Monday, September 30, 2013

3C2T, Apaan Tuuh? :D

Being in a happy relationship is not all about living in a fairytale. Banyak orang ga tahan menjomblo & pengen cepetan punya pacar (apalagi abege jaman sekarang, insekyur banget kalo ga punya pacar) karena ngerasa kalo punya pacar tuh enak, hepi melulu, ada yang nyayangin, de el el.

Padahal kenyataannya nggak seperti itu. Pasangan yang berbahagia bukan berarti nggak punya masalah. Pasangan yang berbahagia bukan berarti stay happy tanpa memperjuangkan kebahagiaan itu.

Yang ada justru sebaliknya. Pasangan yang bahagia adalah pasangan yang berkomitmen untuk terus menjaga apa yang mereka punya & keep fighting together. Pasangan yang bahagia adalah pasangan yang menghadapi segala obstacle yang ada secara bersama-sama & tidak ada satu pihak yang menyerah atau berjuang lebih besar daripada pihak yang lain.

Eits, jangan salah tangkap dulu. Bukan berarti punya pacar itu ga enak loh. Punya pacar itu enak banget kok, hahaha.. Bukan berarti juga aku ga hepi sama my relationship. I'm in a perfectly happy relationship with an amazing man :3 Maksudku adalah, bukan dengan kita enak2an, nggak ngelakuin apa2, nggak usaha apa2, trus bisa punya happy relationship, gituu.. Duduk angkat kaki sambil ngarep pacar jemput sambil bawain sebuket bunga mawar & martabak kesukaan yang bikin kita hepi. Pacaran ama supir ato tukang bunga ato tukang martabak aja kalo gitu :D

Being in a relationship justru adalah kesempatan dimana kita bisa belajar banyak tentang hal2 yang sebelumnya kita nggak tahu ato nggak kita hadapin ketika lagi jomblo. Being in a relationship is an opportunity to grow as a person and as a couple - to be a better person and a better partner for each other. Makanya banyak yang share tentang "pelajaran2" yang mereka dapet selama masa pacaran. Karena being in a relationship means learning continually to make it work. Proses belajar yang nggak akan berhenti bahkan setelah menikah.

Teori berpacaran yang udah dari dulu aku tahu adalah komitmen dan komunikasi. Tapi baru sekarang aku bener2 menyadari pentingnya kedua prinsip tersebut.

Ada seorang temenku yang baru putus dari pacarnya karena nggak ada komitmen dan komunikasi yang baik. Ketika ngerasa ada sesuatu yang nggak disuka or nggak cocok, bukannya diomongin ke pasangan, tapi malah diem dan berharap pasangannya bisa sadar dan berubah dengan sendirinya. Ketika udah sama2 sadar akan permasalahan yang ada, bukannya bekerjasama buat belajar dan jadi lebih baik demi kelangsungan hubungan, tapi malah menyerah dan langsung memilih untuk putus.

Nggak ada pasangan yang cocok 100% di segala hal. Yang terjadi sama pasangan2 yang punya hubungan yang lama adalah mereka bertoleransi, bekerjasama, belajar, saling memahami, dan keep fighting to make it work. At least itu yang dibilang sama orang2 yang menjalani hubungan jangka panjang seperti itu - karena aku sendiri belum pernah berada dalam fase itu hehehe - and it makes so much sense. Nggak ada dua manusia yang sama dalam semua hal. Anak kembar aja nggak ada yang 100% sama persis, padahal they share the same DNA.

Dari pengalaman temen juga, I witness that kalo usaha2 itu nggak dilakukan oleh kedua pihak (cuma salah satu), it won't work either. Karena relationship terdiri dari DUA orang, bukan satu - apalagi tiga ato lebih =p Jadi, kalo cuma SATU yang usaha, ya ngapain? Mau sampe kapan bertahan sebelum akhirnya capek sendiri?

Terkadang aku suka "tergoda" untuk tidak mengkomunikasikan sesuatu sama pasangan. Bukan bermaksud menyembunyikan ato gimana, tapi aku emang orang yang suka lupa/nggak mempermasalahkan sesuatu setelah beberapa saat berlalu. I can be upset this second, and get over it the next second. Tapi aku sadar itu nggak boleh/nggak bagus. Mungkin aku bisa get over it sekarang, tapi siapa tahu itu justru adalah "bom waktu" yang bisa meledak sewaktu2. Bisa aja tanpa aku sadari, aku menumpuk permasalahan sendiri dan jadi nggak tahan sendiri lama2. Jadi aku memilih untuk selalu mengkomunikasikan semua yang aku rasakan - hal2 yang aku nggak suka ato bikin aku ngerasa sedih, kesel, dll - ke pasangan, sekecil apapun itu. Karena ada peribahasa "Sedikit sedikit lama-lama menjadi bukit", hehehe..

