Tuesday, August 2, 2011

Dream Box

Wow. Pagi ini aku berantem sama Cc untuk yg pertama kalinya dalam setahun. Bukan hal yg 'wah' memang, kalo aku berantem sama Cc. Justru agak nggak bisa dipercaya kalo mengingat kenyataan bahwa liburan winter kemarin aku ternyata ga pernah berantem sama dia. Cekcok hal kecil sih iya, pasti, tp ga sampai ke hati.

Ribut-ribut pagi ini jg nggak sampe gimana sebenernya, tp dengan suara ccku yg memang volumenya ga bisa dikontrol kalo lg marah, dan dengan kekerasan hati dan suaraku yg terdengar cuek, bisa dibilang td berantemnya lumayan besar dalam sejarah setahun ini. Yg jelas, ini nyampe ke hatiku. Entah akunya yg emang lg galau berat - sindrom mahasiswa/i tingkat akhir - atau karena ini membicarakan suara hatiku selama ini tentang kondisi rumah setelah ditinggal Mama, atau karena hal lain, aku nggak tau. Yg jelas, aku td cukup kesel sama dia. Dan keselnya masih berasa sampai sekarang, setelah aku selesai mandi. Biasanya aku kesel nggak sampe 10 menit-an. Makanya aku menganggap berantem kali ini lumayan gede, paling tidak, menurut aku. Let's talk about "sindrom mahasiswa/i tingkat akhir" later. Lg malas membicarakan masa depan.

Tp bukan pengalaman atau hidup namanya kalo nggak bisa memberi kita pelajaran. Aku tetep harus berterima kasih sama Ccku, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Aku jd tau apa yg aku mau dan apa yg nggak mau aku pelajarin dr dia. Aku jd tau apa yg aku mau.

Gara2 itu pula, waktu lg mandi td, aku jd kepikiran sesuatu. Aku pengen bikin "Dream Box". Pernah denger tentang "Dream Box"? Aku pernah baca di blog seseorang waktu lg blog-walking - tp sekarang lupa linknya - tentang "Dream Box" ini. "Dream box" adalah sebuah kotak yg menampung kertas-kertas bertuliskan mimpi-mimpi kita. Orang bilang, kita nggak bisa hidup tanpa mimpi. Atau, bermimpilah setinggi-tingginya. Mimpi membuat kita tetap hidup, tetap semangat, karena kita punya target. KITA TAHU APA YANG KITA MAU.

Mungkin nanti akan lebih tepat kalo aku menamainya "Goal Box". Entah kenapa, istilah "mimpi" terkesan terlalu jauh buat aku. Terlalu bersifat khayalan, nggak realistis. Tapi kalo aku pake istilah "target", itu akan terkesan memberi pressure yg lebih berat buat aku. Kalo ternyata nanti kenyataannya ga memenuhi target, aku bakal stress sendiri. Jd aku pake istilah "Goal". Ini semua cuma masalah istilah, tp sebenarnya inti & tujuannya tetap sama. Words matter for me, though =)

Tujuan aku pengen bikin "Goal Box" ini adalah, yg pertama tentunya untuk menampung semua yg ingin aku raih di masa depan. Supaya aku punya arah & tau "kemana" aku melangkah, tau apa mauku. Aku mau jadi orang yg SEPERTI APA. Semuanya akan berdasarkan apa yg aku pelajarin dr orang-orang di sekitarku. How I want to be like them, how I don't.
Aku td baru bilang bahwa aku lg malas membicarakan masa depan. Kalian pasti mikir, "Nah ni lo bukannya lg membicarakan masa depan??". 'Masa depan' yg aku maksud adalah tentang apa yg mau aku lakukan setelah aku lulus. Mau ngapain, mau ke mana, pekerjaan apa, dll. All about future, location & career. Tp 'masa depan' yg lg aku omongin di topik ini adalah tentang "WHAT KIND OF PERSON I'd love to be". Beda kah? Buat aku, totally beda, hehe..

Yg kedua, tujuan aku pengen bikin box ini adalah supaya aku bisa lebih menghargai apa yg telah aku raih selama ini.
Misalnya, aku sekarang menuliskan sebuah "goal": lulus jadi dokter. Nanti, waktu aku lulus dan baca kertas kecil yg aku tuliskan sendiri itu, aku bisa lebih menghargai dan memaknai kelulusan aku saat itu. Aku boleh dengan bangga bilang, "Aku telah mewujudkan satu dari goals-ku. Satu lg hal yg telah aku capai dan boleh aku banggakan." Bisa dibilang, tujuan kedua ini adalah supaya aku NGGAK TAKE EVERYTHING FOR GRANTED. Instead, aku bisa lebih mensyukuri, dan menghargai diriku sendiri, sebagai bekal aku melangkah lebih jauh lg di masa depan. Karena aku percaya, dengan semangat positif, kita bisa melangkah lebih baik.
"Because anything is possible..."

Itu pikiran yg ingin aku punyai =)

Kalo dari kecil kita udah punya semacam "Dream Box" ini, tentu udah banyak mimpi-mimpi yg sudah kita raih. Hal-hal yg kita anggap kecil, yg bagi kita bukanlah apa-apa, bukan hal yg 'wahh', padahal mungkin waktu kecil kita impikan untuk kita raih. Misalnya, "pengen bisa naik sepeda", "pengen liburan ke Bali bareng keluarga", "pengen bisa bikin mie goreng sendiri biar nggak ngerepotin Mama". Unyu, kan? Hehehe..

Well, I'm feeling better now. Semoga "Goal Box" ini bisa cepat terealisasi yah, sekalian ama isinya jg cepat terwujud, hehe.. Amiinn :)

Have a nice day and God bless you :)

4 comments:

  1. apa yang orang lain bisa kita pasti bisa, apa yang kita bisa orang lain belum tentu bisa. :)

    ReplyDelete
  2. @honeylizious: Thanks buat encouragement-nya =)

    ReplyDelete
  3. Have fun with the dream box yachhh =) Foto donk..hehehe

    ReplyDelete
  4. @Ci Shinta: huihii.. msh belum mulai direalisasiin, ci.. tunggu ntar balik China aja, hehe.. skrg baru mulai nulis2in goals-nya, semoga bs cpt2 terwujud yaa cii =)

    ReplyDelete