud nyawa yang terbentuk atas cinta dan percaya.
Ksatria melesat menuju kehancuran.
Sementara Sang Bintang mendarat turun untuk dapatkan Sang Puteri.
Ksatria yang malang.
Sebagai balasannya, di langit kutub dilukiskan Aurora.
Untuk mengenang kehalusan dan ketulusan hati Ksatria.

Aku jadi sebel banget sama Bintang Jatuh, hehehe.. Tapi tetep, it is the coolest fairytale I've ever read. And the sadest, probably.


Jadi, mungkin sekarang aku akan lebih sering menggunakan "Bulan" daripada "Bintang", seperti dalam puisiku, MIMPI. Meskipun semuanya itu tak akan bisa merubah perasaanku ketika melihat bintang-bintang di langit =)


Sometimes, the person you're looking for is right in front of you the whole time.

Mimpi

Apa yang membuat manusia dapat terus hidup, bahkan di tengah-tengah keputusasaan?
Apa yang membuat harapan kita terus ada, bahkan di tengah-tengah kemustahilan?

Mimpi, jawabnya

Mimpi membiarkan kita terus berangan-angan dan berimajinasi tentang segala yang tidak nyata
Mimpi membuat kita terus berusaha menggapai bulan di tengah gelapnya malam
Mimpi itu begitu indah, karena kitalah sutradaranya

Namun terkadang, kenyataan bisa lebih indah dari mimpi
Sebegitu indahnya, sampai-sampai kita bertanya sendiri dalam hati,
"Apakah ini mimpi?"

Kalau ini memang mimpi
Jangan bangunkan aku dari mimpi indahku
Karena aku takut, ketika saat itu datang
Saat di mana mataku harus benar-benar terbuka, dan mimpi indah inipun harus berakhir

... Karena kaulah mimpiku ...

Friday, August 19, 2011

Tiba saatnya..

Yeahh.. Tanpa terasa, sekarang udah tanggal 19 Agustus 2011. As always, time flies. 19 Agustus 2011 adalah tanggal dimana aku harus kembali ke Suzhou, Cina. Tapi, kalo boleh jujur, kali ini nggak gitu terlalu berasa kaget sama cepatnya waktu berjalan, mungkin karena dari awal di pikiranku, aku memang cuma pulang sebentar ke Indonesia, ga lama-lama, jadi ga heran kalo tiba2 udah harus balik ke Suzhou lagi.

Memang, rasa-rasanya aku udah betah di sana. Meskipun memang bukan orang yg gampang home sick, tp dulu aku selalu excited banget tiap mau pulang Indo & berat waktu harus meninggalkan Indo lagi. Tp sejujurnya kali ini aku nggak merasakan excitement yg sama seperti dulu. Waktu mau pulang Indo kemarin, yg bikin aku super excited & pengen cepet2 pulang adalah karena pengen liat keponakan pertamaku yg baru lahir, Mikael. Sekarang pun, hal utama yg bikin aku berat untuk kembali ke Cina adalah Mikael. Pengen setiap hari liat mukanya yg super lucu, mulutnya yg suka bikin gerakan aneh2 yg super duper imut, gantiin popoknya, gendong2 dia, ninabobo-in dia, dll. Rasanya beraaaatt untuk melewatkan tiap stage dalam perkembangannya. Karena aku gak bakal pulang Indo lagi untuk jangka waktu at least 1.5 tahun. Wow, coba bayangin, 1.5 tahun lg Si Mika udah segede apa. Udah bisa lari mungkin, trus makin lucu aja. Tp pastinya udah lupa & gak kenal sama aku. I'll be a stranger for him :(

Tp selain itu, I am so ready to be back to China. Well, I'll miss my family & friends, for sure, tp itu udah terjadi selama 4 tahun terakhir ini. Dan udah terbukti, nggak ada jarak yg mampu memisahkan & memutuskan ikatan persaudaraan & persahabatan kita =) Di China, banyak hal menanti. Cari apartemen, perayaan Hari Kemerdekaan RI di Shanghai, trip to Xi'An, buanyaaakk dehh pokoknyaa.. Semua itu bikin aku excited untuk kembali ke Suzhou, get my life back. Ya, bisa dibilang sekarang hidupku ada di sana. Tp tetep, rumahku adalah Indonesia..
Super excited untuk pindah ke apartemen, excited untuk balik nge-les Chinese lg, excited untuk memulai semester yg baru (hehehe), excited untuk ketemu sama temen2 yg ada di sana, excited untuk berkarya bersama SISC, excited untuk dekor kamar, excited untuk minum Coco.... *mulai ngaco* Hehehehe..