Tapi musti ati2 juga, karena kalo ga tau cara berkomunikasi yang baik, bisa malah menyulut pertengkaran juga. Komunikasi yang baik adalah ketika satu pihak mengutarakan pendapat/isi hatinya, pihak yang lain mau mendengarkan dengan baik, dan dua2nya nggak terbawa emosi, melainkan ngomongin baik2. I feel very lucky that I have a partner yang selalu mau dengerin aku dengan sabar. Nggak pernah sekali pun kita diskusi sambil marah2 ato berantem. Dalam sebuah diskusi, wajar kalo ada perbedaan pendapat, tapi nggak pake emosi. Komunikasiin segala sesuatunya dengan dewasa.

So far, here's what I've learnt about being in a good, happy, and healthy relationship: commitment, communication, care, trust, and teamwork (3C2T, by Sylvia Sumitro, huahahaha sombongnyaa :p). I hope both of me & my partner - and all couples too - always have those five principles in our relationship.
And above all, always seek God & ask for His guidance to lead and be the center of our relationships.

Banyak hal yang bisa dipelajarin dalam sebuah hubungan & I won't stop learning to make mine work :) Makanya selalu seneng kalo ada temen yang share juga tentang hal2 yang mereka pelajarin dalam hubungan mereka, aku jadi bisa ikutan belajar. Kalo aku salah ato kurang, please don't hesitate to leave comments below. Mari belajar bersama :)

"Pacaran bukan supaya bisa minta dibahagiain sama pasangan, tapi supaya bisa saling membahagiakan pasangan ♥"

Sunday, September 29, 2013

Drama of Life

Beberapa waktu yg lalu, ada seorang temen cowo (sebut aja Adam) nanya ke aku nomer telepon Betty, tapi Adam bilang jangan kasitau siapa2 kalo dia yg nanya. Si Adam dan Si Betty ini statusnya adalah mantan pacar di masa sekolah dulu. Tadinya aku sempet ragu & dilemma, mau kasih nomernya Si Betty nggak. Sebenernya aku lebih deket sama Adam, tapi sebagai sesama cewe & karena aku nggak tau alasan mereka putus dulu itu kenapa, aku jadi mikir dua kali mau ngasih nomernya Betty. Aku nanya ama Adam, "Kira2 aku bakal nyesel ga, ngasih nomernya Betty ke kamu? Ato, kira2 Betty bakal marah ga kalo kamu hubungin dia lagi?" Then he answered, "Terserah kamu, kamu bisa pikir2 dulu kok, yg jelas niatku ama Betty itu baik. Cuma mau selesaiin masalah yg ada di antara kita."

Karena jawaban Adam itu, aku jadi inget sama kisah2 masa laluku sendiri, and I decided to give him her number sambil bilang, "I hope I'm doing the right thing & you both can solve whatever problems you have."

Bukannya apa, tapi aku pengen mereka bisa selesaiin masalah yg ada di antara mereka, whatever it is - I didn't ask because I didn't wanna be nosy. Toh kan masalahnya udah berlalu lebih dari setahun - mungkin malah 2 tahun - why don't talk about it nicely and be over it?

"Drama" di antara mereka itu mengingatkanku sama drama2 yg pernah aku punya dulu. Ya, bentuknya jamak, karena nggak cuma satu drama yg pernah aku alamin. But thank God, semua drama itu dapat berakhir dengan baik dan indah.

