Thursday, September 26, 2013

Mom

Siapapun juga tahu bahwa menjadi seorang istri, apalagi mama/ibu, bukan hal yang gampang. Aku pernah bilang - dan selalu beranggapan - bahwa "Moms make our lives easier". Isn't that true?

Dari kecil: bangun tidur, sarapan udah siap. Seragam sekolah udah siap. Air panas buat mandi udah siap. Kita tinggal mandi, sikat gigi, ganti baju, duduk manis di meja makan, berangkat sekolah. Buat yang cewe, sambil kita makan mungkin mama sambil di belakang "maenin" rambut kita, nguncir2 ato ngepang2 rambut - well, that was what my mom always did to me every morning :p

Karena mamaku dulu adalah seorang IRT (ibu rumah tangga), pulang sekolah pun langsung ada mama - or "mbak" (pembantu) - yang udah nyiapin makan siang. Waktu mama kerja pun, mama pasti udah nyuruh mbak buat siapin segala sesuatunya. Ada PR dari sekolah, ato besoknya ada ulangan, mama yang ngajarin.

Kalo ada apa2, yang dicari pasti mama. Kalo butuh apa2, yang "dimintain tolong" pasti mama. Kalo lagi nyari barang, yang ditanyain pasti mama. Nggak anaknya, nggak suaminya, semua nyarinya mama. Sampe ada kalimat yang bilang, "If you can't find anything, ask your mom. If she can't find it, then it's gone forever."

Mau sekolah di luar kota ato luar negeri, mama bakal siapin "perbekalan" dari rumah yang lengkap, takut anaknya ntar makannya nggak bener ato nggak tercukupi. Pengen keriting rambut ato perawatan salon lainnya, tinggal bilang mama, she knows the best salon in town. Pengen makan A, B, C, D, tinggal bilang mama, ntar bakal tersedia di meja makan. Entah itu beli ato bikin sendiri. Kalo mamaku yang demen & jago banget masak, kalo ada makanan di luaran yang enak, pasti setelahnya dia bikin sendiri di rumah.

See? Wasn't I right? Moms do make our lives much easier, don't they?
Ketika lagi ada masalah ato butuh tanya2 tentang hal2 yang cewe banget - salon, shopping, etc - sering banget I wish my mom were still alive. Sering banget mikir kalo my life would've been much easier if I had her. I know it's wrong to feel & think that way, dan berasa nggak mensyukuri apa yang aku punya sekarang - a great dad, helpful sisters, caring friends, a loving bf - but there are some - if not many - things that only moms know/understand/can do.

Pernah nggak, mama kalian ngomong, "Kalian ini apa-apa mama, semua mama. Nggak tau deh ntar kalo mama mati kalian gimana," pas mama lagi kesel ato capek? My mom often said that. Dan terbukti kami memang kelabakan hidup tanpa mama.

Semua orang tahu bahwa pekerjaan seorang istri & mama itu nggak gampang, tapi tahukah kita sesulit apa itu?

Aku belum jadi istri siapa2 dan mama dari siapa2, tapi makin gede aku makin menyadari bahwa pekerjaan itu jauh lebih sulit dari yang aku bayangin dulu2. I'm sure it's not just me. Makin gede tentunya kita makin dewasa & menyadari susahnya jadi orang tua.

Baru hidup jauh dari keluarga & harus mikirin hari ini mau makan apa (buat diri sendiri) aja bingung, apalagi harus mikirin sekeluarga. TIAP HARI, for the rest of your life. Gimana nggak pusing tuh? Belum kalo selera tiap anggota keluarga beda-beda. Suaminya doyan makanan Indonesia, anaknya doyannya makanan western. Anaknya cinta seafood, suaminya alergi seafood. Pilih2 makanan. Ditambah lagi kalo tinggal bareng mertua. Beugh! Pekerjaan yang nggak gampang jadi makin sulit. Kalo makanannya nggak bervariasi ntar suami & anak ngomel, katanya mama kok ga kreatif. Padahal kalo ditanya, "Mau makan apa?" jawabannya kebanyakan "Terserah". Iya apa iya, hayooo? Bingung nggak tuh kalo jadi mama. Dulu mamaku justru seneng banget kalo anak2 ato suaminya ada request pengen makan apa, jadi nggak bingung2 lagi & tinggal bikin sesuai request (tapi itu jarang terjadi, yang lebih sering ya versi "terserah" itu tadi >.<).

