Sunday, February 19, 2012

Love is in the air

What did I do on last Valentine's Day?

Did I have a romantic dinner? No.
Did I go out somewhere? No.
Did I spend it with my beloved one(s)? YES.

I was in Dushu Lake campus on Valentine's Day. Do you know the TV series "How I Met Your Mother"? It is aired every Tuesday, so every Tuesday we have a schedule: watching HIMYM. Well, I usually watch it alone in my room, while the others watch it together, because I live far away from them. But last week, because I was spending the week there, I joined the crowd, hehehe..

So, there I was. On February 14, 2012 night, having a movie night with the other 6 single guys - 1 of them is in a long distance relationship so he HAD TO join us, hahaha.. We ordered some food - I wanted to cook some but unluckily, there was no any beef left in the market nearby *sigh*
After watching HIMYM, we had a late dinner at 10PM, we had couple glasses of ice wine and red wine, and we had chocolates, too. Pretty good, eh? Then we continue the night with another movie, and a couple rounds of game, hehe..

It was raining that day. But did I have a good time? Yes. It was a good rainy day, when you still can feel the love everywhere the whole day. Whether it came from those who were excited - and maybe nervous - looking forward to have a private time with their bf/gf - a romantic dinner or just a movie night at home - or from those who are single but surrounded by their lovely friends.

I was very grateful that I could spend Valentine's Day as a single woman. I was so glad that I could show some love to my friends, and though I'm away from my family, I still greeted them on the phone. You know me, every little "event" matters, hehe..

See? You don't have to feel lonely, sad, and desperate just because you don't have that ONE person to spend Valentine's Day with. You've got MANY people to share the love and the good time with, even MORE than you know. Be grateful, because if you were not single, you wouldn't have had the chance to do so. I'm not saying this just to comfort you & myself. I really mean it. Moreover, we have Him, who shows His everlasting love to us every single day. What else do we ask?

Not every person can show his love easily and spontaneously. Most people are just shy, not used to it, and some of them have high self-pride or big ego. But I'm happy that I'm not. I can and I WANT TO always show love to people I care about. I want to love like there's no tomorrow, I want them to feel it, to know that I really care.

"Thank you, my dearest family and friends, whoever and wherever you are. Thank you for the memories, the good times, for everything we've shared together and we've been through.. You all are what make my life so colorful and worth living. I treasure every moment spent with you. Love you all, Guys.."

Fireproof

Kurang lebih lima dari tujuh hari dalam seminggu kemarin ini kuhabiskan di Dushu Lake campus area, tempat junior2 dan mahasiswa/i Indonesia lainnya tinggal. Aku tinggal jauh dari mereka karena dekat rumah sakit tempat aku belajar yg letaknya hampir ujung ke ujung dari tempat mereka. Karena aku lagi libur seminggu - lagi nunggu dimulainya internship - jadi aku nginep di rumah Sharleen, sekalian nemenin dia yg lagi ditinggal Umar ke Shanghai, "bulan madu" ama Edwin :P

Senin lalu berarti malam Valentine's Day. Aku nonton sebuah film yg memang sudah direkomendasikan padaku sejak lama tapi baru hari itu sempat aku tonton. Judulnya "Fireproof".

Mungkin aku adalah satu dari banyak orang yg telat menonton film ini. Tapi aku ingin berbicara tentangnya. Buat yg udah nonton, boleh langsung di-close aja, hehehe.. Film ini memang sudah cukup lama di-publish.

Kalau dari judulnya, kita mungkin akan salah mengira. Film tentang pemadam kebakaran? Well, it is! Tapi bukan film action seperti yg mungkin ada dalam bayangan kita ketika pertama kali mendengar judulnya.

"Fireproof" adalah film romance. At least, sampai sebelum aku selesai nonton, begitulah aku mengiranya. Ternyata, it's not just a romance movie. It's more than that. Buat yg belum nonton, I strongly recommend you to watch it.

This movie is about romance, about relationship, but not only about the relationship between a man and a woman, but also the relationship between humans and God.

Yes, God. Makanya aku merasa bahwa film ini adalah film yg paling bagus dan "komplit" yg pernah aku tonton. Kayak makan nasi goreng di bawah asrama pake sambel Bu Rudi #lhooo #ganyambung. Tiba2 jadi laper, hehehe..

I'm a romance movie lover. I've watched many romance movies. Tapi rasanya belum ada yg seperti "Fireproof" ini. Romance + God = Fireproof. Dan buat aku, romance + God = COMPLETE!

