Sunday, December 18, 2016

Sampai kapan?

Pernahkah kau berada dalam situasi di mana berjuang menjadi sama beratnya dengan menyerah?

Ketika otakmu tahu bahwa kau harus berhenti, tapi hatimu terlalu sulit untuk melepaskan. Namun terlalu lelah dan menyakitkan pula untuk bertahan, apalagi berjuang.

Ketika semua logika dan teori yang ada mengajarmu untuk mundur dan berhenti menyakiti hatimu sendiri, tapi hatimu begitu keras kepala dan lemah untuk bisa melepaskan dia.

Mengapa mencintainya begitu berat?

Mengapa dipertemukan dan ada rasa yang begitu besar terhadap satu sama lain, bila tidak ditakdirkan untuk bersatu?

Ketika bersamanya begitu membahagiakan, tapi juga begitu menyakitkan.
Ketika mencintainya lebih besar daripada mencintai diri sendiri.

Aku memilih bahagia itu. Bahagia bersamanya, walau tiap detiknya sama dengan tiap goresan luka di hatiku.

Hanya satu yang ku tak tahu:
Sampai kapan hati ini sanggup bertahan, sebelum akhirnya berhenti dan mati?


No comments:

Post a Comment