1. Waktu SMP kelas 2 dulu, ada seorang cewe di angkatanku, sebut aja namanya Susan. Dia cukup terkenal, dan aku pun juga cukup dikenal di sekolah. We knew each other, tau nama & muka masing2, tapi nggak kenal. Akhirnya kami kenalan karena dikenalin sama temen yg lain & we became friends. Kemudian, dia jadian ama Budi (bukan nama sebenarnya, LOL), yg kebetulan aku juga deket sama Si Budi ini. Duduk sebangku di kelas, diteleponin terus tiap hari selama berjam2, yg awalnya cuma ngomongin tugas dan berlanjut ngomongin hal2 ga penting ampe berjam2. Ga heran banyak yg ngegosipin kita, salah satunya adalah wali kelasku sendiri. Iya, wali kelasku! Dia suka manas2in gitu, bilang Si Budi pilih Susan ato aku? Grr.. Padahal aku ama Budi cuman temen deket - at least I thought & felt so. Lagian kalo Si Budi emang suka sama aku, kenapa dia jadian ama Susan ya kan? Wong udah kenal & deket ama aku sebelum dia jadian ama Susan.

Suatu hari, Si Susan tiba2 nggak nyapa aku dan bahkan memalingkan muka waktu lagi papasan sama aku. Aku bingung, nggak tahu apa masalah dia dan apa salahku. Dan itu berlanjut terus sampe akhirnya aku udah nggak ngomong2an lagi ama dia, karena nggak ada komunikasi sama sekali di antara kita. She didn't explain why, and I didn't ask. Kita jadi musuhan. Gosipnya sih ada anak yg ngadu domba kita berdua (tentang aku & Budi) ampe dia jadi marah sama aku.

Yup, I guess ego & gengsi menguasai diri kami berdua saat itu.

Aku punya prinsip bahwa kalo aku salah, I'll admit it & apologize. Tapi kalo aku ga salah ato ga tau apa salahku, I won't. Ever. Just don't expect me to do so. It's not my fault.

Beberapa lama kemudian, Susan dan Budi putus. Nggak tau kenapa, tapi sepertinya masalah internal mereka dan bukan aku penyebabnya. Sepertinya.

"Permusuhan" kami berlangsung hingga SMA 1. Lama banget kan. Musuhannya sengit pula, perang dingin gitu, plus iri2an. Tadinya udah seneng karena denger dia bakal masuk ke SMA lain, tapi ternyata nggak jadi & kita berada di sekolah yg sama lagi.

Ada temen deket aku, sebut aja Ana, yg deket juga ama Susan, yg bujuk2in aku buat baekan ama Susan - soalnya kasian dia, ada di tengah2 & ga bisa 'milih' antara aku dan Susan, haha.. Karena awal mula kejadiannya uda bertahun2 yg lalu dan karena I hold Ana close to my heart, aku mau nurutin dia ngajak Susan ngomong duluan. Dengan satu syarat: kalo aku uda ngajak ngomong duluan & ternyata Si Susan nggak ada itikad baik yg sama, that's it. Jangan harap aku mau nyoba lagi. And so we had a deal.

Long story short, aku & Susan berdamai. Kita selesaiin segala kesalahpahaman di antara kita, and back to being friends. Pas naik kelas 2 kita malah sekelas & jadi makin deket, ampe sekarang. Abis selesai Unas kita sering pegi2 bareng ama temen2 - hampir tiap hari - maen2 ke rumahnya sambil belajar masak sama mamanya, bahkan nginep2an buat nonton bola bareng. Ya, ternyata kita punya banyak banget kesamaan & cukup sehati. I'm so glad that I talked to her that day and get her back as my friend - one of my close friends now.

2. Pernah juga sebel2an ama seorang kakak kelas tanpa alasan yg jelas - I hated her so much and so did her. Tapi beberapa tahun setelahnya, she changed a lot - I didn't like her attitude before. Dia jadi lebih nyenengin, less annoying, trus kita jadi temenan lumayan deket deh. Ampe sekarang, udah ga ada masalah apa2 lagi sama dia.

3. Pernah musuhan & diem2an ama mantan ampe bertahun2 juga. Trakhir2, karena capek & udah sama2 grow up jadi lebih dewasa, akhirnya kita memutuskan untuk baekan & ga diem2an lagi ampe sekarang. Melupakan semua masalah yg pernah ada & jadi temen.

Itu adalah 3 drama "terbesar" yg aku punya. Dimana aku "musuhan" sama seseorang ampe bertahun2, yg kirain ga bakal bisa baekan & temenan lagi selamanya, tapi nyatanya bisa berakhir dengan baik - bahkan bisa jadi temen deket - ketika ada itikad baik dari kedua belah pihak.

Ini lah yg aku pengen Si Adam dan Betty punya. After all, mereka pernah saling sayang & jadi bagian terpenting dari hidup masing2. Kalopun harus berakhir, kenapa yg awalnya indah tidak bisa berakhir dengan indah?