When we read or watch something and it blows our mind and feelings away, we know that it is a good one, don't we? Rasanya seperti nggak sia2 kita menghabiskan waktu untuk membaca atau menonton, bisa dapetin sesuatu dari apa yg kita baca atau tonton barusan.

My next movie list:
-Facing The Giants
-Courageous

Ada yg udah pernah nonton? Atau tau film2 lain yg sejenis? Rekomendasiin ya di komen, hehehe..

Happy watching! :)

Friday, February 17, 2012

Move On

Mungkin, salah satu hal yang susah dilakukan di dunia ini adalah melepaskan sesuatu yang bukan untukmu.

Tetapi mungkin juga sebenarnya, kamu hanya harus belajar tersenyum dan tertawa seperti biasa. Hanya saja kali ini tanpanya dan bukan lagi karenanya. Kali ini benar-benar karenamu sendiri dan karena kamu bahagia menjadi apa pun kamu, bersama siapa pun yang memang untukmu nanti.

Karena pada akhirnya, mau tidak mau, kamu hanya harus menyadari bahwa kalau memang bukan untukmu, mau dipikirkan dan diusahakan seberat apa pun juga, tetap tidak akan menjadi milikmu. Tapi mungkin kamu baru bisa melepaskan dia setelah menyadari itu.

Dan pada akhirnya juga, pelan-pelan, kamu akan melupakan. Pelan-pelan, ingatanmu tentang dia akan memudar. Pelan-pelan, kamu hanya akan mengingatnya kapan-kapan. Itu pun kebetulan ketika kamu melihat foto dia atau ada teman yang menanyakannya. Tapi pelan-pelan. Pelan-pelan. Yang banyak tidak dimengerti orang adalah 'pelan-pelan'nya.

Mulailah dengan tidak mengingat sama sekali tentangnya dan berhenti juga mencari tahu tentangnya. Tetap, pelan-pelan.

Pada momen ini, jangan dulu sering menengok ke belakang. Terus saja berjalan. Terus saja. Pada akhirnya nanti, akan sampai pada satu titik yang membuat kamu nyaman. Titik dimana ketika kamu menengok lagi ke belakang, semuanya sudah tidak sama lagi. Kamu rindu momen-momen itu, tapi tidak ingin kembali lagi ke momen itu. Hanya rindu, hanya kenangan. Bukan untuk dilupakan atau dihilangkan, hanya untuk sesekali menengok ke belakang, tapi bukan untuk menetap di sana. Just keep moving.
Karena bagaimanapun juga, jangan lupa, hatimu yang harus dijaga, bukan lukanya. Jangan lupa juga, bahagiamu yang harus dijaga, bukan keterpurukannya. Jadi, terus saja berjalan. Kalau tidak, kamu akan ketinggalan.

Karena bahagia selalu menemukan jalan untuk tetap sampai ke tempatnya. Dari arah mana saja, ke arah mana saja.

Angkat lagi kepalamu, bangun lagi bahagiamu, lepaskan 'reruntuhan' apa pun itu. 
Kita masih punya waktu. 
Kita selalu punya waktu. 

Maybe there's nothing wrong, maybe you just have to move on.



------------------------------------

Satu lagi tulisan yg kutemukan di Namarappuccino dan segera menjadi salah satu favoritku.

Mungkin ada dari kalian yg bertanya2, mengapa lagi2 tentang "melepaskan"?

Karena "melepaskan" adalah sesuatu yg menjadi struggle banyak orang.
Karena "melepaskan" adalah sesuatu yg begitu sulit untuk dilakukan.
Mungkin, karena aku sedang berusaha untuk "melepaskan".

Oke. Kali ini aku akan jujur.

Mulai dari beberapa waktu yg lalu, aku bertekad untuk merubah hidupku. Aku berjanji pada diriku sendiri dan Tuhan bahwa aku mau menjadikan Dia fokus hidupku. Aku mau memakai masa2 lajangku ini dengan sebaik2nya, mengisinya dengan hal2 yg hanya bisa aku lakukan terbaik ketika aku sedang single, mempersiapkan diriku dan menanti waktunya Tuhan dengan sabar.

Aku mau mengosongkan hatiku, memulihkannya dari segala luka yg telah menyiksanya selama ini. Dan mengisinya dengan Tuhan.

Untuk itu, aku perlu belajar untuk "melepaskan". Move on. Melepaskan segalanya, move on dari siapa pun atau apa pun yg menghalangiku untuk memfokuskan hidupku pada-Nya.

