Thursday, July 19, 2012

Kecewa

The fact that you do NOT smoke makes you cool, not otherwise.

Disappointment is when you set your expectation too high.

Dua kalimat itu bersatu untuk mendeskripsikan perasaan yang lagi aku rasain sekarang.

Kemarin, aku mengetahui sebuah fakta tentang seorang teman. Seseorang yang kuanggap baik dan cukup "sempurna". Oh, jangan membayangkan seseorang dengan wajah ganteng, baik hati, romantis, dan tidak memiliki kekurangan. Jauh dari yang aku maksud. Tentu saja dia punya banyak sekali kekurangan, dan percayalah, banyak sekali hal-hal aneh yang sering dia lakukan. Tapi tetap saja, image yang dia punya di mata orang-orang adalah "a good guy".

Tapi begitu kemarin aku mengetahui sebuah fakta kecil ini, pandanganku terhadapnya langsung berubah. Dan yang paling kurasakan adalah sebuah kekecewaan yang mendalam.

Ternyata setahun belakangan ini dia merokok. Social smoker, katanya. Cuma merokok untuk bersosialisasi, alias cuma kalo lagi sama temen2 sesama perokok.

Aku memang sensitif banget kalo soal rokok. Dengan gamblang aku kemukakan di sini bahwa I hate smokers. Bukan berarti aku nggak mau bergaul sama orang2 yang merokok. Postingan ini nggak bermaksud untuk menghakimi kalian2 para perokok. Aku benci rokok, tapi itu pilihan hidup kalian. Banyak temen2ku yang merokok, kok. Pernah juga punya pacar seorang social smoker. Kalau dari awal aku kenal seseorang sebagai seorang yang merokok, aku terima dia apa adanya kok. Itu beda kasus. Mungkin dalam kasus ini, masalahnya orang itu adalah DIA. Temenku, yang aku anggap "sempurna" itu. At least dia nggak merokok. Dulu. Makanya ketika aku tahu bahwa dia ternyata merokok, aku langsung sedih, marah, dan kecewa. Terlebih, karena aku tahunya gara2 aku nemuin kotak rokoknya, bukan karena pengakuan langsung dari orangnya.

Social smoker, tapi kenapa bawa-bawa rokok ketika lagi pergi sama orang2 yang nggak merokok? Kenapa bawa-bawa rokok kalo tahu dia nggak akan merokok di sana? Lama-lama jadi real smoker juga, kan? Mau social smoker kek, real smoker kek, pecandu rokok kek, tetep aja namanya sama-sama SMOKER, bukan?

Kenapa orang yang tadinya nggak merokok sekarang malah merokok? Sadar bahwa rokok itu nggak bagus, merokok nggak bikin kita jadi keliatan keren, tapi tetep aja melakukan? Bukannya jadi lebih baik, malah jadi lebih buruk.

Betapa seribu kebaikan dapat terhapus hanya dengan sebuah keburukan :'( Mungkin memang aku yang harus menerima bahwa Nobody's perfect.... And people change..

4 comments:

  1. Sabar yo Syl.....^^
    Aku juga pernah ngalamin gitu, kecewa pas tau kawan dekatku ngerokok, kejadiannya pas SMP looo, tapi sampe sekarang masi ingat banget. Aku jadi kecewa gara2 awalnya aku kenal dia tu bukan perokok, eh...tau2 gitu ^^'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuull2.. Kecewa karena tadinya kita taunya mereka bukan perokok, ternyata oh ternyata..
      Terima kasih Megaa yg uda mengerti perasaankuu :)

      Delete
  2. Suruh temen2mu yg merokok untuk nonton video ini deh...semoga mereka berpikir ulang untuk meneruskan hobinya itu...

    http://claude-c-kenni.blogspot.com/2012/06/dear-smokers.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu iklan anti-merokok yg di Thailand itu yah? Aku udah pernah liat. Smokers pasti ketonjok bgt yak nontonnya..
      Masalahnya tuh mereka tau kalo smoking is bad, yet they keep doing that. Just like all smokers do.

      Delete