Aku cuma pengen menikmati masa-masa sekarang, dimana aku masih bisa kembali ke Suzhou. Meskipun jauh dari keluarga & teman2 di Indonesia, tp beneran deh, Suzhou itu ngangenin. Kemarin "ngobrol" sama Achenk di Twitter, dan dia bilang dia iri sama aku yg bakal balik ke Suzhou. Dia barusan graduated & uda for good ke Indo. But she's missing her life in Suzhou. Padahal jauh dari pacar jg loh dia, tp dia tetep pengen balik ke Suzhou - meskipun aku yakin, dia menikmati jg hidupnya di Indo *ya kan Chenk?? LOL*

Tp Achenk bener. Kita2 yg sekolah jauh dari rumah, keliatannya sengsara, home sick terus2an, pengen cpt2 liburan mulu biar bisa pulang. Guys, aku cuma mo bilang, treasure every moment you have now. Because someday, after we're graduated & go back to Indo for good, you'll be missing the place where you are now, and those things you're doing now. You'll be missing everything there, baik temen, makanan, tempat2 nongkrong, sampe kesibukan2 kita sekarang. Kalo uda for good, mau balik pun susah, paling2 buat liburan aja. So, berhenti meratapi keadaan, dan syukuri apa yg ada sekarang. Keberadaan kita, kesibukan kita, semua yg kita miliki, termasuk "keluarga" kita di tempat yg jauh dari rumah ini.

Anyway, aku hepiiii banget, karena td masih sempet ketemu Mika buat yg terakhir kalinya sebelum aku balik ke Suzhou besok. Tadinya aku sedih, soalnya tadi siang waktu aku datengin rumah Ccku, ehh, ga bisa ketemu Mika, gara2 Mika-nya lg bobo sama neneknya :( Tapi dasar Tante yg pantang menyerah, malemnya abis makan bareng orang rumah, aku ngajak ke rumah Cc lg. Dan usahaku membuahkan hasil: ketemu Mikaaaa! ^^ Huahahahaha.. Dan tadi aku jg sempet ninabobo-in dia, gendong dia, gantiin popoknya. Komplit deh pokoknya! Wakkaka.. Bahagianyaaa =p Kenapa yah, baby bisa bikin kita bahagia banget, en ga bosen ngeliatinnya walaupun diliatin tiap hari & mereka masih blom bisa ngapa2in, hahahha.. *Soalnya lo belom pernah ngerawat anak ampe begadang2 tiap malem, Non!* Huehehehehhe..

So, yes, I'm going back this morning. Sekali lg, meninggalkan keluarga, teman, negara tercinta. Aku mau menikmati & mensyukuri 1.5 tahun terakhir dari masa kuliahku di Suzhou!

Till we meet again, all of my family & friends! Kita akan selalu jauh di mata tapi tetap dekat di hati =) Love love y'all *HUGS*

Sunday, August 7, 2011

3 weeks old

Apa kabaar, Duniaa?? Semoga kabar baik semua yah =) Aku lg flu, pilek2 ga sembuh2 uda ampir seminggu. Lg musim bgt rupanya flu di sini. Di rumah aja yg batuk ada 2 org, yg pilek ada 1 - aku, hehe.. Papa suaranya ampe ilang, wkwkwk..

Aku biasanya ga terlalu bother untuk minum obat kalo cuma sekedar flu. Pada dasarnya aku emang jarang & ga suka minum obat. Batuk pilek kan salah satu bentuk perlawanan dari sistem daya tahan tubuh kita :) Kalo uda ampe lebih dr seminggu en mengganggu kehidupan sehari-hari ato ampe ga bisa tidur berhari-hari, baru deh minum obat. Kalo dikit2 selalu diminumin obat apalagi antibiotik kan lama-lama badan kita jd resistant alias kebal sama tuh obat.

