Thursday, April 30, 2015

Part 3: Overwhelmed and Beyond Blessed!

Ini adalah lanjutan dari 2 post sebelumnya:
Part 1
Part 2


Beberapa hari sebelum hari pemilihan wahana, aku ketemu sama temenku yang sebenarnya tinggal di Bali, tapi waktu itu lagi datang ke Surabaya untuk daftar sekolah spesialis. Menurut temennya dia yang dulu internsip di Bali, akan ada beberapa RS swasta yang akan menjadi wahana baru PIDI. Tapi mereka ga tau detail persisnya, apakah memang benar mau buka atau baru gosip, bila memang benar beritanya, apakah sudah buka atau belum.

Dari 2 RS yang disebutkan, salah satunya sudah masuk di daftar wahana internsip yang sudah buka. Jadi, aku berasumsi bahwa RS tersebut sudah terisi dan tidak akan buka lagi untuk periode ini. Aku menaruh harapan yang sangat besar pada RS yang satunya lagi.

Gambling, memang. Sangat gambling. Aku ga punya informasi apa-apa mengenai wahana yang akan dibuka di Bali periode ini dan apakah RS yang aku harapkan ini memang sudah ditetapkan menjadi wahana internsip atau belum.

Akhirnya, daftar wahana yang dibuka untuk periode ini pun keluar. Hatiku bersorak saat melihat nama RS Bali Royal Hospital ada di dalam daftar tersebut. RS yang selama ini memang aku harap-harapkan. And you know what? Bali cuma buka 1 wahana, ya cuma RS Bros ini.

Sebagai informasi, RS ini adalah sebuah RS swasta yang terletak di Renon, cukup di tengah kota Denpasar. Banyak makanan di sana, pokoknya lokasinya sangat bagus. RS nya pun terlihat masih cukup baru.

Segala usaha yang bisa aku lakukan, sudah aku lakukan, yaitu meminta bantuan doa dari teman-teman dan keluarga. Aku sendiri tak henti-hentinya berdoa, pastinya.

Sehari sebelum hari H, perutku udah mules-mules seharian. DEG2AN BANGET! Malamnya ga bisa tidur. Tapi akhirnya aku paksain tidur juga. Entah kenapa, despite of the stress dan deg2an, deep down aku merasa cukup optimis bahwa aku bisa dapetin di Bali. Tapi tetep aja, selama belum betul-betul dapet, ya belum bisa tenang.


Pas hari H, aku udah mulai siap-siap mau login dari jam 7 pagi, tapi ternyata baru boleh login jam 7.55. Aku udah cocokkin jamku sama jamnya server, hehehe.. Niat amat ya. Daftar internsip mah emang harus niat.

Alhasil, begitu 7.55 aku sukses login, dan langsung ikutin step2nya. Tapi pas sudah sampai di daftar wahana yang bisa dipilih, tulisannya masih belum ada wahananya.

 Keluarnya kayak gini:

Padahal harusnya kayak gini:
Gimana ga stress???

Trus aku coba refresh, udah ga bisa, mulai error2 gitu website-nya. Mulai deh, kekacauan server terjadi.

Websitenya down. Refresh-refresh terus tapi tetep ga bisa masuk. Ehhh, wifi rumah juga sempet ngadat, tau-tau ga bisa connect. Gimana ga stress berat?!!! Sampe hampir mau ke S'bucks terdekat. Tapi bingung juga, emangnya pagi-pagi gini udah buka yah?

Tapi ga jadi, karena akhirnya wifi rumah kembali jalan. FIUH!!

Hampir sejam aku berusaha nembus servernya tapi ga bisa-bisa. Yang membuat aku akhirnya jadi agak tenang adalah karena temen-temenku yang lain juga mengalami hal yang sama. Tapi bukan berarti jadi ga stress. Ga bisa ga stress.. Setiap menit begitu berarti.

Akhirnya setelah sukses menembus server, muncullah tabel seperti di atas yang aku nanti-natikan itu. Rupanya tadi aku kecepetan masuk mungkin, hahaha.. Gila banget, telat salah, kepagian juga salah -.-"

Puji Tuhan, tepat pukul 8.55, aku sudah selesai memilih wahana. Dan aku sukses ditempatkan di RS Bros!!!




Sungguh rasanya bahagia, terharu, overwhelmed sama kebaikan dan mujizat yang diberikan oleh Tuhan untukku. Aku nggak lebay. Itu bener-bener apa yang aku rasain. Yang kepikir cuma bersyukur sama Tuhan dan embrace that moment. Hahaha..