Yang dibutuhin cuma itikad baik & kedewasaan dari kedua pihak. Kalo yg satu dewasa tapi yg satu childish dan malah musuhan instead of solving the problems, ya tetep aja nggak akan bisa selesai & damai. Dewasa ketemu childish jadinya ya bakal childish, ga akan bisa jadi dewasa dalam nyelesaiin permasalahan.

Life is full of dramas, like it or not. But the most important thing is how you deal with them. How you handle those situations. Orang2 yg kamu benci ato kamu punya dendam, mungkin aja adalah orang2 yg sebenarnya punya potensi untuk bisa jadi temanmu. Tanpa disadari, kalo kita benci banget sama seseorang - apalagi sampe iri hati sama dia - berarti dia means something to you. Ato bahkan mungkin aja dia resemblance dari kamu ato yg kamu HARAPKAN dari dirimu sendiri. Ngapain cape2 iri hati sama orang yg ga kamu peduliin? Ngomentarin tiap gerak-geriknya, baju yg dia pake, ato bahkan stalking socmed-nya tiap saat? Benci & iri hati itu bikin capek hati & mental, iya apa iya? Hehehe..

Drama, itu wajar banget. But grow up, be mature, and solve your problems. Don't hold grudge. Emang susah, makanya perlu doa juga, minta rahmat pengampunan dan kemampuan untuk mengampuni juga sama Tuhan. Mungkin ga bisa cuma sekali dua kali trus kita bisa langsung memaafkan & menghilangkan kebencian/dendam itu, tapi yg terpenting adalah menyadari kesalahan tersebut, dan bangkit lagi. Ketika kembali jatuh ke dalam dosa yg sama (balik ke iri hati & benci), introspeksi lagi dan berdoa lagi. Trust me, your life will be easier & more beautiful without dramas ;D

Thursday, September 26, 2013

Mom

Siapapun juga tahu bahwa menjadi seorang istri, apalagi mama/ibu, bukan hal yang gampang. Aku pernah bilang - dan selalu beranggapan - bahwa "Moms make our lives easier". Isn't that true?

Dari kecil: bangun tidur, sarapan udah siap. Seragam sekolah udah siap. Air panas buat mandi udah siap. Kita tinggal mandi, sikat gigi, ganti baju, duduk manis di meja makan, berangkat sekolah. Buat yang cewe, sambil kita makan mungkin mama sambil di belakang "maenin" rambut kita, nguncir2 ato ngepang2 rambut - well, that was what my mom always did to me every morning :p

Karena mamaku dulu adalah seorang IRT (ibu rumah tangga), pulang sekolah pun langsung ada mama - or "mbak" (pembantu) - yang udah nyiapin makan siang. Waktu mama kerja pun, mama pasti udah nyuruh mbak buat siapin segala sesuatunya. Ada PR dari sekolah, ato besoknya ada ulangan, mama yang ngajarin.

Kalo ada apa2, yang dicari pasti mama. Kalo butuh apa2, yang "dimintain tolong" pasti mama. Kalo lagi nyari barang, yang ditanyain pasti mama. Nggak anaknya, nggak suaminya, semua nyarinya mama. Sampe ada kalimat yang bilang, "If you can't find anything, ask your mom. If she can't find it, then it's gone forever."

Mau sekolah di luar kota ato luar negeri, mama bakal siapin "perbekalan" dari rumah yang lengkap, takut anaknya ntar makannya nggak bener ato nggak tercukupi. Pengen keriting rambut ato perawatan salon lainnya, tinggal bilang mama, she knows the best salon in town. Pengen makan A, B, C, D, tinggal bilang mama, ntar bakal tersedia di meja makan. Entah itu beli ato bikin sendiri. Kalo mamaku yang demen & jago banget masak, kalo ada makanan di luaran yang enak, pasti setelahnya dia bikin sendiri di rumah.

See? Wasn't I right? Moms do make our lives much easier, don't they?
Ketika lagi ada masalah ato butuh tanya2 tentang hal2 yang cewe banget - salon, shopping, etc - sering banget I wish my mom were still alive. Sering banget mikir kalo my life would've been much easier if I had her. I know it's wrong to feel & think that way, dan berasa nggak mensyukuri apa yang aku punya sekarang - a great dad, helpful sisters, caring friends, a loving bf - but there are some - if not many - things that only moms know/understand/can do.