Tapiii, pilek kali ini aku bener2 pengen cepet sembuh! Makanya dr hari ketiga sejak pilek pertama aku udah mulai minum obat. Mau tau alesannyaaa? *bunyi genderang gak penting*
Soalnyaa, kalo aku sakit, aku jd ga bisa dateng liat Baby Mika!! Wkwkwkwwkk.. Tau ga sih, bahwa dia tuh ngangenin bgt bgtt? Makanya harus cepet sembuh nihh!! Hueehhehe..

Kemarin, dua hari berturut-turut aku akhirnya jengukin Si Mika bentar *udah gak tahan, bow! =p* Demi ga menyebarkan virus, aku belain pake masker wajah buat nutupin idung & mulut, hahahha.. Dan taukah kalian.. Baru semingguan ga liat Mika, berasa dia udah gedean aja! Yg jelas, matanya udah makin gede bukanya. Trus, indera2nya jg udah lebih sensitif. Biasanya tuh baby meskipun ada orang banyak lg ngobrol2, dia kaga peduli sama sekali, malah tetep asyik bobo. Tp waktu aku dateng kemarin, dia baru aja abis dimandiin & mimik cucu, so it was time for him to sleep. Pas uda ampir bobo, Si Gembul - anjing peliharaan kakak ipar - gonggong. Mika-nya agak kaget gitu trus ga jadi bobo, haha.. Trus kemarin pas dia lg bobo, aku elus2 tangannya, dia bereaksi. Kayak agak geli2 gitu, huehehehe.. Padahal biasanya, mo ada gempa pun dia kaga peduli, kali *lebaii* Hoorayy!!

Well, begitulah perkembangan Baby Mika sampe 3 weeks old ini. Mumpung masih bisa memantau perkembangannya sekarang, sebelum balik ke Suzhou 19 Agustus ntar =( Belum ada foto terbaru nih, soalnya baru 2x ksana & pas ga bawa kamera, hehe.. Lagian masih baby bgt, sebulan aja belum, jd ya msh gitu2 aja.. Kebanyakan kegiatannya ya bobo, mandi, mik cucu, bobo, eek, pipis, bobo lg, mik cucu lg, bobo lg, udah ah capee..

Gak terasa minggu dpn dia udah Full Month!! Semoga perkembangannya terus lancar & sempurna yah, amiin =)

BFF

Hari ini dan kemarin (5-6 Agustus 2011), ada buanyaaaaakkk temenku yg diwisuda, yaitu mereka2 yg kuliah di UK Petra jurusan Komunikasi, Teknik & Pariwisata. Dr sekian banyaak temen yg diwisuda, 4 di antaranya adalah my best friends:
- Rafika Natalia Dewi Chandra, S.T.
- Fangdya Selamet, S.T.
- Angellina Handoko, S.Par.
- Linda Tanuwijaya, S. Par.

Yg sedihnya adalah aku ga bisa dateng ke acara graduation merekaaa!! T___T Padahal tadinya dr waktu masih di Suzhou aku udah merencanakan mo dateng ke graduation mereka, tp ternyata oh ternyata, jadwal graduation mereka beda2, en FYI, UK Petra itu jauuuuhhh dr rumahkuu.. Trus td aku ada acara ke Malang ama keluarga. Jadinya ga bisa dateng dehh.. So saddd :(

Tapi, di lain sisi, aku jg banggaa bgtt sama temen2ku ituu.. Banyak yg lulus cumlaude, euyy! So happy & proud of you, friends! :)

Di hari ini jg, aku tiba2 jd mellow.. Jd kangeeeeeennnn banget ama Angel.. She is my first best friend ever. Kita udah deket & sahabatan dr SD. Inget banget, kita sama2 suka Hello Kitty, trus aku suka nginep2 di rumah dia. Suka ngiri sama kamar dia yg hampir serba Hello Kitty hahahahaa..
Kita udah super duper lama ga ketemu.. Kapan yah terakhir kita ketemuu?? Yg pasti, years ago. And since her family moved to Jakarta, dia bakal pindah ke Jakarta jg setelah lulus ini, kerja di Jakarta, hidup di sana.. Ga tau kapan kita bisa ketemu lg.. Miss her so baddd :'(

Ternyata bener. Makin deket mau lulus, rasanya there's a part of us yg ga pengen lulus. Ga pengen pisah sama temen2. Aku ga bisa bayangin nanti kalo aku lulus gimana. Apalagi sebelum aku lulus, aku masih harus 2x mengucap salam perpisahan buat senior2 yg lebih dulu lulus. Huwaaaa.. I hate farewell!! Kadang mikir, pengeen banget waktu berhenti di sini aja. Jadi kita ga usa memikirkan masa depan. Ga usa pusing2 ato bingung2 "What's next?". Ga usa berpisah sama orang2 yg sekian lama udah jadi bagian hidup kita, orang2 & lingkungan yg kita sayang.