Setelah itu, aku bantuin temen-temenku yang pada belum bisa nembus servernya, tapi sampe siang, ga berhasil juga. Jadi bener-bener cuma 1x itu aku berhasil. Tanpa bermaksud ingin bersenang-senang di atas penderitaan dan ke-stress-an temen-temenku, tapi Tuhan sungguh baik. Tuhan sungguh luar biasa. Aku nggak perlu stress lama-lama.. Setelah jam 9 pagi, aku udah boleh lega dan kembali menjalankan hidupku dengan normal setelah satu jam sebelumnya aku stress sampe marah-marah sama orang rumah n pengen nangis rasanya >.<

Bener-bener, stressnya pemilihan wahana internsip itu bikin orang gilaaaa..

Dan ternyata, sampai hari kedua, semua wahana sudah habis hanya dalam waktu 30 menit. Dan masih banyak calon peserta yang kehabisan wahana :(

Thanks to God, and to all the people who prayed for me. It's only by God's Grace.

All of the tears and sweats me and my friend - my partner in crime, Fenny - have been through, we finally made it here. God has been too good to us both. Pas ngejalaninnya stress, harus bolak-balik Surabaya-Bali dan Surabaya-Jakarta, ga boleh capek nelponin sana-sini, tapi ketika sudah sampai sini dan menoleh ke belakang, everything is awesome. Sebuah pengalaman iman yang luar biasa.

I know, this is NOT the end of the road. This is the BEGINNING of our career as a doctor. I'm thankful to God that He's given me an amazing journey of faith. And all this time, He never leave me. He is always with me. He always shows the way. He makes everything perfect in His time.

Sungguh, teman-teman. Bersandarlah pada-Nya. Hanya pada-Nya.

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Now, I'm hoping and praying that wherever we are, we can do our best for the people who need us.
Semoga kami dapat sungguh-sungguh berguna bagi orang-orang di sekitar kami, dimana pun kami ditempatkan.

Pray for us, too, my friends! :)

Part 2: Program Internsip Dokter Indonesia


Lanjutan dari Part 1


Lanjut yaa guys.. Aku bikin bersambung karena I think, cerita tentang program internsip ini (mulai sekarang disingkat jadi PIDI, yaa) deserves a whole post for itself, saking hebohnya, hahahaha..

Jadi, setelah melewati seluruh tahapan yang ada di postingan yang LALU, kita masih harus magang di RS/RSU/RSUD dan puskesmas daerah selama satu tahun (8 bulan di RS/RSU/RSUD, 4 bulan di puskesmas). Nah, untuk mengikuti PIDI ini, diperlukan STR Sementara.

PIDI dibuka dan diberangkatkan setiap tiga bulan sekali. Tadinya aku berharap bisa ikut PIDI yg periode I tahun 2015, yaitu bulan Januari-Februari, tapi ternyata nggak keburu. Karena waktu itu, boro-boro STR Sementara, Serkom aja belum jadi. Belum disumpah pula. Sempat kecewa karena harus tertunda lagi, tapi akhirnya bisa menerima kenyataan dan pasrah. Dan sudah cukup bersyukur sekali akan timing Tuhan yang pas banget tentang Sumpah Dokterku kemarin itu. Aku sudah bisa menerima kenyataan bahwa aku baru bisa internsip bulan Mei.

Sambil mengisi waktu luang, aku banyak bantu-bantu di gerejaku. Pengen banget balik ngajar Bahasa Mandarin lagi kayak kemarin waktu nunggu dipanggil adaptasi, tapi juga nggak pengen kejadian kemarin terulang lagi. Di saat udah dapet murid-murid yang enak dan mereka juga udah cocok sama aku, aku harus pergi ninggalin mereka :(

Ada cerita menarik lagi waktu proses mau daftar internsip ini.

PIDI sekarang semuanya sudah pakai sistem online, mulai dari pendaftaran, pengumpulan berkas-berkas yang diperlukan, sampai memilih wahana (tempat) internsip. Bahkan berkas-berkasnya harus di-scan dan cukup di-upload di website KIDI (internsip.depkes.go.id) - untuk penjelasan secara lengkap tentang pendaftaran PIDI, buka aja Cara Mendaftar Internsip Dokter Secara Online.