Pernah nggak, mama kalian ngomong, "Kalian ini apa-apa mama, semua mama. Nggak tau deh ntar kalo mama mati kalian gimana," pas mama lagi kesel ato capek? My mom often said that. Dan terbukti kami memang kelabakan hidup tanpa mama.

Semua orang tahu bahwa pekerjaan seorang istri & mama itu nggak gampang, tapi tahukah kita sesulit apa itu?

Aku belum jadi istri siapa2 dan mama dari siapa2, tapi makin gede aku makin menyadari bahwa pekerjaan itu jauh lebih sulit dari yang aku bayangin dulu2. I'm sure it's not just me. Makin gede tentunya kita makin dewasa & menyadari susahnya jadi orang tua.

Baru hidup jauh dari keluarga & harus mikirin hari ini mau makan apa (buat diri sendiri) aja bingung, apalagi harus mikirin sekeluarga. TIAP HARI, for the rest of your life. Gimana nggak pusing tuh? Belum kalo selera tiap anggota keluarga beda-beda. Suaminya doyan makanan Indonesia, anaknya doyannya makanan western. Anaknya cinta seafood, suaminya alergi seafood. Pilih2 makanan. Ditambah lagi kalo tinggal bareng mertua. Beugh! Pekerjaan yang nggak gampang jadi makin sulit. Kalo makanannya nggak bervariasi ntar suami & anak ngomel, katanya mama kok ga kreatif. Padahal kalo ditanya, "Mau makan apa?" jawabannya kebanyakan "Terserah". Iya apa iya, hayooo? Bingung nggak tuh kalo jadi mama. Dulu mamaku justru seneng banget kalo anak2 ato suaminya ada request pengen makan apa, jadi nggak bingung2 lagi & tinggal bikin sesuai request (tapi itu jarang terjadi, yang lebih sering ya versi "terserah" itu tadi >.<).

Memang ketika kita sudah kehilangan sesuatu (apalagi seseorang), kita baru menyadari & menghargainya. Segala pengorbanan orang tua - terutama mama, karena topiknya lagi ngebahas mama - we often take it for granted. Nggak berasa bahwa itu sesuatu yang besar karena kita mendapatkannya setiap hari. Nggak berasa kalo kita "hidup enak" karena ada yang menyediakan. Aku pun dulu seperti itu. Setelah kehilangan mama untuk selamanya, baru deh berasa banget banget banget..

Kita sering ngomong "Don't take your spouse for granted", tapi suka nggak sadar kalo nggak cuman PH yang sering nggak kita hargain, tapi juga mama (orang tua), dan juga Tuhan. Wiiihhh, coba bayangin kalo Tuhan tiba2 stop provide kita dengan oksigen! Langsung stop juga nih nyawa kita, hehehe.. Tapi kita jarang bersyukur untuk hal2 "kecil" seperti itu, nunggu mukjizat terjadi ato permohonan kita dikabulkan, baru bersyukur. Kenapa kata "kecil"nya aku pake-in tanda kutip? Karena hal2 yang terlihat kecil itu sebenarnya besar, hanya saja karena itu terjadi/kita dapetin tiap hari, akhirnya kita udah ngerasa kalo itu biasa aja, ato "udah seharusnya seperti itu".

Memang, mengurus & menyediakan kebutuhan suami & anak adalah tugas/kewajiban seorang istri & ibu, tapi alangkah bahagianya seorang wanita - istri/mama - kalo keluarga yang dicintainya ikut mempermudah dia melakukan tugasnya. Mungkin sekedar ucapan terima kasih udah bisa bikin mereka seneng. Dengan mensyukuri, menghargai & menikmati apapun yang mereka masak, wiiihh, dijamin mereka bakal lebih semangat masaknya tiap hari. Meskipun aku belum jadi istri & mama, tapi untuk poin terakhir yang aku sebutin tadi, aku tahu banget kalo itu bener. Soalnya aku suka masak & kalo orang yang makan masakanku bilang enak, doyan, rasanya seneng & puas banget, trus jadi semangat deh lain kali buat masakin mereka. Bahkan nggak usah ikutan makan pun udah kenyang kalo tahu orang lain suka sama masakanku. Apalagi kalo keluarga & orang2 tersayang yang bilang gitu.