Tetapi, hampir nggak pernah hatiku kosong. Selalu ada seseorang yg mengisinya, betah tinggal di sana sampai ia tergantikan dengan seseorang yg lain. Bahkan ketika aku tak menyadarinya, ternyata pasti masih ada seseorang di sana. Makanya, aku harus belajar untuk "melepaskan". "Melepaskan", bukan "melupakan".

Bukan aku tak pernah belajar untuk melepaskan. Aku selalu, sedang, dan masih akan terus belajar. Tapi, kali ini aku harus belajar dengan lebih giat dan lebih sungguh2.

Dan semua yg tertuang dalam tulisan karya Namarappuccino ini sangat benar adanya.

Ada beberapa hal yg akan selalu menjadi semangat dan kekuatanku di dalam proses pembelajaran ini:


1. Tuhan. Sumber dari segala kekuatanku. Ketika aku nyaris jatuh dan jatuh lagi, aku akan menoleh pada-Nya, dan Ia akan selalu berada di sana, memegang tanganku dan menjagaku agar tidak jatuh lagi. Dia, yg jadi fokus hidupku.

2. Tulisan ini, dan tulisan2 sejenis yg lain yg sangat memberkati aku. Dan banyak lajang2 yg lain. Mari berjuang bersama.

3. Yg terakhir, dan yg paling aku jaga: Persahabatan kita :)


Semangat!! God bless you all =)

Tuesday, February 14, 2012

Bukan Melupakan, Tapi Melepaskan


Sedari kecil, aku sudah tertarik pada sastra. Setidaknya, pada bahasa. Bukan cuma bahasa asing seperti bahasa inggris dan mandarin, tapi juga Bahasa Indonesia dan bahasa daerah (Jawa). Sejak duduk di bangku SMP aku suka membuat tulisan2 seperti puisi sampai cerita2 pendek sendiri. Mungkin minat ini diwarisi dari mamaku. Tapi nggak tau apakah bakat Si Mama juga ikut diwariskan atau nggak =)

Aku suka sekali membaca, mulai dari tulisan2 nggak penting, novel2 ringan, sampai novel2 yg cukup berat, puisi, ataupun sekedar cerita2 pendek. Tapi kalau novel2 atau puisi2 yg bahasanya ketinggian sih aku seringkali masih belum bisa "nyampe" bahasanya, hihihi.. Pengetahuanku di bidang ini memang masih "dangkal", tapi ketertarikanku cukup tinggi. Makanya aku bahagia sekali setiap kali menemukan blog2 yg berisi tulisan2 yg kesastra-sastraan, dari yg paling berat sampai yg paling ringan sekalipun. Rasanya indah sekali, bisa membaca isi hati yg tertuang lewat kata2 yg indah. Kagum sekali pada orang2 yg bisa menuangkan isi hati ke dalam bentuk yg begitu indah. Terkadang begitu simpel tapi mengena, terkadang juga begitu nyleneh dan tak pernah terpikirkan oleh siapa pun.

Beberapa hari yg lalu, waktu sedang iseng2 blogwalking lewat @UpdateBlog di Twitter, aku menemukan satu (lagi) blog bagus yg semuanya berisi tulisan2 si empunya blog, yg kebanyakan adalah cerita2 pendek. Namanya Namarappuccino. Dalam waktu singkat, Namarappuccino telah menjadi tempat bacaan favorit baruku. Sudah beberapa kali aku share tulisannya di Facebook atau Twitter, tapi ketika membaca tulisannya yg satu ini, rasanya belum puas kalau belum di-share juga di blogku. Nggak melenceng juga dari tema bulan ini, terutama hari ini, 14 Februari 2012, yaitu Cinta.


---------------------------------------------

Aku Ini Lucu, Pelupa Tapi Tidak Pernah Mudah Melupakanmu

Aku bisa saja berpura-pura tidak melihatmu, mengalihkan pandangan dan berjalan memunggungimu. Tidak perlu saling menyapa, tidak perlu melihat senyummu yang selalu kurindukan itu, dan tidak perlu menenangkan hatiku yang sering menendang-nendang hanya karena mataku mengganggapmu masih cantik seperti dulu.  Masalahnya, hal itu tetap tidak bisa menutupi kalau sebenarnya aku rindu.


Aku melakukan itu sebenarnya tidak untuk menjauhi. Karena aku masih di sini, berusaha sebaik mungkin menjaga senyumanmu di tiap pagi. Hanya hatiku yang pergi. Sudah waktunya dia menemukan kebahagiaannya sendiri setelah hatimu juga mulai ada yang mengisi.

