Friday, February 17, 2012

Move On

Mungkin, salah satu hal yang susah dilakukan di dunia ini adalah melepaskan sesuatu yang bukan untukmu.

Tetapi mungkin juga sebenarnya, kamu hanya harus belajar tersenyum dan tertawa seperti biasa. Hanya saja kali ini tanpanya dan bukan lagi karenanya. Kali ini benar-benar karenamu sendiri dan karena kamu bahagia menjadi apa pun kamu, bersama siapa pun yang memang untukmu nanti.

Karena pada akhirnya, mau tidak mau, kamu hanya harus menyadari bahwa kalau memang bukan untukmu, mau dipikirkan dan diusahakan seberat apa pun juga, tetap tidak akan menjadi milikmu. Tapi mungkin kamu baru bisa melepaskan dia setelah menyadari itu.

Dan pada akhirnya juga, pelan-pelan, kamu akan melupakan. Pelan-pelan, ingatanmu tentang dia akan memudar. Pelan-pelan, kamu hanya akan mengingatnya kapan-kapan. Itu pun kebetulan ketika kamu melihat foto dia atau ada teman yang menanyakannya. Tapi pelan-pelan. Pelan-pelan. Yang banyak tidak dimengerti orang adalah 'pelan-pelan'nya.

Mulailah dengan tidak mengingat sama sekali tentangnya dan berhenti juga mencari tahu tentangnya. Tetap, pelan-pelan.

Pada momen ini, jangan dulu sering menengok ke belakang. Terus saja berjalan. Terus saja. Pada akhirnya nanti, akan sampai pada satu titik yang membuat kamu nyaman. Titik dimana ketika kamu menengok lagi ke belakang, semuanya sudah tidak sama lagi. Kamu rindu momen-momen itu, tapi tidak ingin kembali lagi ke momen itu. Hanya rindu, hanya kenangan. Bukan untuk dilupakan atau dihilangkan, hanya untuk sesekali menengok ke belakang, tapi bukan untuk menetap di sana. Just keep moving.
Karena bagaimanapun juga, jangan lupa, hatimu yang harus dijaga, bukan lukanya. Jangan lupa juga, bahagiamu yang harus dijaga, bukan keterpurukannya. Jadi, terus saja berjalan. Kalau tidak, kamu akan ketinggalan.

Karena bahagia selalu menemukan jalan untuk tetap sampai ke tempatnya. Dari arah mana saja, ke arah mana saja.

Angkat lagi kepalamu, bangun lagi bahagiamu, lepaskan 'reruntuhan' apa pun itu. 
Kita masih punya waktu. 
Kita selalu punya waktu. 

Maybe there's nothing wrong, maybe you just have to move on.



------------------------------------

Satu lagi tulisan yg kutemukan di Namarappuccino dan segera menjadi salah satu favoritku.

Mungkin ada dari kalian yg bertanya2, mengapa lagi2 tentang "melepaskan"?

Karena "melepaskan" adalah sesuatu yg menjadi struggle banyak orang.
Karena "melepaskan" adalah sesuatu yg begitu sulit untuk dilakukan.
Mungkin, karena aku sedang berusaha untuk "melepaskan".

Oke. Kali ini aku akan jujur.

Mulai dari beberapa waktu yg lalu, aku bertekad untuk merubah hidupku. Aku berjanji pada diriku sendiri dan Tuhan bahwa aku mau menjadikan Dia fokus hidupku. Aku mau memakai masa2 lajangku ini dengan sebaik2nya, mengisinya dengan hal2 yg hanya bisa aku lakukan terbaik ketika aku sedang single, mempersiapkan diriku dan menanti waktunya Tuhan dengan sabar.

Aku mau mengosongkan hatiku, memulihkannya dari segala luka yg telah menyiksanya selama ini. Dan mengisinya dengan Tuhan.

Untuk itu, aku perlu belajar untuk "melepaskan". Move on. Melepaskan segalanya, move on dari siapa pun atau apa pun yg menghalangiku untuk memfokuskan hidupku pada-Nya.

Tetapi, hampir nggak pernah hatiku kosong. Selalu ada seseorang yg mengisinya, betah tinggal di sana sampai ia tergantikan dengan seseorang yg lain. Bahkan ketika aku tak menyadarinya, ternyata pasti masih ada seseorang di sana. Makanya, aku harus belajar untuk "melepaskan". "Melepaskan", bukan "melupakan".

Bukan aku tak pernah belajar untuk melepaskan. Aku selalu, sedang, dan masih akan terus belajar. Tapi, kali ini aku harus belajar dengan lebih giat dan lebih sungguh2.

Dan semua yg tertuang dalam tulisan karya Namarappuccino ini sangat benar adanya.

Ada beberapa hal yg akan selalu menjadi semangat dan kekuatanku di dalam proses pembelajaran ini:


1. Tuhan. Sumber dari segala kekuatanku. Ketika aku nyaris jatuh dan jatuh lagi, aku akan menoleh pada-Nya, dan Ia akan selalu berada di sana, memegang tanganku dan menjagaku agar tidak jatuh lagi. Dia, yg jadi fokus hidupku.

2. Tulisan ini, dan tulisan2 sejenis yg lain yg sangat memberkati aku. Dan banyak lajang2 yg lain. Mari berjuang bersama.

3. Yg terakhir, dan yg paling aku jaga: Persahabatan kita :)


Semangat!! God bless you all =)

2 comments:

  1. Aaaa. I love it. Terima kasih sudah di share di blog juga. Baru sempat berkunjung.

    "Karena "melepaskan" adalah sesuatu yg menjadi struggle banyak orang.
    Karena "melepaskan" adalah sesuatu yg begitu sulit untuk dilakukan."

    Karena alasan itu juga lah sering menulis tentang menuliskan, kadang disisipkan/tersirat di fiksi. Karena banyak orang yang ingin melepaskan.

    Setuju dengan Tuhan, menjadi yang pertama. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. Ini adalah salah satu contoh betapa lewat sebuah tulisan kita bisa saling mengingatkan dan menguatkan :)
      Melepaskan adalah proyek seumur hidup, karena tidak ada yg abadi, dan karena tidak peduli sesering apapun kita berhasil melepaskan, we'll never be good at it. Setiap prosesnya pasti membawa luka, tetapi juga memberikan warna dan pembelajaran yg baru :)

      Delete