Memang ketika kita sudah kehilangan sesuatu (apalagi seseorang), kita baru menyadari & menghargainya. Segala pengorbanan orang tua - terutama mama, karena topiknya lagi ngebahas mama - we often take it for granted. Nggak berasa bahwa itu sesuatu yang besar karena kita mendapatkannya setiap hari. Nggak berasa kalo kita "hidup enak" karena ada yang menyediakan. Aku pun dulu seperti itu. Setelah kehilangan mama untuk selamanya, baru deh berasa banget banget banget..

Kita sering ngomong "Don't take your spouse for granted", tapi suka nggak sadar kalo nggak cuman PH yang sering nggak kita hargain, tapi juga mama (orang tua), dan juga Tuhan. Wiiihhh, coba bayangin kalo Tuhan tiba2 stop provide kita dengan oksigen! Langsung stop juga nih nyawa kita, hehehe.. Tapi kita jarang bersyukur untuk hal2 "kecil" seperti itu, nunggu mukjizat terjadi ato permohonan kita dikabulkan, baru bersyukur. Kenapa kata "kecil"nya aku pake-in tanda kutip? Karena hal2 yang terlihat kecil itu sebenarnya besar, hanya saja karena itu terjadi/kita dapetin tiap hari, akhirnya kita udah ngerasa kalo itu biasa aja, ato "udah seharusnya seperti itu".

Memang, mengurus & menyediakan kebutuhan suami & anak adalah tugas/kewajiban seorang istri & ibu, tapi alangkah bahagianya seorang wanita - istri/mama - kalo keluarga yang dicintainya ikut mempermudah dia melakukan tugasnya. Mungkin sekedar ucapan terima kasih udah bisa bikin mereka seneng. Dengan mensyukuri, menghargai & menikmati apapun yang mereka masak, wiiihh, dijamin mereka bakal lebih semangat masaknya tiap hari. Meskipun aku belum jadi istri & mama, tapi untuk poin terakhir yang aku sebutin tadi, aku tahu banget kalo itu bener. Soalnya aku suka masak & kalo orang yang makan masakanku bilang enak, doyan, rasanya seneng & puas banget, trus jadi semangat deh lain kali buat masakin mereka. Bahkan nggak usah ikutan makan pun udah kenyang kalo tahu orang lain suka sama masakanku. Apalagi kalo keluarga & orang2 tersayang yang bilang gitu.

Kalo masakannya "kurang enak", jangan bilang, "Ih, masakannya kok nggak enak sih!" ato, "Nggak suka ah, enakan masakan di A.". Bukan berarti trus harus bohong & bilang kalo masakannya enak padahal sebenernya nggak enak lho ya. Itu namanya menjerumuskan, lagian yang tersiksa juga diri sendiri ntar kalo dia masakin itu terus karena ngira kita doyan =p Ngomong yang halus, kasih kritik yang membangun, bilang yang kurang apa/dimana, tapi tetep nggak lupa hargain usahanya. After all, nggak ada orang - apalagi mama/istri - yang nggak kepengen & berusaha biar masakannya enak & disukai sama keluarga tercintanya.

Selalu mengucap syukur pada Tuhan buat hari yang baru, buat matahari yang masih terus bersinar, dan buat orang2 di sekitar kita yang menyayangi kita & kita sayangi. Those little things that make us smile everyday :)

Not taking things - or people - for granted is hard, but let's learn together. Before it's too late :)

No comments:

Post a Comment