Aku bisa saja juga mengatakan kepada semua orang bahwa aku tidak memiliki perasaan apa pun kepadamu. Iya, semudah orang-orang MLM menawarkan untuk bergabung dengan mereka, entah kemudian ada yang memilih bergabung, atau meski kebanyakan tidak. Ya, seperti itu. Tapi tetap tidak bisa mengubah kenyataan bahwa aku sering sembunyi-sembunyi memperhatikanmu. Mengamati dengan detail apa rambutmu sudah lebih panjang sekarang, apa kamu masih mengeluh tentang tinggi badanmu, apa kamu sehat, dan hal-hal lain semacam itu. Lihat? Aku ini lucu, pelupa, tapi tidak pernah mudah melupakanmu.

Dan kemudian, kalau pun aku sudah mulai nyaris lupa, bisa saja ketika mengunjungi kafe atau toko buku, tiba-tiba saja mereka memutar lagu yang selalu kita nyanyikan berdua. Ah, Tuhan pasti sedang bercanda.

Tapi sungguh, aku benar-benar ingin lupa. Lupa seperti lupanya orang amnesia. Dan aku benar-benar berusaha keras untuk itu.

Dan di masa-masa aku benar-benar ingin lupa itu, ada kamu di depanku adalah halusinasi terbaikku. Mungkin rindu bisa menggagalkan lupa, sampai dia bisa mendatangkanmu di depanku meski aku sedang berusaha amnesia. Nah, jadi, kalau saja ada momen-momen tertentu dimana telingamu berbunyi, barangkali itulah momen dimana aku sedang berada pada halusinasi terbaikku, membayangkanmu.

Tapi kemudian aku menyadari sesuatu, kita, tidak mungkin melupakan seseorang. Kita punya memori. Tidak seperti memori flashdisk yang bisa diformat, memori kita tidak memiliki kemampuan itu. Pada suatu ketika, meskipun kita sudah mengira kalau kita lupa, ketika kita bertemu dengannya lagi, kita akan menyadari, ternyata kita masih belum lupa tentangnya. Ya, aku menyadarinya setelah kadang-kadang aku mengingatmu tanpa sengaja.

Yang paling penting ternyata bukan lupa, tapi melepaskan. Dengan melepaskan kita tidak perlu melupakan. Sama seperti anak kecil yang balonnya lepas ke udara. Dia akan menangis sebentar. Menangisi balon berharganya yang lepas. Tapi cepat atau lambat balon itu tidak diingat seterusnya karena tertumpuk memori-memori tentang mainan, makanan, atau film-film baru. Ya, seperti itu.

Jadi aku akan melepaskanmu. Pelan-pelan aku berhenti mencari tahu tentangmu. Pelan-pelan aku akan menikmati apa yang ada di depanku, orang-orangnya, tawanya, kebersamaannya, semuanya. Seperti itu. Dan pada suatu ketika juga, meski aku bertemu denganmu lagi nanti, ketika itu, mungkin aku sudah tidak mencintaimu seperti dulu. Seperti balon yang terbang ke udara itu. Tapi nanti. Nanti.

Bisa jadi, dalam jeda momen-momen itu aku akan ingat sesuatu, seperti saat-saat paling melelahkanku dulu ketika aku menarik napas panjang, berusaha mengumpulkan kekuatanku untuk menyapamu. Lalu gagal. Lucu sekali bagaimana keangkuhanku berubah menjadi kepengecutan ketika bahkan sekadar untuk menyapamu nyaliku seciut kutu.

Atau aku pernah berpikir bahwa bahagia itu sederhana, kamu. Tidak perlu kalimat indah yang perlu dilanjutkan di sana untuk menjelaskan itu. Dulu. Dulu.

Ya, seperti yang kukatakan tadi. Tidak mungkin lupa. Tapi kalau sudah melepaskan, mengingat pun sudah tidak bermasalah karena kita sudah hidup di masa kini. Rindu, tapi tidak ingin kembali. Karena kita sudah berbahagia di posisi kita sekarang ini. Karena kita adalah kita sekarang, dengan kebahagiaan kita sekarang, bersama orang-orang yang mencintai kita sekarang. Bukan tentang masa lalu lagi. Karena di masa lalu, tidak pernah ada masa depan.

Ya. Suatu hari pasti seperti itu, nanti. Aku akan mengingatmu kadang-kadang, tanpa sengaja. Tapi hanya sebagai 'pernah', bukan sebagai 'sekarang', apalagi 'selamanya'.

Tapi mungkin aku akan punya pertanyaan sederhana kepada dia (siapa pun itu) yang bersamamu nanti itu, “Kamu, yang bisa selalu berada di dekatnya sesering itu, bagaimana rasanya?”