However, life goes on, whether we like it or not.

Masa depan masih merupakan sesuatu yg buram bagiku. Tapi yg jelas, tadi aku & Angel udah bikin janji tak tertulis - yg sebenernya udah ada sejak dulu - bahwa, di mana pun, sampai kapan pun, no matter what, we'll be best friends forever!! Karena meskipun kita terpisahkan jarak selama ini - beda sekolah, jaraaaaanggg banget ketemu sejak lulus SD - ternyata masih banyak yg mengikatkan kita berdua. "That" connection. Salah satu contohnya adalah bisa2nya kita berdua sama2 adalah Liverpudlians, ketika mayoritas orang dukung Manchester United, Chelsea, Arsenal, etc, tp kita sama2 cinta mati sama Liverpool =D

CONGRATULATIONS Angel, Pung2, Fangdya, Cing2 & teman2ku yg laiiinn!!
Our journey is definitely still a long long way to go.. Go live your life, enjoy your job, Guys! Good luckk!
Nanti kita reunian di wedding parties kita yaa, wkwkwkwk..


Sylvia & Angellina : 1996 - FOREVER =)
Persahabatan kita tak lekang oleh waktu dan jarak ;)

YOU'LL NEVER WALK ALONE *hugs & kisses* 

Thursday, August 4, 2011

Cinta

Apa itu Cinta?
Hal yang sudah-sudah malah membuatku tidak mau percaya akan cinta
Memikirkan cinta saja sudah muak rasanya
Dengan seenaknya cinta mengaduk-aduk perasaan manusia
Mempermainkan bagian yang paling sensitif dari manusia: HATI

Ingin kuberteriak pada dunia:
Aku tak mau lagi berurusan dengan cinta!

Cinta hanya bikin kita jatuh
Dan jatuh itu sakit
Aku tak ingin lagi merasakan sakit
Perih
Lukanya yang tak kunjung sembuh
Bahkan waktu pun tak dapat menjawab kapan luka itu 'kan hilang

Tapi nyatanya
Ketika cinta itu tiba-tiba datang
Diri ini tak kuasa menahan
Yang ada hanyalah penyangkalan
Bahwa aku tidak kenal cinta
Aku nggak jatuh cinta!

Tuesday, August 2, 2011

Dream Box

Wow. Pagi ini aku berantem sama Cc untuk yg pertama kalinya dalam setahun. Bukan hal yg 'wah' memang, kalo aku berantem sama Cc. Justru agak nggak bisa dipercaya kalo mengingat kenyataan bahwa liburan winter kemarin aku ternyata ga pernah berantem sama dia. Cekcok hal kecil sih iya, pasti, tp ga sampai ke hati.

Ribut-ribut pagi ini jg nggak sampe gimana sebenernya, tp dengan suara ccku yg memang volumenya ga bisa dikontrol kalo lg marah, dan dengan kekerasan hati dan suaraku yg terdengar cuek, bisa dibilang td berantemnya lumayan besar dalam sejarah setahun ini. Yg jelas, ini nyampe ke hatiku. Entah akunya yg emang lg galau berat - sindrom mahasiswa/i tingkat akhir - atau karena ini membicarakan suara hatiku selama ini tentang kondisi rumah setelah ditinggal Mama, atau karena hal lain, aku nggak tau. Yg jelas, aku td cukup kesel sama dia. Dan keselnya masih berasa sampai sekarang, setelah aku selesai mandi. Biasanya aku kesel nggak sampe 10 menit-an. Makanya aku menganggap berantem kali ini lumayan gede, paling tidak, menurut aku. Let's talk about "sindrom mahasiswa/i tingkat akhir" later. Lg malas membicarakan masa depan.

