Sunday, December 25, 2011

A Special Day: The Day When The Lord Was Born

Selamat datang kembali di dunia Sylvia Sumitro.. Dunia dimana tanggal 25 Desember 2011 ini dianggap sebagai "Hari Penyelamat". Hari dimana kami bisa beristirahat sejenak, dimana kami masih punya waktu untuk tidur. Pada tanggal 24 Desember kemarin, kami telah menyelesaikan 4 ujian dalam waktu 3 hari, yang mana dalam kurun waktu 3 hari itu, kalau dijumlah, aku hanya tidur selama lebih kurang 6-10 jam. Dan akhirnya tibalah kami pada hari ini, hari dimana tidak ada jadwal ujian. Ujian berikutnya adalah hari Senin & terakhir Selasa. Tadi, begitu sampai di rumah, kami langsung merebahkan diri di ranjang, mempergunakan waktu sebaik-baiknya untuk sekedar memejamkan mata dan mengistirahatkan otak. Sungguh, kami nggak bisa membayangkan kalau nggak ada Natal ini. Mungkin nggak akan ada selang waktu satu hari ini. Dan aku rasa2nya nggak mungkin kuat kalau harus terjaga terus selama 5 hari berturut2. Udah ada benjolan dan lingkaran hitam di sekeliling mataku.

Kalau menurut penanggalan di dunia normal, 24 Desember adalah hari yang sangat spesial, dan hampir semua orang merayakannya sebagai "Malam Natal" atau "Christmas' Eve". Tapi, di dunia Sylvia Sumitro, kami merayakannya sebagai hari dimana kami harus menempuh dua ujian dalam sehari, sebelum kemudian kami bisa beristirahat selama beberapa jam.

Ya, jujur aku mengatakan, nggak ada semangat Natal yang aku rasakan di Natal tahun ini. Sungguh menyedihkan. Tapi, meskipun begitu, aku tetap dengan antusias ingin menyambut hari kelahiran Tuhan Yesus itu. Dan, Tuhan memang nggak pernah bosan memberikan berkatnya kepada kita. Di tengah-tengah kondisi ini pun, aku masih bisa merasakan Mukjizat-Nya nyata terjadi. Aku boleh menyelesaikan 4 ujian kemarin dengan cukup baik, terutama dua ujian tadi. Aku selalu mengatakan bahwa "This year, all I want for Christmas is a Christmas Miracle", dan, ya, aku mendapatkannya.

Tadi (24 Desember) sore, sekitar jam-jam makan malam, aku merasa bahwa keadaanku cukup ironis. Untuk pertama kalinya dalam 4 tahun terakhir, aku diam di rumah di malam Natal. Tahun-tahun kemarin, kami selalu pergi makan bersama untuk merayakan malam Natal dan bertukar hadiah Natal. Apalagi kalau melihat update-an status orang2, sungguh miris rasanya. Bukan, bukan masalah mereka bisa pergi merayakan malam Natal dengan keluarga atau teman-teman, tapi yang membuat aku sedih adalah tidak adanya semangat Natal dalam diriku. Tidak terasanya suasana Natal itu.

Ketika dihadapkan pada ujian, nggak akan ada hal lain yang membuat pikiran kita beralih fokus. Cuma ujian, ujian, dan ujian yang ada di otak kita.

Tapi, aku tetap ingin merasakan semangat Natal itu. Aku dan kedua orang housemate-ku rindu merasakan semangat Natal itu. Kami berusaha membuat malam Natal kami sedikit lebih berarti daripada sekedar berdiam diri di rumah dan nggak melakukan apa2.

 
We bought three Bread Talk cakes - Christmas Edition : Let It Snow and Magical Moment =D

 Ini hadiah Natal dariku untuk kedua housemate-ku, Lydia dan Vivi.
Kejutan untuk mereka! :)

Hadiah buat Lydia. Tebak apakah itu??

 Hadiah Vivi. Yup, sejenis tapi beda.. Masih belum tau apa itu?

 Dan ini punyaku! Aku memang sengaja beli buat kita bertiga biar bisa kembaran ^___^

 Ketika dipakai bersamaan. Mereka adalah sandal kamar! Hehehe.. Buat dipakai waktu musim dingin, biar kakinya nggak kedinginan.. Lucu yahh! Hangat bow.. Trus modelnya juga nggak pasaran (seenggaknya menurutku, nggak tau lagi kalau ternyata udah pasaran, hehehe..) Langsung jatuh cinta waktu pertama kali melihat mereka.

Vivi - Sylvia - Lydia
Keluarga Jindu Mingyuan

Kita bertiga memang nggak kemana2.. Merayakan malam Natal di apartemen kami. Makan Christmas cake bareng, bagi2 hadiah, foto2.. Sesederhana itu. Tapi cukuplah.. Cukup menyenangkan, hehe.. Trus, kami juga punya sesuatu, yg nggak kalah sama kalian2 yg makan di restoran:

Wine! Hihihi.. Rasa blueberry.
Wine ini nggak keras kok, kandungan alkoholnya cuma 8% dan rasanya manis! Aku sekarang memang lebih suka yg manis2 aja, yg alkoholnya nggak terlalu keras. Cuman buat iseng2 aja juga, special occasion just like this =) Tapi kami selalu punya persediaan, just in case *grinning*

Yah, begitulah kisahku di malam Natal 2011 ini, apa kisahmu? Hehe..

Sekali lagi, yg terpenting dari Natal bukanlah hal2 duniawi semacam ini, tapi kami tetap ingin menumbuhkan dan mengingatkan diri sendiri pada rasa excitement di Hari Natal.

Udahan dulu deh, kepala udah puyeng akibat beberapa gelas wine ringan tadi. Iyaa, katakanlah aku cupu, silahkan. Aku memang nggak kuat minum banyak, bahkan alkohol dalam jumlah sedikit sekalipun =p Tadi minum agak banyak cuma karena suka sama rasanya aja, manis, hehehe.. Sekarang mau tidur, mau ke gereja, trus melanjutkan perjuanganku yg belum selesai, yaitu ujian.


Happy Birthday, Jesus..
Merry Christmas, my Brothers and Sisters in Christ!
Faith makes all things possible,
Hope makes all things work,
Love makes all things beautiful.
May you have all three for this Christmas!

Have a blessed Christmas!
God bless you =)

No comments:

Post a Comment