Pertanyaan itu, bisa jadi jawabannya selalu aku ingin tahu. Meskipun mungkin, itu hanya pertanyaan yang akan terus kubatin. Selama mungkin.

(Diambil dari http://namarappuccino.blogspot.com/2012/01/aku-ini-lucu-pelupa-tapi-tidak-pernah.html)

-----------------------------------------------------

Kalimat yg dicetak tebal adalah kalimat2 yg membuatku mengangguk2kan kepala ketika membacanya. Semoga kalian juga sama menikmatinya seperti aku menikmati tulisan2nya.

Happy Valentine's Day :)

Sunday, February 12, 2012

"Rencana-Ku lebih baik dari pada rencanamu sendiri"

Manusia: "Tuhan, bolehkah aku bertanya sesuatu?"

Tuhan: "Tentu."

Manusia: "Tapi janji, Engkau tidak marah."

Tuhan: "Ya, janji."

Manusia: "Kenapa Kau mengizinkan banyak 'hal' terjadi padaku hari ini?"

Tuhan: "Maksudnya?"

Manusia: "Aku bangun terlambat."

Tuhan: "Ya."

Manusia: "Mobilku membutuhkan waktu yang lama untuk menyala."

Tuhan: "Oke."

Manusia: "Roti burger yang kupesan dibuat tidak seperti pesananku, sehingga aku malas memakannya."

Tuhan: "Hmm.."

Manusia: "Di perjalanan pulang, HPku tiba2 mati saat aku berbicara mengenai bisnis besar."

Tuhan: "Benar."

Manusia: "Dan pada akhir, saat aku sampai di rumah, aku hanya ingin sedikit bersantai dengan mesin pijat refleksi yang baru aku beli. Tapi itu tidak nyala! Tidak ada yang berjalan benar hari ini."

Tuhan: "Biar Aku perjelas. Ada malaikat kematian pagi tadi, dan Aku mengirimkan malaikat-Ku untuk berperang melawannya. Supaya tidak ada hal buruk terjadi padamu, Aku membiarkanmu tidur di saat itu."

Manusia: "Oh.. Tapi.."

Tuhan: "Aku tidak membiarkan mobilmu menyala tepat waktu karena ada pengemudi yang mabuk lewat depan jalan dan akan menabrakmu."

Manusia: (Merunduk)

Tuhan: "Salah satu pembuat burgermu hari ini sedang sakit, Aku tidak ingin kamu tertular makanya Aku membuatnya salah bekerja."

Manusia: (Malu)

Tuhan: "HPmu Aku buat mati karena mereka sebenarnya penipu, Aku tidak mungkin membiarkan kamu tertipu. Lagipula, akan mengacaukan konsentrasimu dalam mengemudi bila ada yang menghubungimu kalau HPmu menyala."

Manusia: (Mata berkaca-kaca) "Aku mengerti, Tuhan."

Tuhan: "Oh, soal mesin pijat refleksi.. Aku tahu kamu belum sempat membeli listrik, bila mesin itu dinyalakan, maka itu akan mengambil banyak listrikmu. Aku yakin kamu tidak ingin berada dalam kegelapan."

Manusia: (Menangis) "Maafkan aku, Tuhan.."

Tuhan: "Tidak apa, tidak perlu meminta maaf. Belajarlah untuk percaya Aku. Rencana-Ku padamu lebih baik dari pada rencanamu sendiri."

Manusia: "Aku akan percaya pada-Mu. Dan biarkan aku untuk berterima kasih atas semuanya."

Tuhan: "Sama-sama. Aku akan selalu bersamamu, menjagamu."

Trust in The Lord with all you heart and lean not on your own understanding;
In all your ways submit to Him, and He will make your paths straight.
(Proverbs 3:5-6)

Happy Sunday all, Jesus loves you :)

Saturday, February 11, 2012

Thanksgiving Thursday: Two Blessings

Udah lama nggak ikutan program Thanksgiving Thursday ini.. Bukan karena nggak ada yg perlu disyukuri, tapi lebih karena keseringan kelewatan - pas lg mo ngeblog pas udah lewat hari Kamis, ehhehe..
Tapi kali ini meskipun udah Sabtu, gapapa lah jadiin postingan kali ini sebagai postingan untuk program TT =) Aku mau berterima kasih sama Tuhan atas beberapa hal:

1. Dua hari yg lalu, papaku baru aja tes darah lagi. Hasilnya: SGOT/SGPT yg tadinya super duper tinggi - tapi udah menurun waktu tes lagi di Singapura - kemarin lebih menurun lagi :) Memang belum mencapai level normal, tapi udah turun jauhh dari hasil tes pertama kali sekitar dua minggu yg lalu. Bahkan Gamma-GT nya udah normal, praise the Lord! ^^ Bilirubinnya sih malah naik, dan papaku masih bed rest tiap hari, masih lemes2 gitu.. However, I am very thankful to God for every single progress He's made in my daddy's health! We keep praying for him.. Dia udah nggak sabar pengen balik berenang lagi tiap pagi -.-" Sabar yah Pa, sembuh dulu, baru deh berenang & kerja lagii, hehehe..

