Monday, September 30, 2013

3C2T, Apaan Tuuh? :D

Being in a happy relationship is not all about living in a fairytale. Banyak orang ga tahan menjomblo & pengen cepetan punya pacar (apalagi abege jaman sekarang, insekyur banget kalo ga punya pacar) karena ngerasa kalo punya pacar tuh enak, hepi melulu, ada yang nyayangin, de el el.

Padahal kenyataannya nggak seperti itu. Pasangan yang berbahagia bukan berarti nggak punya masalah. Pasangan yang berbahagia bukan berarti stay happy tanpa memperjuangkan kebahagiaan itu.

Yang ada justru sebaliknya. Pasangan yang bahagia adalah pasangan yang berkomitmen untuk terus menjaga apa yang mereka punya & keep fighting together. Pasangan yang bahagia adalah pasangan yang menghadapi segala obstacle yang ada secara bersama-sama & tidak ada satu pihak yang menyerah atau berjuang lebih besar daripada pihak yang lain.

Eits, jangan salah tangkap dulu. Bukan berarti punya pacar itu ga enak loh. Punya pacar itu enak banget kok, hahaha.. Bukan berarti juga aku ga hepi sama my relationship. I'm in a perfectly happy relationship with an amazing man :3 Maksudku adalah, bukan dengan kita enak2an, nggak ngelakuin apa2, nggak usaha apa2, trus bisa punya happy relationship, gituu.. Duduk angkat kaki sambil ngarep pacar jemput sambil bawain sebuket bunga mawar & martabak kesukaan yang bikin kita hepi. Pacaran ama supir ato tukang bunga ato tukang martabak aja kalo gitu :D

Being in a relationship justru adalah kesempatan dimana kita bisa belajar banyak tentang hal2 yang sebelumnya kita nggak tahu ato nggak kita hadapin ketika lagi jomblo. Being in a relationship is an opportunity to grow as a person and as a couple - to be a better person and a better partner for each other. Makanya banyak yang share tentang "pelajaran2" yang mereka dapet selama masa pacaran. Karena being in a relationship means learning continually to make it work. Proses belajar yang nggak akan berhenti bahkan setelah menikah.

Teori berpacaran yang udah dari dulu aku tahu adalah komitmen dan komunikasi. Tapi baru sekarang aku bener2 menyadari pentingnya kedua prinsip tersebut.

Ada seorang temenku yang baru putus dari pacarnya karena nggak ada komitmen dan komunikasi yang baik. Ketika ngerasa ada sesuatu yang nggak disuka or nggak cocok, bukannya diomongin ke pasangan, tapi malah diem dan berharap pasangannya bisa sadar dan berubah dengan sendirinya. Ketika udah sama2 sadar akan permasalahan yang ada, bukannya bekerjasama buat belajar dan jadi lebih baik demi kelangsungan hubungan, tapi malah menyerah dan langsung memilih untuk putus.

Nggak ada pasangan yang cocok 100% di segala hal. Yang terjadi sama pasangan2 yang punya hubungan yang lama adalah mereka bertoleransi, bekerjasama, belajar, saling memahami, dan keep fighting to make it work. At least itu yang dibilang sama orang2 yang menjalani hubungan jangka panjang seperti itu - karena aku sendiri belum pernah berada dalam fase itu hehehe - and it makes so much sense. Nggak ada dua manusia yang sama dalam semua hal. Anak kembar aja nggak ada yang 100% sama persis, padahal they share the same DNA.

Dari pengalaman temen juga, I witness that kalo usaha2 itu nggak dilakukan oleh kedua pihak (cuma salah satu), it won't work either. Karena relationship terdiri dari DUA orang, bukan satu - apalagi tiga ato lebih =p Jadi, kalo cuma SATU yang usaha, ya ngapain? Mau sampe kapan bertahan sebelum akhirnya capek sendiri?

Terkadang aku suka "tergoda" untuk tidak mengkomunikasikan sesuatu sama pasangan. Bukan bermaksud menyembunyikan ato gimana, tapi aku emang orang yang suka lupa/nggak mempermasalahkan sesuatu setelah beberapa saat berlalu. I can be upset this second, and get over it the next second. Tapi aku sadar itu nggak boleh/nggak bagus. Mungkin aku bisa get over it sekarang, tapi siapa tahu itu justru adalah "bom waktu" yang bisa meledak sewaktu2. Bisa aja tanpa aku sadari, aku menumpuk permasalahan sendiri dan jadi nggak tahan sendiri lama2. Jadi aku memilih untuk selalu mengkomunikasikan semua yang aku rasakan - hal2 yang aku nggak suka ato bikin aku ngerasa sedih, kesel, dll - ke pasangan, sekecil apapun itu. Karena ada peribahasa "Sedikit sedikit lama-lama menjadi bukit", hehehe..

Tapi musti ati2 juga, karena kalo ga tau cara berkomunikasi yang baik, bisa malah menyulut pertengkaran juga. Komunikasi yang baik adalah ketika satu pihak mengutarakan pendapat/isi hatinya, pihak yang lain mau mendengarkan dengan baik, dan dua2nya nggak terbawa emosi, melainkan ngomongin baik2. I feel very lucky that I have a partner yang selalu mau dengerin aku dengan sabar. Nggak pernah sekali pun kita diskusi sambil marah2 ato berantem. Dalam sebuah diskusi, wajar kalo ada perbedaan pendapat, tapi nggak pake emosi. Komunikasiin segala sesuatunya dengan dewasa.

So far, here's what I've learnt about being in a good, happy, and healthy relationship: commitment, communication, care, trust, and teamwork (3C2T, by Sylvia Sumitro, huahahaha sombongnyaa :p). I hope both of me & my partner - and all couples too - always have those five principles in our relationship.
And above all, always seek God & ask for His guidance to lead and be the center of our relationships.

Banyak hal yang bisa dipelajarin dalam sebuah hubungan & I won't stop learning to make mine work :) Makanya selalu seneng kalo ada temen yang share juga tentang hal2 yang mereka pelajarin dalam hubungan mereka, aku jadi bisa ikutan belajar. Kalo aku salah ato kurang, please don't hesitate to leave comments below. Mari belajar bersama :)

"Pacaran bukan supaya bisa minta dibahagiain sama pasangan, tapi supaya bisa saling membahagiakan pasangan ♥"

2 comments:

  1. so blessed, ce!! Thanks for sharing! Gbu your relationship :)

    ReplyDelete