Pada waktu pemilihan wahana, pemilihan wahana hanya bisa dilakukan dalam rentang waktu yang ditentukan, yaitu pk 08.00-16.00 WIB. Jadi, bayangin aja, ribuan calon peserta akan beramai-ramai masuk secara bersamaan dan berusaha menjadi yang tercepat supaya bisa mendapatkan wahana yang diinginkan. Siapa cepat, siapa dapat. Silakan dibayangkan apa yang terjadi pada website-nya yang denger-denger masih menggunakan server jadul itu. Error-error gitu lah pastinya ya kann.. Dan, perbedaan waktu beberapa menit - atau bahkan detik - bisa membuat perbedaan yang sangat besar. Mulai dari terdampar ke pulau terpencil, sampai-sampai kemungkinan terburuk adalah tidak mendapat wahana dan harus jadi pengangguran menunggu selama 3 bulan lagi. Jadi, koneksi internet dan amal baik kita kemarin-kemarin sangat menentukan nasib kita di sini :D

Sebelum hari H pemilihan wahana, pihak KIDI memberikan simulasi pada saat pemilihan wahana nanti, supaya sudah nggak bingung-bingung lagi.
Pada saat simulasi, daftar wahana yang diberikan adalah daftar wahana periode sebelumnya (periode Januari-Februari, yang adalah periode yang sebelumnya aku harapkan bisa aku ikuti, tapi nggak keburu). And, guess what? Ternyata di periode itu, Bali tidak membuka wahana. Padahal aku pengen pilih wahana di Bali, selain karena sudah tidak asing sama tempatnya, juga karena aku diprioritaskan di Bali (karena kemarin adaptasinya di Udayana).

Aku langsung merasakan sesuatu yang nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hanya rasa syukur pada Tuhan. So, this is it, Lord. This is the reason why you didn't let me register last period, isn't it? :')

Kelihatannya Tuhan menunda rencanaku. Padahal aku pengennya cepet-cepet berangkat, supaya cepet selesai. Tapi kok malah ditunda sama Tuhan. Serkom nggak keluar-keluar, masih harus pakai disumpah lagi segala.

Tapi ternyata Tuhan punya rencana lain. HE KNOWS.

Aku terharu. Sebenarnya, tepat pada saat itu, aku merasa bahwa Tuhan mungkin memang mau menempatkan aku di Bali. Mungkin aku memang bakal dapat wahana internsip di Bali. Hatiku jadi agak tenang.

Tapi, hal itu tidak berlangsung lama.

Beberapa hari kemudian, aku ngobrol sama adik kelasku waktu di Bali kemarin di BBM.
"Meme A**l, kamu ikut internsipnya yang periode III (Agustus) ntar yaa?" (karena dia lulus UKDI periode berikutnya setelah aku)
"Nggak,Ce, aku ikut yang bulan November.."
"Loh, kenapa gitu? Kan harusnya keburu ikut yang periode sebelumnya?"
"Iya Ce, soalnya sekarang wahana di Bali masih penuh, masih ada senior 2008 yang belum selesai internsip. Nanti mereka selesainya November, jadi wahana2-nya baru buka November juga, karena baru November itu mereka kosong.."

DEG! Aku langsung lemes. Tapi pasrah. Ga mau juga kalo harus nunggu lagi demi bisa internsip di Bali. Lebih baik ke tempat lain, tapi yang nggak terpencil-terpencil amat, hehe.. Tapi jauh di dalam hatiku, aku masih tetap berharap bisa di Bali.

LANJUT? Atau bersambung ke post berikutnya biar ga kepanjangan?
Bersambung dulu kali ya? Huehehehe.. Stay tuned! ;)


Lompat ke Part 3

First Post in 2015: Part 1

大家好!

Apa kabar nih semuanyaa? ^^

Gila juga yah, first post in 2015-ku jatuh di akhir April. Hehehehe..
Merry Christmas, Happy New Year, Happy Chinese New Year, and Happy Easter to you all!
Telat banget yakk hahaha.. Aku rapel semuanya jadi satu =p

Well.. Meskipun "baru" memasuki bulan ke-4 tahun ini, tapi aku sudah dapat banyak sekali berkat dan mukjizat dari Tuhan. Dan postingan pertamaku di tahun 2015 ini aku dedikasikan untuk menceritakan tentang segala Kebaikan dan Penyertaan-Nya kepadaku.

I'm bringing you good news! :)

*Anyway.. Jangan bosen yah dengerin cerita perjalananku memperjuangkan karirku sebagai dokter.. Please do tell me if I bore you! Hehehe..*

Seperti di beberapa post yang lalu, aku lebih suka menguraikan dalam bentuk poin-poin, demi menghindari paragraf-paragraf panjang that might bore you guys, hehe..