Tp bukan pengalaman atau hidup namanya kalo nggak bisa memberi kita pelajaran. Aku tetep harus berterima kasih sama Ccku, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Aku jd tau apa yg aku mau dan apa yg nggak mau aku pelajarin dr dia. Aku jd tau apa yg aku mau.

Gara2 itu pula, waktu lg mandi td, aku jd kepikiran sesuatu. Aku pengen bikin "Dream Box". Pernah denger tentang "Dream Box"? Aku pernah baca di blog seseorang waktu lg blog-walking - tp sekarang lupa linknya - tentang "Dream Box" ini. "Dream box" adalah sebuah kotak yg menampung kertas-kertas bertuliskan mimpi-mimpi kita. Orang bilang, kita nggak bisa hidup tanpa mimpi. Atau, bermimpilah setinggi-tingginya. Mimpi membuat kita tetap hidup, tetap semangat, karena kita punya target. KITA TAHU APA YANG KITA MAU.

Mungkin nanti akan lebih tepat kalo aku menamainya "Goal Box". Entah kenapa, istilah "mimpi" terkesan terlalu jauh buat aku. Terlalu bersifat khayalan, nggak realistis. Tapi kalo aku pake istilah "target", itu akan terkesan memberi pressure yg lebih berat buat aku. Kalo ternyata nanti kenyataannya ga memenuhi target, aku bakal stress sendiri. Jd aku pake istilah "Goal". Ini semua cuma masalah istilah, tp sebenarnya inti & tujuannya tetap sama. Words matter for me, though =)

Tujuan aku pengen bikin "Goal Box" ini adalah, yg pertama tentunya untuk menampung semua yg ingin aku raih di masa depan. Supaya aku punya arah & tau "kemana" aku melangkah, tau apa mauku. Aku mau jadi orang yg SEPERTI APA. Semuanya akan berdasarkan apa yg aku pelajarin dr orang-orang di sekitarku. How I want to be like them, how I don't.
Aku td baru bilang bahwa aku lg malas membicarakan masa depan. Kalian pasti mikir, "Nah ni lo bukannya lg membicarakan masa depan??". 'Masa depan' yg aku maksud adalah tentang apa yg mau aku lakukan setelah aku lulus. Mau ngapain, mau ke mana, pekerjaan apa, dll. All about future, location & career. Tp 'masa depan' yg lg aku omongin di topik ini adalah tentang "WHAT KIND OF PERSON I'd love to be". Beda kah? Buat aku, totally beda, hehe..

Yg kedua, tujuan aku pengen bikin box ini adalah supaya aku bisa lebih menghargai apa yg telah aku raih selama ini.
Misalnya, aku sekarang menuliskan sebuah "goal": lulus jadi dokter. Nanti, waktu aku lulus dan baca kertas kecil yg aku tuliskan sendiri itu, aku bisa lebih menghargai dan memaknai kelulusan aku saat itu. Aku boleh dengan bangga bilang, "Aku telah mewujudkan satu dari goals-ku. Satu lg hal yg telah aku capai dan boleh aku banggakan." Bisa dibilang, tujuan kedua ini adalah supaya aku NGGAK TAKE EVERYTHING FOR GRANTED. Instead, aku bisa lebih mensyukuri, dan menghargai diriku sendiri, sebagai bekal aku melangkah lebih jauh lg di masa depan. Karena aku percaya, dengan semangat positif, kita bisa melangkah lebih baik.
"Because anything is possible..."

Itu pikiran yg ingin aku punyai =)

Kalo dari kecil kita udah punya semacam "Dream Box" ini, tentu udah banyak mimpi-mimpi yg sudah kita raih. Hal-hal yg kita anggap kecil, yg bagi kita bukanlah apa-apa, bukan hal yg 'wahh', padahal mungkin waktu kecil kita impikan untuk kita raih. Misalnya, "pengen bisa naik sepeda", "pengen liburan ke Bali bareng keluarga", "pengen bisa bikin mie goreng sendiri biar nggak ngerepotin Mama". Unyu, kan? Hehehe..

Well, I'm feeling better now. Semoga "Goal Box" ini bisa cepat terealisasi yah, sekalian ama isinya jg cepat terwujud, hehe.. Amiinn :)

Have a nice day and God bless you :)