Kalo masakannya "kurang enak", jangan bilang, "Ih, masakannya kok nggak enak sih!" ato, "Nggak suka ah, enakan masakan di A.". Bukan berarti trus harus bohong & bilang kalo masakannya enak padahal sebenernya nggak enak lho ya. Itu namanya menjerumuskan, lagian yang tersiksa juga diri sendiri ntar kalo dia masakin itu terus karena ngira kita doyan =p Ngomong yang halus, kasih kritik yang membangun, bilang yang kurang apa/dimana, tapi tetep nggak lupa hargain usahanya. After all, nggak ada orang - apalagi mama/istri - yang nggak kepengen & berusaha biar masakannya enak & disukai sama keluarga tercintanya.

Selalu mengucap syukur pada Tuhan buat hari yang baru, buat matahari yang masih terus bersinar, dan buat orang2 di sekitar kita yang menyayangi kita & kita sayangi. Those little things that make us smile everyday :)

Not taking things - or people - for granted is hard, but let's learn together. Before it's too late :)

Wednesday, September 25, 2013

Mandarin Private Course

Hello there! :)

Saya baru pulang dari liburan ke Bali, hihihi.. Asik sih liburan bareng keluarga bukan di musim liburan *minta diseplak* wkwkwkwk.. Tadinya ke Bali gara2 ada acara keluarga aja kok, ada saudara nikah di Bali, jadi trus skalian jalan2 aja, hehehe..

Enough talking about Bali deh, tulisan ini bukan untuk ngiming2in kalian kok :D

I've been waiting for the call from a university informing that I can start my internship at their hospital soon. Tadinya berharap tahun ini bisa mulai, tepatnya Oktober ini. Tapi semakin mendekati akhir September & masih belum ada tanda2 kepastian aku bisa mulai tahun ini, akhirnya aku memutuskan untuk tidak menaruh harapan terlalu besar. Harapanku sekarang adalah aku bisa nemuin kerjaan lain sembari menunggu panggilan adaptasi itu.

I decided to teach Mandarin. Why?

Aku udah belajar mandarin sejak usia 6 tahun, study tour di Qingdao selama 1.5 bulan, dan tinggal di Suzhou untuk sekolah & magang selama 5.5 tahun. Selama di Cina pun aku juga suka ngajarin temen2 kalo ada Pe-eR ato ujian (one of the best memories, kita ngumpul di kamarku sambil belajar bareng, simulasi listening & dictation: aku bikin soal trus mereka kerjain. Seru!). So, I guess I have what it takes to teach mandarin. Daripada terus2an jadi pengangguran, mendingan I do something useful. Bisa share ilmu ke orang lain. Paling seneng bergerak di bidang jasa & pendidikan karena dengan aku bekerja, aku bisa menolong orang lain & share sama orang lain dengan talenta & panggilanku. Rasanya ada kepuasan tersendiri yg didapat :)

Udah nyari2 murid, dan puji Tuhan mulai menunjukkan hasil. Hari ini aku ditelepon & diminta untuk ngelesin anak usia 4 tahun. Aww, me love kids. Tapi agak tricky juga untuk ngajar anak sekecil itu. Belajar sambil have fun juga, biar anaknya ga bosen dan bisa seneng belajarnya. Buat cici2 yg sering ngajar anak2 (e.g.: Ci Lia & Ci Tepgun, maybe?), any advice for me buat ngajar anak kecil? Hehehe..

Please pray for me, so that I can get more students and teach them well. Mungkin bisa dibantu nyariin orang2 yg mau belajar mandarin di area Surabaya? Hehehe.. Baik anak kecil, SD, SMP, SMA, kuliah, maupun yg udah kerja (buat conversation), semuanya oke, just contact me by giving comments below, or emails.

Tetep berdoa buat proses adaptasi/magangku juga yaah *banyak maunya* huehehehe...

For now, I'm very excited to start this teaching job ^_^ Masa bodo deh kalo ada orang2 yg nyinyirin ato mikir, "Dokter kok malah ngelesin", yg penting I'm doing something good & ga ngerugiin orang lain. Kalo ada yg nyinyirin gitu dan bisa bantu mempercepat proses adaptasiku sih, I'd be more than happy - I'd be sooo thrilled & thankful! So, I'm just trying to enjoy every moment of my life. Maybe this is what He wants me to do at the moment. Apalagi orang tua, keluarga, pacar & orang2 terdekatku mendukungku dalam hal ini juga (I know, I'm so lucky & can't be more grateful to have a very supportive parent, partner, and family). Maybe this is one of the reasons why I've been learning Mandarin since such a young age. We never know for sure. Tapi satu hal yg aku tahu pasti, Tuhan tidak diam and He knows what He's doing. He will provide :) I don't wanna regret the chances I didn't take.

