Saturday, June 9, 2012

"Saat itu"

Akhirnya.. Hari itu akan tiba juga, ya..
Hari yang bahkan sudah terasa dekat ketika dia masih jauh, dan ternyata sekarang sudah di depan mata kita.
Aku tahu, kamu menantikan saat itu. Saat dimana kamu menyelesaikan semua kewajibanmu sebagai seorang mahasiswa, terbang memasuki dunia yang "sesungguhnya". Dimana kamu bisa meraih seluruh mimpimu: masa depan yang cerah dan senyum bangga dari papa mama. Tapi.. "Saat itu" justru bukan saat yang aku nanti-nantikan. "Saat itu" adalah saat dimana aku harus benar-benar melepaskanmu, saat dimana semua yang ada sekarang akan berubah. Terkadang, aku justru menginginkan waktu untuk berhenti di sini, sehingga "saat itu" tidak akan pernah tiba. Bukan saat dimana kamu pergi, tapi saat dimana aku harus melepasmu.

Orang bilang, masa-masa ini adalah momen pahit dan manis. Ya, pahit, karena kau tak kan ada lagi di dekatku, tertawa bersamaku, segaring apapun lelucon yang kita lontarkan berdua. Tak ada lagi kelakuan-kelakuan ataupun suara-suara aneh saat kita menghabiskan waktu bersama. Kita masih akan bertemu, tetapi aku tahu, segalanya akan menjadi berbeda. Karena intensitas waktu untuk bertemu dan kesibukan kita masing-masing. Tapi, ya, aku pun akan merasakan manis. Melihatmu berdiri di atas panggung dengan toga itu, tak usah membayangkan menjadi orang tuamu, aku pun akan merasakan bangga di dalam dada. Dan melihatmu pergi dengan tawa dan harapan, juga akan menjadi suka cita yang sama bagiku. Semoga harapan yang kau bawa pergi dari sini tak pernah padam.

Bahagia adalah pilihan, dan aku telah memilih untuk melepasmu pergi menyambut masa depan itu. Tidak mudah, memang, tapi aku mau berusaha. Tapi tentu saja aku akan merindukanmu. Seberapa besar? Oh, kamu tak usah tahu. Kamu pergilah meraih cita-citamu dan biarkan aku merindukanmu di sini.

Ribuan kata terpendam dalam hati, semuanya mengungkapkan betapa aku bersyukur pernah bertemu dan mengenalmu, apalagi menjadi temanmu. Dimanapun kau berada, doaku besertamu. Kejar mimpimu dan tetap berjalan bersama-Nya. Aku tahu, kamu pasti akan berhasil.

I've never been good at goodbyes, but I guess this is not a goodbye at all. Semuanya akan baik-baik saja, bukan begitu? Que sera sera, whatever will be, will be.  Life goes on whether we like it or not. Ya, semuanya akan baik-baik saja :)
Thank you for the sunshine you've brought here.. And no matter where you go, always bring your own sunshine.
People say best friends are hard to find. It's because the best is already mine =) Kau telah membuat hidupku tidak akan pernah sama lagi.

No comments:

Post a Comment