2. This morning, I had my pre-internship clinical examination. Ujian ini adalah ujian praktek sebelum memulai masa internship-ku di rumah sakit, atau kalo di Indonesia disebut "koas". Ujian ini yg menentukan kita bisa ikut internship ini selama setahun ke depan atau nggak.

Ujian ini dibagi jadi empat sesi:
a. ECG (Electrocardiography atau rekam jantung)
b. Imaging (X-ray, CT scan, MRI, dll)
c. Physical examination
d. Puncture / Surgery / Pediatrics (anak) / Obgyn (kandungan)

Physical examination tuh diundi, kita dapet cardiovascular (jantung), respiratory (pernapasan/paru2), abdomen (perut), atau head-neck-nervous system (kepala-leher-sistem saraf). Hasil undian tadi adalah aku dapet abdominal physical examination & pediatrics. Waktu tau hasil undiannya, ada sedikit rasa lega di hati, tapi tetep aja deg2annya nggak ilangg >.<

Ujiannya cuman sejam, 8-9 AM.
Ujian pertama: PEDIATRICS. Disuruh ukur head circumference, baby's height, ama peragain meningeal irritation signs (neck stiffness, Kernig's sign, Brudzinski's sign). Lalu suruh ambil satu kartu yg isinya pertanyaan2 gitu. Kartu yg aku pilih isinya: diagnosis of pneumonia.

Ujian kedua: Imaging. Dapetnya pneumonia, pneumothorax, hemangiomas of the liver, cerebral hemorrhage.

Ujian ketiga: ECG. Ada LBBB, LVH, PSVT, 1st Degree AV Block, sinus bradycardia.

Terakhir: abdominal physical examination. Hari ini cuacanya dingiiinn banget, telapak tanganku dingin jg, jadi kasihan sama orang yg jadi modelnya, perutnya dipegang2 oleh tangan2 yg dingin, hehe..

Overall, everything went well.. Bersyukuuurr banget dapetnya yg lumayan oke pertanyaannya, hehe.. Yg penting sekarang udah legaaa karena udah selesai ujian, dan internshipnya nggak langsung mulai Senin ini, jadi I'm having another short break before internship, hihihi.. Hopefully not more and not less than a week.. Pengen at least break seminggu tapi ga mau kelamaan juga, digantung ga jelas kapan mulainya, hehe.. Ini libur kok milih2 =p

Dan dengan demikian, berarti pula bahwa saya telah lulus D3 di bidang kedokteran! Atau istilah Indonesia-nya: dokter muda. Hihihi..

Thank God for all your graces & blessings :)

Be right back yaa, mau menikmati masa2 santai sebelum memulai masa2 internship yg pastinya akan sangat hectic dan melelahkan, tapi juga sangat menarik dan semoga sangat menyenangkan ^^

Tuesday, February 7, 2012

Single? YES! ;)

Dua hari yg lalu baru selesai baca Majalah Pearl edisi Februari-Maret nih. Februari, kata orang bulan cinta. Apa lagi kalo bukan karena Valentine's Day minggu depan, hihihi.. Makanya tema Majalah Pearl kali ini jg tentang cinta. Wuiihh, makin yoi aja nih Majalah Pearl, edisi kali ini memberkati sekali dengan God written love stories-nya, jg ada artikel yg ditulis oleh seorang cowo misterius, haha.. Baca deh, Boys and Girls, saya jamin anda bakal jatuh cinta sama majalah ini, hehe..

Intinya adalah, kita harus mau menyerahkan kertas dan pena kepada Tuhan dan membiarkan Tuhan yg menuliskan cerita cinta untuk kita. Di Majalah Pearl edisi ini, bisa keliatan bedanya cerita cinta yg kita paksa tulis sendiri sama yg Tuhan bikin. Juga, betapa kita harus men-treasure our singleness, menggunakan masa2 single kita ini untuk terus memoles karakter kita sebagai pria & wanitanya Tuhan, mempersiapkan diri untuk menemui suami/istri kita di masa depan, hehe.. Seperti kata Viryani, "Penderitaan yg dialami karena kesepian hanyalah sementara, dibanding dengan penderitaan yg harus kita alami selamanya karena terburu2 memilih orang". Behh, ga mau kan ampe salah pilih orang?? Konsekuensinya ditanggung seumur hidup >.<

Percaya sama Tuhan, berarti percaya sama jalan, cara, dan waktunya Tuhan. God is never late.

