Thursday, October 20, 2011

Menjaga Saudari Kita

Kebanyakan cewe pernah merasakan yang namanya sakit hati karena cowo. Cinta memang alasan yang paling sering bikin kita "galau". Apalagi kemudian melihat si dia jalan bareng cewe lain ketika kita belum move on, atau lagi berusaha dengan sekuat tenaga untuk move on. Gak usah jauh-jauh, aku pun pernah mengalaminya. Aku pernah berada di posisi itu, aku tau dengan persis seperti apa rasanya dan seberapa berat perjuangannya untuk bisa melewati semua itu.

Waktu lagi blog walking ke blognya Stephanie, ada sebuah post yang menurutku sangat menarik dan pas banget untuk cewe-cewe. A very good reminder for us, girls. Here, I'd like to share it with you :

Dalam seminggu ini, saya denger empat cerita temen wanita saya yang hampir mirip. Intinya sama. Mereka harus putus hubungan dengan seorang pria dengan alasannya masing-masing, dan sekarang pria itu udah pedekate atau pacaran dengan wanita lain. Temen wanita saya cerita bahwa mereka sakit hati. Kalimat yang selalu dilontarkan adalah: "Dasar cowo! Gampang banget yeh pindah hati?!" Lalu, apa yang bisa saya jawab? Saya cuma bisa diam... Saya tau perasaan mereka karena saya pernah ada di posisi mereka. Satu-satunya yang bisa membebaskan saya dari perasaan terlukai, dikhianati, ditolak, tidak berharga hanya kasih Yesus. Lewat pengubahan pola pikir yang sangat rumit dan memakan waktu, akhirnya pikiran dan hati saya percaya bahwa Tuhan Yesus sayang saya. Ada dua hal yang begitu mengena di hati saya:

1. Ayat Matius 10:31 - Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. 
Setiap kali baca ayat itu, saya ingat bahwa itu titik awal perubahan pola pikir saya. Saya diinginkan, saya berharga. Tuhan Yesus anggap saya berharga. Ia mengasihi saya.

2. Suatu ketika, saat saya berdoa, saya nangis tersedu-sedu. Sedih banget mikirin nasib gak punya pacar, gak ada cowo yang sayang sama saya... Dalam hati saya ngomong kira-kira seperti ini (lupa persisnya apa kalimatnya..): "Huhuhu... sedih banget... masa gak ada cowo yang merasa gw ini cukup baik untuk disukai? Gak ada satupun cowo yang mau ama saya." Kemudian, tiba2 ada kalimat yang sangat cepat berlalu di hati saya dan sangat jelas!! Bener2 jelas, sejelas saya baca tulisan yang guedddeee banget n di-BOLD. Kalimat itu begini bunyinya, "Fani, emangnya kasihKu gak cukup yah sampe kamu butuh kasih sayang dari cowo-cowo laen?" Huuuuaaaaaaaaa!!!!!!!!! Langsung nangis dah!!! T.T T.T T.T Langsung ngomong dalam hati, "Cukup Tuhan, cukuuuppp.... bahkan jauuuhh lebih dari cukup. Tuhan Yesus mau mati buat Fani. Mana ada cowo di dunia yang mau mati buat Fani?? Jauh lebih dari cukup, Tuhan.. Iyah... Fani gak cari2 lagi perhatian dari cowo di dunia. Kasih Tuhan jauh lebih dari cukup buat Fani. Sorry ya Tuhan... Iyah.. Fani gak cari2 lagi..." Sejak saat itu, saya merasa lebih content, merasa lebih yakin bahwa memang Tuhan Yesus SUNGGUH mengasihi saya.

Ya, sejak saat itu saya berubah. Saya gak cari2 perhatian lagi, gak caper, gak mupeng, pokoknya gak sibuk mikirin yang namanya cowo. Tapi, tetep perasaan terluka yang dulu saya alami, saya bisa mengingatnya.