Thank you & God bless! *hugs*

Wednesday, September 11, 2013

Oppa Gangnam Style "Re-make" Video

This post is dedicated to all Suzhou-ers, and especially the 2007 batch :)

Kali ini aku mau share video nihh..

Back in Suzhou, kita punya tradisi yg namanya "Prom Night" (perpisahan untuk angkatan yg udah lulus & bakal meninggalkan Suzhou for good). Di prom night itu acara2 yg harus ada adalah prom dance, prom king & queen, dan video angkatan yg lulus itu (semacam peraturan tak tertulis).

Untuk prom night angkatanku kemarin, adik2 kelasku sepakat untuk bikin video yg agak "wow" konsepnya, yg menuntut kita untuk "all out" pas syutingnya. Maklum, angkatanku dikenal sebagai angkatan yg TOTAL dalam bekerja dan ga mau setengah2, harus bagus, makanya junior2 kami optimis bisa bikin video itu jadi kenyataan. Well, I feel proud that angkatan kami dikenal kayak gitu, means, usaha kami selama ini waktu organized kegiatan2 nggak sia2 :)

Biar videonya bisa ditayangin pas prom, kami harus syuting beberapa bulan sebelumnya, skalian biar pas cuacanya belom dingin, soalnya pas kita graduate itu pas musim dingin. Jadilah kita syuting sekitar bulan Oktober, padahal lulusnya & prom nightnya masih Januari, hahaha..

Demi bikin video itu, kita disuruh belajar gerakannya Gangnam Style & shuffling! Alhasil kita beberapa kali gantian ngumpul di salah satu apartemen & belajar gerakannya, saling ngajarin. It was SUPER FUN! Jadi inget semester pertama waktu kami disuruh perform untuk acara kebudayaan di sana, dimana kita harus pake baju daerah, nyanyi lagu2 daerah sambil nari. Kami latian bareng di halaman dormitory, seru banget! Jadi kangen hiks :')

And I think the work hard has been paid off. Mau liat videonya? Siap2 mental ngeliat kegilaan kami ya! =p

http://www.youtube.com/watch?v=iXNWyag2Slw
Astaga, kenapa belom di-play aja mukaku udah nampang gitu yak >.<
Well, at least (hopefully) you'll know that it's gonna be fun watching this video before deciding to play it =p


What do you think? :D

Video itu nggak cuman hasil kerja keras kami seangkatan, dimana kami harus latian gerakan2nya, bangun pagi2 buat dandan & saling dandanin temen2 yg ga bisa dandan sendiri, nyiap2in segala outfit & perlengkapan yg diperluin yg sesuai dengan temanya. Video ini lebih merupakan hasil kerja keras adik2 kelas kami sebagai Sie Acara & Video. Cool idea, cool theme, cool finishing. Apalagi aku ga pernah dapet surprise dibikinin video *eh curcol wkwkwkwk* Pokoknya video ini istimewa banget lah :3 Makanya can't help sharing it with you. Bangga punya adik kelas yg hebat2 ^__^

(Sebelumnya, mereka bikin video trailernya loh! Kalo mau liat "trailer"nya, ke SINI aja yah, hehehe..)

Yang paling utama dari yang utama, I am proud and couldn't be more happier to be the part of my batch, 2007 batch of Soochow University (Faculty of Medicine). Angkatan ini terdiri dari orang2 yang cool banget, seru abis, ga jaim2an, all out, perfectionist, kompak, pokoknya the best lah! Sebagai angkatan yang jumlahnya paling banyak dibanding angkatan2 yg lain, kalo banyak drama & perbedaan yg bikin masalah di antara kami mah wajar ya, but the fact that we could still hang out together, celebrate each and every birthday & anniversary together, bikin potluck di acara2 semacam mooncake festival, ba'cang-an, makan2 ngumpul2 waktu new year's eve, tukar kado pas Natal, etc, makes me very very happy and proud of us. Hampir di semua special events kayak yg aku sebutin di atas, kita pasti ngumpul & celebrate bareng. Entah itu di restoran, fine dining di hotel, ato cuma sekedar ngumpul di salah satu apartemen & potluck (masing2 bawa makanan sendiri2 trus dimakan bareng2) sambil nonton film ato main kartu, pokoknya kita ngumpul & spent quality time together. That's what I love most about this batch.