Di Majalah Pearl edisi kali ini ada resensi dari 2 buku, yg kebetulan sekali, adalah 2 buku yg lagi aku cari2 beberapa bulan iniiii.. Susaaahhh banget siih mau dapetin bukunya Ci Grace yg "Tuhan Masih Menulis Cerita Cinta" dan Eric & Leslie Ludy "When God Writes Your Love Story"??? How to get them? Lagi nitip temen yg lagi balik Indo tapi katanya di Metanoia jg ga ada yah? T____T

Sebagai seorang cewe, salah satu concern dan mimpi terbesarku adalah bertemu dengan "The one" and live happily ever after with him, tentu saja. Memaksakan dan membuat cerita cintaku sendiri adalah hal yg sering aku lakukan. Nggak menjaga hati, being emotionally dependent on a guy, dsb dst.. Sekarang pun aku lg struggle banget, I'm working on my heart and my feelings. Aku ingin membersihkan hatiku dari SEMUANYA, mereparasinya, supaya I'll have a whole and new heart when it comes the time for me to meet "him", hehe..

Saat ini aku sedang berada dalam masa "kosong", means, nggak ada siapa2 yg sedang mengisi hatiku saat ini. I've moved on, I'm over everyone. Aku susaahh sekali melupakan seseorang ketika aku benar2 menyayanginya. Aku selalu bilang, aku butuh seseorang yg lain untuk melupakan seseorang. Kalau belum ada "yg lain" yg datang mendekat, rasanya hampir nggak mungkin aku bisa melupakan yg sekarang. Makanya, waktu aku bilang bahwa aku nggak lagi punya perasaan sama siapa pun, nggak heran kalo salah seorang temenku tanya, "Waah, ada seseorang yg baru nih? Siapa, siapa??". Dan sekarang jawabannya udah beda ama yg dulu2.. Bukan lagi Si B, Si C atau Si Z. Jawabannya adalah, "Jesus". Aku mau pusat hidupku mulai sekarang ada pada Dia. I want to be content just because I have Him :)

Bertemu dengan orang yg tepat di saat yg nggak tepat, it won't work either. Harus dengan orang yg tepat, dengan cara yg tepat, dan di saat yg tepat pula.

Kalo dipikir2 lagi sekarang, cerita2 cintaku yg kemarin2 ini, sampai yg paling terakhir sekalipun, kalo diceritain, nggak ada indah2nya sama sekali. Terbukti bahwa itu bukan cerita cinta yg dituliskan oleh Tuhan, makanya nggak pernah berhasil, hehehe.. Di saat akunya serius, dianya nggak serius. Di saat pihak sananya serius, ehh akunya malah nggak sreg -.-" Berdoa setiap saat mohon petunjuk sama Tuhan, minta untuk didekatkan kalo memang jodoh & dijauhkan kalo memang bukan jodohnya, tapi ketika jawabannya sudah jelas bahwa memang bukan si dia orangnya, masih berusaha nawar sama Tuhan. Dasar manusia bebal, hahaha.. Hati memang bagian yg paling lembut dan rapuh, tapi ketika ia sudah "terpilih" dan terpaut, ia menjadi bagian yg paling keras kepala dan susah untuk diubah, terutama oleh Mr. Logics, ckckck #geleng2kepala.

Singles, let's give the pen and the paper to Him, trust Him that He can make our own fairy tales, too.. Aku pernah jatuh berkali2, memaksakan cerita cintaku sendiri, dan aku mungkin akan jatuh lagi dan lagi, tapi aku mau berjuang lagi dan lagi. Pokoknya aku mau berjalan di jalannya Tuhan! Aku percaya Tuhan pasti bantu ketika aku pun mau terus berusaha :)

A woman's heart should be so hidden in Christ that a man should seek Him first to find her.

Saturday, February 4, 2012

Oleh2 dari Singapura

Back in Suzhou again..

Susah banget mau update di Singapore, karena keterbatasan gadget dan koneksi internet. Nggak bawa laptop, jadi cuma mengandalkan koneksi internet dari SIM card atau wi-fi, tp ga bisa make a new post..