Ketika denger cerita keempat teman itu, hati saya pun pedih. Campur aduk. Di rumah, saya bisa nangis sendiri kalo inget mereka lagi ngalamin hal itu.

Nah, di post kali ini. Saya gak mau menyoroti sikap si pria ataupun perasaan terluka teman2 wanita saya. Cerita ini bukan satu-dua kali terjadi. Saya mengalaminya, keempat teman saya mengalaminya. Minimal, cerita ini sudah terulang lima kali. Jadi, saya terima saja memang kenyataannya seringkali beberapa pria mudah untuk move on, sementara wanita yang sebelumnya masi ngarep untuk balikan, namun terluka melihat pria itu jalan dengan 'wanita lain'. Di post ini, saya mau menyoroti si 'wanita lain'.

Teman-teman yang wanita, sadarkah kalian kalau kalian bisa menjadi tokoh utama dalam cerita cinta kalian, namun kalian juga bisa menjadi pihak ketiga dalam sebuah cerita cinta? Sadarkah kalian ketika seorang pria sedang pedekate ke kalian, saat itu dia menempatkan kalian sebagai si 'wanita lain'? Sadarkah kalian ketika kalian sedang berbunga-bunga dan terbang ke langit ketujuh karena perhatiannya yang menggila, ada seorang wanita yang menangis melihat kebahagiaan kalian? Ada seorang wanita yang begitu terpuruk, lukanya terasa sedemikian perih melihat canda tawa kalian. Dia menangis tanpa kalian ketahui. Bahkan mungkin kalian tidak pernah tau dia ada. Tetapi, dia menangis... Ya, seorang saudarimu menangis...

Bagaimana perasaan kalian? Apakah kalian senang? Apakah kalian bangga telah berhasil menambahkan garam ke atas lukanya? Atau... kalian peduli dengan hati wanita yang menangis itu? Kalian mau menjaga perasaan seseorang yang diciptakan seturut gambar dan rupa Allah? Kalian mau menopang hati saudari kalian dan mencegahnya hancur lebih parah?

Saya harap kalian peduli... Kita, sebagai sesama wanita, tau betapa sakitnya ditinggalkan, dikhianati, dan DIGANTIKAN oleh wanita lain. Mari kita sama-sama saling mendukung saudari-saudari kita. Janganlah karena kita, hati seseorang hancur berkeping-keping (di sini saya tidak membahas mengenai tindakan Yesus yang terkadang memang membawa kita sampai hancur berkeping-keping, sehingga nantinya kita menemukan bahwa Yesuslah satu-satunya jawaban).

Caranya gimana?

Pertama, kita harus sadar. Beberapa pria mendekati wanita bukan karena memang bener2 suka dan ingin menjadikan wanita itu istrinya. Ada yang cuma mau main-main, gak serius. Ada yang sekedar iseng karena gak ada yang diajak ngobrol. Ada lagi yang emang playboy, tebar pesona ke mana-mana. Terus, ada satu metode yang saya dengar dari seorang pria kaya gini. Dia itu pedekate ke cewe A, B, C, D, E, dst pada saat yang bersamaan. Ntar dia liat deh mana yang responnya paling oke. Kalo ternyata A yang memberi respon paling oke, ya udah sama A. Kalo B, ya udah sama B, dan seterusnya.

Saya merasa metode ini sangat kurang ajar untuk cewe2nya. Tu cowo sebenernya gak tau siapa yang dia mau. Yang dia mau cuma: dia punya cewe. Jadi, dia dapet status, ada yang perhatiin, ada yang bisa diajak ngobrol, ada yang bisa diajak nonton bareng. Gak peduli tu cewe siapa, yang penting dia punya cewe. Helllooo!!!! Coba, temen2 cewe, siapa yang mau diperlakukan seperti itu? Dia gak peduli hati kamu merindukan apa, tapi dia memanfaatkan kamu demi status dan kenyamanannya. Yang mau, ayo angkat tangan! :D

Saya yakin, kita pasti pengen ada cowo yang emang dari awal udah menaruh hati ke kita, ya hanya kita doank, gak ada yang lain. Kalo kita cuma kaya undian lotre, yah... kita pasti merasa tidak diperjuangkan. Dia hoki doank, pas saat itu ada yang ngerespon, yaitu kita. Suddenly kita merasa bodoh...