So, these are the steps of the process:

1. Adaptasi

Di negara manapun, bila mau jadi dokter tapi bukan lulusan negara tersebut, harus melalui yang namanya proses adaptasi. Biasanya dalam bentuk mengikuti dan lulus BOARD EXAM (Ujian Kompetensi dari negara) negara yang bersangkutan. Postingan-postingan berisi cerita tentang perjuanganku untuk adaptasi di Indonesia bisa dilihat di label "adaptasi dokter luar negeri".

2. UKDI (Uji Kompetensi Dokter Indonesia, board exam-nya Indonesia)

Singkat cerita.. Dengan perantaraan Tuhan, aku lulus UKDI. Yay! =p
Januari 2013 lulus dari Tiongkok, Desember 2013 mulai adaptasi di Universitas Udayana, Bali. September 2014 selesai adaptasi, dan November 2014 lulus UKDI.

Tapi, perjalanan nggak berhenti di sana.. Masih panjang, malah.

Setelah lulus UKDI, kita masih harus nunggu Sertifikat Kompetensi (Serkom) yang menyatakan bahwa kita sudah lulus ujian. Serkom itu nanti dibawa kembali ke universitas sebagai syarat untuk disumpah sebagai seorang dokter. Awalnya agak kesel juga karena masih harus disumpah lagi, padahal dulu di Tiongkok kan aku udah disumpah. Tapi apa daya, karena untuk mengurus surat-surat berikutnya, dibutuhkan surat bukti sumpah dokter dari universitas. Nyambung terus pokoknya prosesnya. Kalau ga dilewatin tiap tahapnya ga akan bisa.

3. Sumpah Dokter

So.. Aku telepon pihak universitas untuk menanyakan jadwal Sumpah Dokter. Karena aku dan temen2 dokter adaptasi cuma bertiga, kami berharap bisa ikutan Sumpah Dokter bareng junior2 yang lain. Agak ribet dan mahal kalau harus ngurus Sumpah Dokter sendiri bertiga.

Akhir Januari aku telepon Universitas Udayana, dengan posisi Serkom kami masih belum keluar. Padahal udah nungguin dari awal Desember. Pihak universitas menyuruhku untuk telepon lagi awal Februari, karena kemungkinan Februari ada jadwal sumpah.

Sampai awal Februari, Serkom kami akhirnya siap untuk dikirim ke alamat rumah kami masing2. Kemudian aku telepon universitas lagi. Dan ternyata memang ada jadwal Sumpah Dokter tanggal 11 Februari. Dan aku telepon itu tanggal 4 atau 5 Februari! Bener2 hectic banget, mepet banget tapi timingnya pas banget! Langsung ngurus semua berkas, dan tanggal 9 nya harus sudah ada di Bali untuk GR. Sedangkan tanggal 8 Februari ada weddingnya temen baikku dan aku jadi bridesmaid.

Semuanya diurus dalam waktu yang super singkat. Kebaya pun pakai kebaya lama waktu Sumpah Dokter di Tiongkok dulu. Untung masih ada, hahaha.. Tinggal dipermak dikit karena sekarang kurusan dibanding dulu hihihi..



Note: Ternyata sebenernya, kita ga perlu nunggu Serkom jadi untuk bisa disumpah. Sambil nunggu Serkom jadi, IDI kasih kita SKTL (yang kemungkinan merupakan singkatan dari Surat Keterangan Tanda Lulus). SKTL itu bisa dijadikan bukti bahwa kita sudah lulus UKDI dan bisa disumpah oleh pihak universitas. Tapi waktu aku kemarin, entah kenapa aku ga dapet SKTL itu dan bener-bener nungguin sampe Serkom jadi. Kok untung timingnya pas. God is good, indeed!!

Setelah disumpah (lagi), aku ngurus yang namanya STR (Surat Tanda Registrasi) Sementara.
Sekali lagi, jangan dikira perjalanan sudah selesai.Kami masih harus mengikuti tahap berikutnya, yaitu:

4. Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI)

Yup, aku ga salah ketik kok. Memang "internsip" instead of "internship", hahaha.. Maklum, ini versi Indonesia-nya. Tapi artinya sama, yaitu "magang".

Ceritanya bersambung ke next post yaaa, biar nggak kepanjangan dan kalian jadi bosen bacanya, huehehhe..


Part 2
Part 3