Singkat cerita, papaku menderita hepatitis A, dan tidak ada tumor di pankreas seperti yg ditakutkan sebelumnya. Seluruh keluarga besarku, which is benar2 besar, merasakan kelegaan yg teramat sangat. Kata2 pertama yg terlintas di pikiranku ketika kami menerima hasil pemeriksaan adalah, "Terima kasih, Tuhan!".

Papa adalah satu2nya orang tua yg kami punya di dunia ini setelah mama dipanggil oleh Tuhan. Bukan hanya di dalam keluarga intiku saja, tapi papa juga sangat berperan di dalam keluarga besarku. Papa juga lah yg merawat nenek.

Tapi syukurlah, apa yg kami khawatirkan tidak terjadi. Kami bersyukur, bahwa keinginan dan harapan kami masih sejalan dengan kehendak dan rencana-Nya.

Lewat kejadian ini, lagi2 aku belajar banyak. Aku diingatkan lagi bahwa tidak ada yg abadi. Betapapun aku menyayangi seseorang atau sesuatu, sebesar apapun aku membutuhkannya, tapi jika Tuhan menghendaki, maka aku harus mengembalikan pada-Nya. Kami sekeluarga jg diingatkan untuk tetap kuat dan bersatu di dalam menghadapi semuanya. Untuk ini, aku bersyukur aku memiliki banyak kakak. Kalau dulu sewaktu kecil, tiada hari tanpa berantem (yg selalu berakhir dengan air mataku dan omelan mama kepada kakak2ku), sekarang kami berempat telah dewasa, saling membantu dan menguatkan satu sama lain.

Aku senang, aku punya kesempatan untuk memberi semangat kepada mereka untuk tetap kuat dalam menghadapi cobaan kemarin. Karena, kalau bukan kita yg kuat demi papa, siapa lagi? Kalau kita nggak kuat, how was papa supposed to be strong? Dan, hanya dengan kuasa-Nya lah, pada akhirnya aku mampu menyingkirkan segala ketakutan dan pikiran2 negatif yg ada di kepalaku, dan menggantinya dengan pikiran2 positif, sehingga aku bisa kuat (secara mental) menemani papa selama di Singapura. Menemani papa ke Singapura kemarin bukan saja berarti ada yg menemani papa supaya dia nggak sendirian selama berobat di sana, tapi lebih dari itu, aku senang karena aku bisa menjalankan tugasku sebagai seorang anak, dan juga menunjukkan bahwa sebagai anak paling kecil, aku juga bisa diandalkan. Hey, yes, I've grown up! :) Kakak2ku telah menjaga papa selama di rumah, dan selama di Singapura, it was my turn.. Mungkin sebagai anak sulung, hal seperti ini adalah hal yg biasa atau terkadang bahkan bisa jadi beban. Tapi bagi anak bungsu sepertiku, bisa jadi anak yg bisa diandalkan dan "udah gede" merupakan hal yg "sesuatu banget", wkwkwkk =p

Selama di Singapura, aku banyak spent quality time sama papa. Si sela2 waktu lagi nunggu hasil pemeriksaan & ketemu dokter, kita jalan2 di Paragon & Takashimaya, daerah2 Orchard Rd sana. Seperti kata salah seorang teman papa di smsnya, "Kapan kamu terakhir kali jalan2 berdua sama Pipit (nama kecilku)?". Kalau dipikir2, iya juga yah, kapan terakhir kali aku nge-date berdua sama papa? Kayaknya waktu papa ke Suzhou tahun 2009 lalu deh. Kalau di Surabaya kan pasti ada buntutnya (baca: cc2) hehehe.. Kita juga doa bareng, wow, udah lama nggak doa bareng papa =)
Kita ngomongin banyak hal, mulai dari bercanda, sampai masalah masa depan. Ahh, kita bahas yg satu ini kapan2 saja.. Bukan saat yg tepat untuk galau sekarang.

Tiba juga saat aku & papa berpisah. Aku kembali ke Suzhou untuk menjalankan kewajibanku sebagai mahasiswi, dan papa pulang ke Surabaya, beristirahat untuk memulihkan kesehatannya.

Yah, begitulah "oleh2" dari Singapura. Terima kasih untuk semua teman dan keluarga yg sudah mendoakan papa. Banyak banget yg udah perhatian & doain papa, nanya2 perkembangan kesehatan papa setiap hari. We really appreciate it. Banyak yg sayang sama papa. Lagi2, Tuhan membuat akhir yg indah dari awal yg tadinya terasa amat sulit untuk dilalui. Kasih Tuhan tak berkesudahan. Yes, God is good all the time!

Get well soon ya, Dear Papa.. God bless you always! :)