Oke oke, pada dasarnya saya mau bilang begini. Kalau ada cowo yang pedekate, kita JANGAN MUDAH KEGE-ERAN, berpikir bahwa kitalah satu-satunya wanita yang dia adore. Berpikirlah bahwa kita mungkin jadi si J, K, L, M, N, O dst.. dst.. dst.. Dengan demikian, kita mencegah hati kita terpaut terlalu cepat ke pria itu. Hubungan kita pun gak akan melesat secepat jet coaster. Semuanya dibawa slow, anggap temen biasa aja. Kalo di awal kita bisa membatasi hubungan ini, kita juga membantu kekasihnya yang sebelumnya untuk punya waktu lebih banyak dalam memulihkan hatinya. Kita mendukung dia untuk punya hati yang baru, yang udah sembuh dari luka sebelumnya.

Kedua, selalu ingat bahwa cowo ini ADA KEMUNGKINAN BARU PUTUS! Bisa aja putusnya kemaren/minggu lalu/bulan lalu/tahun lalu, dsb. Kalo iya, berarti MUNGKIN masih ada seorang cewe yang menangisi pria itu. Ingat saudari kita yang menangis tadi? Ya, mungkin dia ada... sedang menyeka air matanya... Coba cari tahu kapan terakhir pria yang pedekate ke kita itu putus, bagaimana kabar si cewenya (dia bisa tau, bisa juga tidak tau), apakah cewenya sudah bisa move on, apakah dia sendiri sudah bisa move onatau sebenarnya hanya mencari pelarian. Kalau kita tau dia baru putus KEMAREN, ya udah deh ya... mending jangan terlalu dekat dulu, apalagi berimajinasi bahwa mungkin dia calon suami kita.. Kita belajar menjaga hati saudari kita juga, untuk gak menyakitinya di masa-masa yang berat itu (baru putus kemaren gitu looochh). Tapi, kalau sudah melewati suatu periode waktu (saya gak bisa memberi patokan, karena ini sangat bervariasi untuk setiap hubungan) yang kalian rasa cukup bagi dia dan wanita sebelumnya untuk move on, mungkin ini saatnya kalian bisa lebih dekat, mengenal satu sama lain lebih jauh. Intinya, pastikan bahwa si pria dan wanita sebelumnya sudah ada di fase: sudah menerima kenyataan bahwa hubungan mereka retak dan mereka gak akan bersatu dalam pernikahan.Dengan begitu, kita mencegah diri kita menjadi sosok yang melukai saudari kita.

Yuk kita saling menjaga hati saudari-saudari kita dengan gak terlalu cepat dekat dengan pria yang baru pedekate ke kita. Ingat kata-kata Yesus diMatius 22: 39 - Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri



Setelahnya, ada lagi post yang dibuat untuk para "wanita pertama", hehe..Tapi aku ga share di sini, instead, I suggest you to directly click HERE and read it by yourself there. Soalnya banyak cewe-cewe yang comment & sharing di commentnya. Baca deh, so that you will know that if you're experiencing this heartbreaking condition, you're not alone. You're not the only one who is struggling. Dan banyak juga yang telah dipulihkan seiring berjalannya waktu. Well, luka itu mungkin ga akan pernah bisa sembuh 100%, tapi at least udah diobatin. Kalau mereka bisa melewati semuanya, maka kamu juga pasti bisa! Karena Yesus mengasihi kita semua, Yesus menolong dan bekerja dalam hidup kita semua, termasuk kamu. Semangat yaa!! Jesus loves you =)

What doesn't kill you, strengthens you.

No comments:

Post a Comment