Meskipun kadang diterpa masalah, tapi kita tetep bisa duduk bareng, ngomongin bareng, dan akhirnya solve problems bareng2.

Masa2 paling "penting" adalah semester pertama, dimana kita semua baru ketemu, baru kenal, dan banyak konflik karena masih belum terlalu mengenal karakter masing2. Di situ kita banyak belajar mengenal watak satu sama lain hingga akhirnya, di semester2 berikutnya, kita udah bisa mengurangi konflik karena udah saling tau karakter masing2. Serta semester/tahun2 terakhir, it felt like we solved everything. Segala konflik dan permasalahan yg selama ini masih terpendam atau bahkan nggak kita sadari bahwa masalah itu ada, pada akhirnya kita bisa selesaiin bersama. Tadinya nggak tahu kalo di setiap "mufakat" yg kita capai ternyata sebenernya nggak semua orang seneng sama keputusan itu (meskipun memang segala sesuatunya ga bisa nyenengin semua pihak but at least I thought kalo udah mencapai mufakat ya berarti udah kesepakatan & keputusan bersama dong). Jadinya orang2 yang aktif/rame harus belajar dengerin pendapat orang2 yang kurang aktif/nggak bisa ngungkapin pemikirannya right away; sebaliknya juga, orang2 yang lebih diem harus belajar lebih mengungkapkan apa yang mereka mau/pikirin, because none of us is a psychic :D Pada akhirnya, segalanya berakhir dengan baik & indah, and we still remain friends & in contact with each other until this very second :)

Masa2 di Suzhou adalah masa2 dimana aku belajar paling banyak selama hidup. Nggak cuma di dalam kelas, tapi terlebih di luar kelas. I learnt a lot about life. About people. About independence. All of the problems & struggles, kalo diinget2 lagi sekarang, bisa bikin aku tersenyum. Rasanya "film kehidupanku" yg di Suzhou udah keluar tulisan "Fin" dengan akhir yang indah. It's all worth it in the end. I have no regrets going there, I miss every person there and every moment we shared together. I really do. You guys have been a huge part of my life & I'm really grateful for that. With you, I found a family, I found "home" :')


NB: Baru ganti font nih. Tadinya suka banget ama font yang aku pake sebelum ini, tapi lama2 berasa kayak kurang nyaman di mata, kalo paragrafnya kepanjangan rasanya bikin jadi males bacanya, iya nggak? Setelah diganti sama yang ini jadi berasa lebih enak aja, lebih jelas gitu. After all, ternyata emang lebih enak baca tulisan yg ga neko2, hehehe.. Kalo buka lewat mobile version sih ga berasa bedanya :D Eniwei, hopefully dengan font apapun kalian tetep enjoy baca blog ini yah hihihi..

Friday, September 6, 2013

Let's be in this together!


Ini adalah ajakan dari Paus Francis bagi seluruh umat di dunia (regardless of what religions you are from) untuk berpuasa dan berdoa bersama bagi perdamaian di Syria, Timur Tengah, dan seluruh dunia pada umumnya, pada hari Sabtu, tanggal 7 September 2013.

Apa yang bisa kita lakukan? Kontribusi apa yang bisa kita berikan?
The least, yet the most possible thing we can do, is to participate in this initiative/call. Berpuasa dan berdoa bersama.

Mungkin kita berpikir, "Apa gunanya? Kita nggak punya kekuasaan. We can do nothing!"
Ingatlah akan kekuatan doa. Tidak ada yang sia-sia ketika kita berdoa. After all, praying and fasting are much better than doing nothing.

Mari kita bersama bergandeng tangan, bersatu demi perdamaian dunia.

"No war, create peace"

Sunday, September 1, 2013

One Of The Sweetest Songs

Just watched this video again this afternoon. It wasn't the first time I heard the song (and I'm sure some of you must've known this song), yet it never fails to make me wanna cry. It's so very "berry" sweet and romantic. Which girl doesn't want this? :p

video